Search

Here, There, & Everywhere

my travel notes

Tag

Osaka Castle

Hanami di Osaka Castle Park

IMG_7653
Hanami kami

Hari ini adalah hari terakhir perjalanan saya dan Anik di Jepang, sedangkan Grandis akan meneruskan perjalanannya sendiri. Kami berdua masih memiliki waktu sampai siang karena pesawat kami dijadwalkan berangkat pukul 16.40. Waktu yang sedikit ini akan kami manfaatkan untuk mengunjungi Osaka Castle dan sekalian ber-hanami di tamannya.

20170409_080443
Minum teh di Hana Hostel

Pagi itu setelah minum teh di hostel, kami langsung check out dan membawa koper kami. Dari Shinsaibashi Station kami naik Nagahoritsurumiryokuchi Line dan turun di Osaka Business Park Station. Di stasiun ini kami menitipkan koper di locker. Tapi stasiun ini bukan stasiun besar sehingga locker yang ada hanya sedikit. Kami hampir kehabisan locker karena ada dua wisatawan yang berlari-lari mendahului kami menuju locker. Locker yang terbesar sudah habis terisi, untung koper kami berukuran cabin sehingga bisa dimasukkan ke locker ukuran sedang yang tersisa.

IMG_7567
Tangga keluar dari Osaka Business Park Station

Taman di sekitar Osaka Castle merupakan taman umum yang biasa dimanfaatkan warga lokal untuk berolahraga di saat hari libur. Hari ini adalah hari Minggu, oleh karena itu banyak warga lokal yang beraktivitas disini. Saat kami tiba sudah banyak warga yang ber-hanami di taman. Kami membeli takoyaki di kios-kios makanan yang berjajar disana. Selain takoyaki, kami juga sudah membawa bekal makanan, antara lain onigiri, sandwich, telur rebus, wafer, dan tokyo banana.

DSC05164
Speedboat, salah satu aktivitas warga pada hari libur

Kami memilih tempat di dekat sungai untuk hanami. Spot-spot yang lain sudah dipenuhi warga lokal karena hari ini adalah hari Minggu. Bahkan ada yang sudah mengkapling tempat meski acara hanami tidak dilakukan pagi itu. Jadi mereka sudah menggelar alas dan ada satu orang yang bertugas untuk menunggui tempat itu. Hihihi… Mereka niat yaa…. Ya maklum saja bunga sakura mekar hanya satu tahun sekali dan full bloomnya dalam waktu yang singkat. Tidak seperti Himeji Castle, di Osaka Castle tidak banyak pohon sakura, jadi pada hari Minggu seperti ini kita harus datang lebih pagi jika ingin mendapatkan spot yang bagus untuk hanami.

DSC05151
Warga lokal ber-hanami

Hari ini bunga sakura sudah mulai berguguran. Saat angin menerpa kuntum-kuntum bunga semakin banyak yang gugur. Indah sekali momen ini. Kami menyantap sarapan sambil menikmati momen-momen terakhir kami di Jepang, menikmati momen-momen terakhir melihat sakura.

IMG_7648
Hanami di tepi sungai

 

Setelah ber-hanami kami berjalan menuju Osaka Castle. Kali ini saya tidak masuk ke dalam karena waktu sudah siang. Kami hanya berfoto di depan kastil. Kemudian kami menyempatkan membeli oleh-oleh di toko souvenir yang ada disana. Toko ini banyak menjual souvenir yang bertema samurai seperti gantungan kunci, magnet kulkas, bolpoin, pensil, sisir berbentuk pedang samurai.

IMG_7689
Osaka Castle

 

Sekarang tiba waktunya untuk pulang. Kami bertiga mengambil koper di locker, kemudian saya dan Anik naik MRT menuju Kansai Airport sementara Grandis meneruskan petualangannya solo travelling di Jepang. Alhamdulillah perjalanan ini berjalan dengan lancar. Semoga suatu saat nanti kami bisa kembali kesini…. ^_^

IMG_7660
Goodbye for now and see you again Japan

 

 

Osaka Castle, Kastil yang Menjadi Simbol Kota Osaka

dsc_0911
Osaka Castle

Tadi malam kami naik Willer Bus dari Tokyo Disneyland menuju Osaka. Pukul 7 pagi kami tiba di Osaka kemudian cuci muka, ganti baju, nitip koper, lalu berangkat ke Osaka Castle. Dari Osaka Station kami naik JR Loop Line dan turun di Osakajokoen Station. Halaman Osaka Castle ini sangat luas, jadi jarak antara stasiun dengan kastilnya cukup jauh. Berhubung belum sarapan, maka kami berhenti dulu di halaman kastil ini untuk memakan bekal kami.

dsc_0847
Sarapan onigiri di pinggir parit

Sejarahnya, sebelum menjadi Osaka Castle, pada tahun 1496 berdiri sebuah kuil bernama Honganji Temple. Hingga akhirnya seorang daimyo bernama Nobunaga Oda menguasai kuil setelah memenangkan pertempuran, dan membakarnya pada tahun 1580. Setelah Nobunaga Oda tewas terbunuh pada tahun 1582 di Honnoji Temple, kekuasaan berpindah kepada bawahannya Hideyoshi Toyotomi. Berniat untuk meneruskan ambisi Nobunaga untuk menyatukan Jepang, ia memulai pembangunan Osaka Castle pada tahun 1583. Pada tahun 1629, Osaka Castle telah selesai dibangun sepenuhnya. Namun, Restorasi Meiji hingga Perang Dunia ke-II kembali merusak struktur asli Osaka Castle. Barulah tahun 1955 Osaka Castle mendapat pengakuan sebagai “Situs Bersejarah Spesial” oleh Pemerintah Jepang.

dsc_0900

Osaka Castle yang dahulu menjadi simbol Hideyoshi Toyotomi sekarang menjadi simbol Kota Osaka dan dikunjungi banyak wisatawan setiap tahunnya, baik wisatawan domestik Jepang maupun wisatawan asing. Pengunjung akan melewati tembok dari batu granit dan 13 struktur yang tersebar di Osaka Castle. Setiap bagiannya turut diakui sebagai bagian budaya penting oleh Pemerintah Jepang. Melewati tembok batu, perjalanan dilanjutkan menuju Osaka Castle Park, area seluas 106,7 hektar yang ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan. Taman ini memiliki 600 pohon sakura, 95 bunga aprikot, dan 1250 pohon lainnya.

dsc_0951

Kemudian kita bisa masuk ke dalam kastil dengan membayar tiket JPY 600. Di dalamnya, terdapat museum dengan berbagai diorama dan beragam barang lainnya tentang sejarah Osaka Castle. Di lantai atas, pengunjung bisa menikmati keindahan kota Osaka observation deck dengan ketinggian lebih dari 50 meter. Kastil ini dibuka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00 (libur hanya pada tanggal 28-31 Januari). Pengunjung juga bisa berfoto mengenakan baju zirah Shogun dengan biaya JPY 300. Oya, di lantai dasar ada souvenir shop yang cukup lengkap. Saya membeli snow ball berbentuk Osaka Castle seharga JPY 1080. Selain itu juga ada pajangan berbentuk piring, replika Osaka Castle, replika ketopong samurai, dll. Disini juga ada mesin yang bisa mencetak nama kita di koin bergambar Osaka Castle. Koin berwarna emas ini bisa dijadikan gantungan kunci atau bandul kalung.

dsc_0980
Diorama peperangan zaman samurai

Setelah mengunjungi Osaka Castle, kami menuju Shinsaibashi Suji Shopping Arcade untuk berbelanja hingga malam. Shinsaibashi terdiri dari toko-toko yang berjejer di sepanjang sebuah gang. Selain butik-butik kecil, disini juga ada Zara, H&M, Uniqlo, Daiso, Kit Kat, dll. Malam ini kami menginap di J-Hoppers Osaka Guesthouse yang terletak di Fukushima Street.

dsc_0003
Shinsaibashi Suji
img1481860167444
Koin yang sudah tercetak nama saya

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Nicoline's Journal

by Nicoline Patricia Malina

Alid Abdul

Travel till you die!

Harival Zayuka

Just another WordPress.com site

My Sanctuary

my travel notes

Claraberkelana.com

Travel Stories

The Traveling Cows

my travel notes