Search

Here, There, & Everywhere

my travel notes

Tag

Phuket Town

The Old Phuket Town

Soi Rommanee
Soi Rommanee

Besoknya, tgl 1 November 2012, kami bangun pagi2 trus langsung mandi dan packing barang2 sekalian, supaya nanti siang bisa langsung cabut. Jadwal keberangkatan ferry kami menuju Phi Phi Island adalah pukul 13.30. Setelah sarapan roti di guesthouse, kami keluar untuk mengeksplor old phuket town.

Thalang Road, jalan tempat guesthouse kami adalah sebuah jalan satu arah yang kanan kirinya dipenuhi bangunan tua bertingkat. Bangunan-bangunan tua disini disebut dengan bangunan Sino-Portuguese. Kebanyakan bangunan di Thalang road ini dipergunakan untuk toko-toko, tempat makan, dan penginapan. Sekitar 200 meter jalan dari guesthouse kami belok kanan ke Soi Rommanee. Soi rommanee adalah sebuah gang yang kanan kirinya berdiri rumah2 tua dengan cat warna warni. So beautifull…

Soi Rommanee
Soi Rommanee
Phuket Thai Hua Museum
Phuket Thai Hua Museum

Setelah foto2 disitu, kami kembali ke Thalang Road dan terus berjalan sampai ketemu Phuket Thaihua Museum. Tapi waktu kami sampai disana museumnya belum buka. Jadi kami cuma foto2 di depannya aja. Setelah itu kami lanjut jalan lagi kemudian melewati On On Hotel, hotel yang dijadiin tempat shootingnya The Beach. Bangunannya tua banget, tapi sekarang sih hotel itu udah ga dipake lagi. Selain itu kami juga melewati Shrine of Serene Light, sebuah tempat ibadah yang terletak di gang sempit. Sepanjang jalan yang kami lewati penuh dengan bangunan2 tua yang menarik untuk dilihat. Kami juga sempat masuk ke sebuah distro yang menjual kaos2 dengan tulisan Thailand dan gambar yg keren, lumayan juga buat oleh2 nih. Saya beli tiga kaos, satu buat diri sendiri, dan yang dua buat oleh2.

China Inn (ga jadi makan disini. Hiks...)
China Inn Resto(ga jadi makan disini. Hiks…)

Setelah capek muter2, perut rasanya lapar bgt. Apalagi tadi pagi cuma sarapan roti. Kami berencana untuk makan siang di restoran China Inn, karena menurut informasi di web tempat itu sangat recomended. Tapi sesampainya disana, China Inn belum buka dan ga ada keterangannya buka jam berapa. Akhirnya kami memutuskan untuk makan di resto sebelahnya yang bernama Wilai restaurant. Disana kami memesan tom yum soup dan fried tofu. Tom yum nya rasanya enak siy, tp kok isinya ga variatif ya, cuma udang doang. Setelah makan, kami balik ke guesthouse untuk menunggu jemputan minivan yang akan membawa kami ke Rassada Pier, dermaga ferry untuk menyeberang ke Phi Phi Island. Kami membeli tiket ferry ke Phi Phi melalui internet seharga 580 Baht per orang, sudah termasuk jemputan minivan dari guesthouse ke Rassada Pier. Harga ini agak overprice sih, karena kami baru tau kalo ternyata harga tiket ferry cuma 300 Baht per orang. Untungnya tiket baliknya belum beli. Jadi ga rugi2 amat lah.

On On Hotel
On On Hotel
Shrine of Serene Light
Shrine of Serene Light
photo5
Old Phuket

Sawasdee Thailand

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datanglah juga. Senangnyaaa….. ^_^

Kami berangkat dari Surabaya ke Jakarta naik Citilink yang seharusnya berangkat pukul 11.35. Tapi pesawat kami delay sampai 2 jam, jadi baru berangkat sekitar pukul 13.30. Untungnya kami sengaja kasih spare waktu yg lama dengan keberangkatan dari Jakarta ke Phuket (kalo ga gitu pasti udah stress deh). Pesawat Air Asia dari Jakarta ke Phuket jadwalnya berangkat pukul 17.20. Sesampainya di  Soekarno Hatta kami buru-buru naik shuttle bus ke Terminal 3. Setelah nyempatin buat makan siang, kami langsung ke imigrasi dan menunggu di waiting room. Pesawat kami ke Phuket berangkat tepat waktu pukul 17.20. Setelah menempuh perjalanan selama 3,5 jam sampailah kami di Phuket Airport disambut hujan gerimis.

Guesthouse di Phuket Town
Guesthouse di Phuket Town

Malam pertama di Phuket ini kami memilih untuk menginap di Phuket Town dengan pertimbangan besok siangnya kami mau menyeberang ke Phi Phi Island. Untuk menuju ke Phuket Town kami naik taxi seharga 500 Baht. Sebenarnya untuk ke Phuket Town ada alternatif transportasi lain, yaitu airport bus dengan harga 85 Baht atau minivan seharga 100 Baht per orang (minivan harus diisi 10 orang). Akan tetapi karena hari sudah sangat malam dan tidak ada lagi penumpang lain yang menuju Phuket Town maka terpaksa kami naik taxi. Hiks.. Mahal…

Di perjalanan, sopir taxi mengajak kami mengobrol, menanyakan asal kami dari mana dan obrolan2 ringan lainnya. Kalau diperhatikan, orang lokal di Phuket ini lebih fasih berbahasa Inggris daripada orang lokal di Bangkok. Kami tidak kesulitan menangkap maksud kata-katanya. Tidak seperti di Bangkok yang rasanya susah banget ngomong sama sopir taxi. Di tengah jalan tiba2 taxi berhenti di sebuah ruko. Kemudian ada seorang perempuan yang menghampiri kami, ternyata dia menawarkan paket2 tour. Jadi ruko tersebut adalah kantor tour agent. Sepertinya tour agent itu bekerjasama dengan perusahaan taxi dan minivan sehingga semua turis yang naik taxi dan minivan dimampirkan dulu kesana. Kami tidak membeli paket tour apapun disana, karena menurut kami lebih baik beli paket tour langsung di Phi Phi Island saja.

Tidak lama kemudian sampailah kami di guesthouse tempat kami menginap yang berada di Thalang Road, namanya 99 Oldtown Boutique Guesthouse. Guesthouse ini adalah sebuah rumah tua bertingkat yang cantik dengan perabotan yang antik pula, kamarnya didesain cukup unik dan sangat bersih juga. Tipe kamar tempat kami menginap adalah standard double bed with balcony. Harga kamar ini adalah Rp320.000 per malam. Harga penginapan di Phuket Town memang yang paling murah di antara daerah-daerah lain di Phuket. Karena hari sudah sangat malam, kami ga pergi kemana-mana lagi malam itu. Padahal sebenernya pengen lihat Phuket Town di malam hari, tapi karena udh capek dan di luar juga udah sepi banget kami langsung tidur aja deh.

Ruang Makan
Ruang Makan
Tangga menuju kamar
Tangga menuju kamar
Tempat tidur yang romantis
Tempat tidur yang romantis

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Nicoline's Journal

by Nicoline Patricia Malina

Alid Abdul

Travel till you die!

Harival Zayuka

Just another WordPress.com site

My Sanctuary

my travel notes

Claraberkelana.com

Travel Stories

The Traveling Cows

my travel notes