Search

Here, There, & Everywhere

my travel notes

Tag

Kawaguchiko Lake

Mewujudkan Keinginan yang Belum Tercapai di Kawaguchiko

DSC04639
Akhirnya tercapai juga keinginanku

Pagi ini saya membuka mata setelah tidur nyenyak semalam dan melihat jam. Wooghhh.. ini udah jam 8.30!!! Kami kesiangan!!! Padahal seharusnya jam 8 udah berangkat nih… Hari ini saya jadwalkan untuk mengunjungi Oishi Park, naik Kachi-Kachi Ropeway, dan mandi di onsen. Tapi berhubung sudah telat gini jadi harus ada yang dibatalkan satu, mengingat bus saya ke Tokyo akan berangkat pukul 16.10.

DSC04583
Wafu Guesthouse Kashiwaya

Setelah mandi kami check out dari guesthouse. Kami memutuskan untuk menitipkan koper di locker stasiun saja supaya tidak perlu kembali lagi ke guesthouse, kuatirnya waktunya nanti tidak cukup. Keluar dari guesthouse saya melihat kanan kiri mencari Fuji-san… mana nih kok ga kelihatan. Saya berharap sekali bisa melihat Gunung Fuji dengan jelas kali ini setelah dua tahun lalu gagal. Meskipun hari cerah, Fuji-san tidak selalu tampak dengan jelas. Biasanya gunung ini terlihat jelas pada pagi hari sebelum pukul 09.00 lalu kemudian tertutup awan. Nah ini saya baru keluar pukul 09.30.. alamat ga dapet Fuji nih. Hikss….

Setelah berjalan beberapa langkah… terlihatlah Mt Fuji yang indah itu dengan jelas. Alhamdulillah… Saya buru-buru foto dulu sebelum hilang tertutup awan. Sesampainya di stasiun kami mencari locker tapi ternyata sudah penuh. Akhirnya kami berjalan lagi ke sebuah toko souvenir di seberang stasiun yang menyediakan jasa penitipan koper. Biaya penitipannya adalah JPY 500 untuk satu koper ukuran kabin. Semakin besar kopernya ya semakin mahal biayanya.

DSC04596
Kawaguchiko Station

Setelah koper dititipkan, kami membeli bus pass di depan stasiun. Bus pass ini harganya JPY 1300 untuk 2 hari. Yang dijual memang hanya bus pass 2 hari, tidak ada yang untuk 1 hari. Tapi jika dihitung tetap lebih murah membeli bus pass jika tempat yang kita kunjungi lebih dari satu.

DSC04597
Kawaguchiko Bus

Tujuan pertama kami adalah Oishi Park yang terletak di samping Kawaguchiko Natural Living Center. Ada tiga jalur bus di Kawaguchiko, yaitu Red Line, Green Line dan Blue Line. Oishi Park letaknya di pemberhentian terakhir jalur bus Red Line. Antrian menunggu bus Red Line cukup panjang, tapi untungnya tidak lama karena beberapa bus sudah berdatangan. Saya sudah ga sabar untuk sampai di Oishi Park, kuatir Mt Fuji nya keburu menghilang.

DSC04604
Kawaguchiko Natural Living Center

Sesampainya disana Mt Fuji masih terlihat jelas, tanpa tertutup awan sedikit pun… Aaahh bahagianya… Puas-puasin deh memandangi Fuji-san.

DSC04643
Memandangi Mt Fuji di tepi Danau Kawaguchiko
DSC04650
Today is our lucky day

Di Kawaguchiko Natural Living Center ini ada coffe shop yang menjual soft ice cream rasa vanila dan blueberry seharga JPY 350. Harus cobain ice cream ini, meski cuaca dingin tapi tetap nikmat sekali. Saya memilih rasa blueberry, yummyyy…..

DSC04708
Blueberry Ice cream

Di dalamnya coffe shop ini ada souvenir shop yang menjual pernak pernik bergambar Fuji-san. Semuanya lucu… Ada coklat dan kue berbentuk Fuji-san juga. Disini saya hanya membeli snow ball seharga JPY 870, kaos seharga JPY 2160, dompet koin seharga JPY 540, dan magnet kulkas seharga JPY 450. Semuanya dengan tema Mt Fuji.

DSC04719
Kachi Kachi Ropeway

Setelah puas memandangi Fuji-san yang indah ini kami bergeser tempat ke Kachi Kachi Ropeway dengan menaiki bus Red Line lagi. Kachi Kachi Ropeway adalah kereta gantung yang berjalan menanjak sejauh 400 meter ke sebuah observation deck di dekat puncak Mount Tenjo. Observation deck ini terletak lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut, disini terpampang panorama Mt Fuji serta lake Kawaguchiko dan kota dibawahnya. Harga tiket menaiki Kachi Kachi Ropeway ini JPY 800 yen round trip.

 

 

DSC04742
Pemandangan Mt. Fuji dari atas observation deck

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Kami buru2 turun dan kembali ke stasiun Kawaguchiko naik bus. Dengan terpaksa rencana mandi di onsen kami batalkan deh. Setelah ambil koper kami menunggu bus yang akan membawa kami kembali ke Tokyo. Bye… bye… Fuji-san. Hope to see you again next time ^_^

DSC04678
Mt Fuji terlihat jelas sepanjang hari

Melihat Gunung Fuji dan Bersepeda di Kawaguchiko

20150608_150413
Bersepeda di tepi danau

Perjalanan dari Tokyo ke Kawaguchiko menghabiskan waktu 1,5 jam. Begitu mendekati Kawaguchiko kami disuguhi pemandangan Gunung Fuji yang menawan. Rupanya hari ini cuaca sangat bagus sehingga Gunung Fuji terlihat dengan jelas saat sore hari. Kami turun di stasiun Kawaguchiko, tempat pemberhentian terakhir bus ini. Di Kawaguchiko kami akan menginap di K’s House Mt Fuji satu malam. Pihak hostel akan menjemput kami di stasiun Kawaguchiko, mereka berpesan supaya kami menelpon hostel melalui telepon umum jika sudah sampai.

dsc_0585
Kawaguchiko Station

Kamar yang kami pesan adalah Japanese Style Room, kamar dengan lantai tatami dan futon bed. Asyik kan berasa jadi orang Jepang. Berhubung ini japanese style room maka sebelum bobo kami harus nurunin futon bed nya dulu dari lemari dan ditata di lantai. Setelah ditata dengan rapi sekarang saatnya mandi. Akhirnya mandi juga nih setelah 2 hari ga mandi.

dsc_0601
Menata Futon Bed (itu yang baju hitam minta ditonjok)

Besoknya kami berencana bersepeda keliling kota. Tapi sebelum keluar kamar harus diberesin dulu dong kamarnya (biar berasa jadi orang Jepang beneran gituu). Semua futon bed dilipat lagi dan dimasukkan ke lemari, begitu juga selimut dan bantalnya. Ternyata kegiatan ini cukup melelahkan lho…, udah kayak olah raga. Mungkin ini salah satu sebabnya orang Jepang itu langsing2 ya. Sebelum dan sesudah bobo mereka olah raga dulu nata dan beresin futon bed.

20150608_091227
Fuji-san ketika masih terlihat di pagi hari

Pagi ini suhu udara di Kawaguchiko dingin sekali, sekitar 16 derajat Celcius. Padahal sekarang sudah Bulan Juni, sudah masuk early summer. Kami menyewa sepeda di hostel dengan harga 1000 yen sehari. Tujuan kami yang pertama adalah Chureito Pagoda, tapi sebelumnya kami beli sarapan dulu yang murah meriah yaitu onigiri. Pada saat itu Gunung Fuji masih terlihat dari stasiun Kawaguchiko, walaupun sudah tertutup sedikit awan. Chureito Pagoda merupakan bagian dari Arakura Sengen Shrine, untuk menuju kesini kami harus naik kereta dari stasiun Kawaguchiko ke stasiun Shimo-Yoshida dengan tarif 300 Yen. Kami memarkir sepeda di stasiun Kawaguchiko, kemudian naik kereta. Setelah sampai di stasiun Shimo-Yoshida kami berjalan sekitar 10 menit menuju Arakura Sengen Shrine. Petunjuk jalan menuju shrine tersebut ditempel di salah satu papan di stasiun Shimo-Yoshida.

dsc_0450
Petunjuk jalan menuju Arakura Sengen Shrine
dsc_0901
Jalan masuk Arakura Sengen Shrine

Untuk mencapai Chureito Pagoda kami berjalan mendaki tangga yang sangat banyak. Hmm capeknya…. Saya lihat disana banyak orang Jepang yang sudah tua kuat mendaki tangga2 itu sampe atas dengan wajah ceria. Tidak seperti kami yang sudah kelelahan. Tapi sayang hari itu cuaca tidak cukup baik, Gunung Fuji sudah tidak terlihat lagi. Memang disarankan jika ingin melihat Gunung Fuji harus pagi-pagi sekali. Tapi itu juga belum tentu terlihat, tergantung cuaca.

20150608_111429
Tangga menuju Churieto Pagoda
dsc_0498
Chureito Pagoda (sayang banget Gunung Fuji nya tidak terlihat)

Setelah puas di Chureito Pagoda kami kembali ke Kawaguchiko. Kemudian bersepeda mengelilingi Kawaguchi. Kami berhenti di pinggir danau dan berfoto2. Sayang sekali Gunung Fuji nya tidak terlihat. Semoga lain kali saya bisa kembali lagi kesini dan melihat Fuji-san lebih lama. Amiin.

dsc_0273
Asyiknya bersepeda di Kawaguchiko

Di Kawaguchiko ini banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi, antara lain Kachi Kachi Ropeway, Kubota Itchiku Museum, Museum of Art, Music Forest, Yamanashi Gem Museum, Herb Hall dan beberapa Onsen. Akan tetapi kami tidak masuk ke tempat-tempat tersebut dalam rangka pengiritan. Hehehe… Kami sudah cukup puas dengan bersepeda di kota ini. Sebenarnya saya berencana mencoba merasakan pengalaman mandi di onsen, tapi beberapa teman saya tidak tertarik karena untuk mandi di onsen tidak boleh mengenakan pakaian/kain. Mereka merasa tidak nyaman walaupun kolam pemandiannya dipisah antara laki-laki dan perempuan. Yaa semoga lain kali diberi kesempatan kesini lagi dan saya akan mencoba mandi di onsen.

dsc_0555
Stasiun Shimo-Yoshida

dsc_0583
Menunggu kereta

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Nicoline's Journal

by Nicoline Patricia Malina

Alid Abdul

Travel till you die!

Harival Zayuka

Just another WordPress.com site

My Sanctuary

my travel notes

Claraberkelana.com

Travel Stories

The Traveling Cows

my travel notes