Search

Here, There, & Everywhere

my travel notes

Tag

Hachiko

Kembali ke Jepang untuk Melihat Sakura

DSC04544 (2)
Welcome back to Japan

Yeaaayy…. bulan April tahun 2017 ini saya travelling lagi ke Jepang dalam rangka hunting sakura. Saya berangkat berdua saja dengan teman saya (Anik), kemudian di hari keempat saat di Kyoto seorang teman saya (Grandis) akan menyusul dan bertemu disana. Hari Minggu tanggal 2 April pesawat kami berangkat pukul 8.35 dari bandara Soekarno Hatta kemudian transit di Kuala Lumpur dan berangkat lagi pukul 14.30 menuju Haneda Airport.

Pukul 22.30 waktu setempat pesawat kami landing di Haneda Airport. Setelah melewati imigrasi kami segera mencari posisi tidur yang nyaman. Malam ini kami memang menginap di bandara karena landingnya sudah larut malam, kuatir kereta udah ga beroperasi. Di sebelah kiri pintu keluar masih ada kursi-kursi yang kosong. Langsung aja deh kami ngambil tempat disitu. Menurut reviu blogger lain sih banyak kursi juga di lantai atas. Tapi mumpung sudah ada yang available ya kami ambil aja. Kursi di bandara Haneda ini enak dipake untuk bobo karena empuk dan ga ada sekat, jadi bener2 bisa selonjoran. Bisa tidur nyenyak deh malam ini.

20170403_071222
Haneda Airport
20170403_082030
Shower Room

Besok paginya kami bangun pukul 6 pagi dan mandi di shower room yang ada persis di sebelah kursi tunggu. Shower room ini gak gratis ya. Bayaaar…. Mahal pula. Tapi gapapa lah biar fresh…. Harga sewa shower room ini JPY 1030 untuk 30 menit pemakaian. Kita tinggal masuk dan mandi aja, semua perlengkapan dan perlatan mandi sudah disiapkan.

Setelah mandi kami siap mengexplore Tokyo. Kami naik Keikyu Line ke Shinagawa lalu ganti JR Yamanote Line ke Shinjuku. Biaya transportasi dari Haneda Airport ke Shinjuku JPY 610. Di Shinjuku ini kami mau menitipkan koper di locker stasiun. Tapi setelah muter2 kok penuh semua ya. Akhirnya sambil menggeret koper kami mencari terminal bus untuk membeli tiket bus ke Kawaguchiko. Terminal bus luar kotanya ternyata udah pindah ke gedung bertingkat di depan South Exit JR Station, namanya Shinjuku Expressway Bus Terminal. Tempat pembelian tiket berada di lantai 4 gedung ini. Sebaiknya booking dulu tiket melalui website-nya supaya tidak kehabisan. Pembayarannya nanti dilakukan waktu kita datang. Tapi lebih baik kita datang pagi-pagi agar tidak tercancel bookingan kita. Harga tiket bus ke Kawaguchiko adalah JPY 1750 untuk one way.

maxresdefault
Shinjuku Expressway Bus Terminal

Setelah tiket bus pulang pergi di tangan kami kembali mencari locker. Di terminal bus ini juga ada locker tapi harga sewanya mahal karena dihitung per 2 jam. Akhirnya kami kembali ke Shinjuku Station dan mencari locker disana. Berhubung ga dapet juga, kami langsung naik kereta ke Shibuya sambil tetap menggeret koper.

20170403_144951
Shibuya Crossing

Sesampainya di Shibuya kami berjalan menyeberangi Shibuya Crossing, persimpangan paling sibuk di Jepang. Tujuan kami ke Shibuya salah satunya adalah membelikan barang titipan teman saya. Setelah mendapatkan barang tersebut kami melanjutkan perjalanan. Berhubung sudah siang dan kami lapar, kami makan pagi dan siang dulu di sebuah resto pizza. Kami memesan lasagna 1 porsi seharga JPY 850 untuk dimakan berdua. Porsi lasagna ini cukup besar, kami makan berdua saja tidak habis. Setelah kenyang kami berjalan kembali ke Shibuya Station dan melewati Onitsuka Tiger store, mampir dulu deh. Disini ternyata ada yang ditaksir sepatu kanvasnya, harganya JPY 8.000 free tax untuk warga asing plus diskon 5% jadi harganya JPY 7.600.

DSC04451
Lasagna

Sebelum masuk ke stasiun kami mampir dulu ke Patung Hachiko, kemudian naik Yamanote Line kembali ke Shinjuku Station. Di Shinjuku Station ini akhirnya kami menemukan locker yang kosong… Ah lega deh. Kemudian kami naik Marunouchi Line ke Shinjukugyoen-mae Station.

DSC04457
Ketemu lagi sama Hachiko

Shinjuku Gyoen National Garden memiliki tiga gerbang, yaitu Shinjuku Gate, Okido Gate, dan Sendagaya Gate. Jika tidak punya banyak waktu seperti kami pilihlah masuk melalui Shinjuku Gate karena disini kita bisa langsung melihat pohon sakura yang cukup banyak. Taman ini buka mulai pukul 09.00 s.d. 16.30. Jam terakhir untuk masuk ke taman ini adalah pukul 16.00. Hari ini sakuranya belum full bloom. Ada beberapa pohon yang bunganya masih kuncup. Banyak warga lokal yang ber-hanami disini. Mereka menikmati sore yang cerah bersama keluarga dan teman di bawah pohon sakura.

DSC04533
Shinjuku Gyoen National Garden

 

DSC04478
Saya, Anik dan Sakura

Karena taman ini sudah mau tutup kami tidak sempat masuk lebih jauh ke dalam. Selesai dari sini kami ambil koper di locker dan kembali ke expressway bus terminal. Tempat keberangkatan bus berada di lantai 4, ada beberapa pintu keberangkatan. Kita bisa melihat di layar pengumuman di pintu keberangkatan mana bus yang akan kita naiki, jika masih bingung tanyakan saja ke bagian informasi. Seharusnya jadwal keberangkatan kami adalah pukul 20.15, tapi pukul 18.00 kami sudah sampai di terminal. Saya meminta untuk dimajukan jam keberangkatannya menjadi pukul 19.15, dan untungnya masih ada seat.

 

 

DSC04557
Loket Tiket di terminal

Pukul 21.15 kami tiba di Kawaguchiko Station dan disambut dengan udara yang sangat dingin. Malam ini kami menginap di Wafu Guesthouse Kashiwaya yang lokasinya sekitar 300 meter dari stasiun. Ga jauh sih, tapi suhu udaranya bener2 dingin jadi tersiksa banget waktu jalan kesana. Guesthouse ini adalah rumah tradisional Jepang yang dirubah fungsinya jadi penginapan. Lantai dan dindingnya dari kayu, begitu pula semua ornamennya khas Jepang. Malam ini kami pun tidur dengan nyenyak walaupun kedinginan.

DSC04562
Kamar kami di Wafu Guesthouse
DSC04541
Beautiful Garden

Mengunjungi Hachiko di Shibuya

dsc_0719
Hachiko Statue

Salah satu kisah nyata yang terkenal dari Jepang adalah cerita tentang seekor anjing setia bernama Hachiko. Kisah ini sudah difilmkan di layar lebar dan sukses membuat saya menangis. Sebagian besar orang pasti sudah mengetahui tentang kisah tersebut, yaitu seekor anjing bernama Hachiko yang selalu setia menunggu pemiliknya pulang dari bekerja di Shibuya Station. Pada suatu hari di bulan Mei 1925, Profesor Ueno, pemilik Hachiko meninggal dunia pada saat bekerja. Dia tidak kembali ke stasiun tempat Hachiko menunggunya. Setiap hari selama sembilan tahun sembilan bulan dan lima belas hari Hachiko menunggu Profesor Ueno kembali di stasiun Shibuya sampai akhir hayatnya.

20150610_095247
It’s all about Hachiko

Pagi ini sebelum ke Disney Sea saya menyempatkan untuk melihat patung Hachiko di stasiun Shibuya. Untuk menuju kesini naiklah JR Yamanote Line dan turun di Shibuya Station lalu keluar di Hachiko Exit. Patung Hachiko yang berwarna bronze ini terletak di luar stasiun Shibuya. Patung ini pertama kali dibuat pada bulan April 1934, kemudian diperbarui pada Agustus 1948 dan sampai sekarang masih berdiri. Patung ini menjadi tempat yang populer meeting spot. Pintu keluar stasiun Shibuya yang terdekat dengan patung ini dinamakan “Hachikō-guchi” yang artinya adalah “The Hachikō Entrance/Exit”.

20150610_095405
Hachiko Entrance/Exit

Di luar Shibuya Station ada persimpangan yang terkenal di Jepang yang disebut Shibuya crossing. Persimpangan ini adalah persimpangan tersibuk di Jepang. Sore hari adalah puncak kesibukan persimpangan ini. Pada saat traffic light berubah warna menjadi merah di semua arah, kendaraan-kendaraan berhenti dan gelombang pejalan kaki menyeberangi persimpangan tersebut dari segala arah. Banyak yang menyarankan untuk mencoba menyeberangi shibuya crossing ini pada saat jam sibuk. Tapi karena pada saat saya disana persimpangan itu sepi (bukan saat jam sibuk) jadi saya tidak mencoba. Jika ingin mengamati kesibukan persimpangan ini dengan jelas pergilah ke Starbucks di Tsutaya Building di sebelah utara persimpangan.

20150610_094251
Shibuya Crossing

Tokyo Banana

 Oya, sebelum kembali ke Akihabara tempat janjian dengan teman-teman, kami mampir dulu di Tokyo Station untuk membeli Tokyo Banana. Di stasiun ini memang ada beberapa kios yang menjual Tokyo Banana. Tidak di semua stasiun ada kios penjual tokyo banana. Ada berbagai macam rasa Tokyo Banana tergantung dari kios penjualnya, antara lain: original flavor, maple flavor, banana shake flavor, tree chocolate banana cream, caramel custard cream, chocolat brownie, dll. Masing-masing rasa berbeda harganya.

20150610_103527
Salah satu toko penjual Tokyo Banana

Saya membeli rasa original dan chocolat brownie. Harga tokyo banana standard/original adalah JPY 483 (4 pieces) dan JPY 1029 (8 pieces). Sedangkan rasa chocolat brownie harganya JPY 560 (4 pieces) dan JPY 1080 (8 pieces). Tokyo banana bisa tahan sampai 7 hari, jadi kami membeli untuk dibawa pulang ke Indonesia. Kalo soal rasa memang enak sekali. Saya yang bukan penggemar pisang pun doyan banget sama makanan ini. Tapi karena mahal ya ga beli banyak deh.

20150610_103854
Daftar harga tokyo banana

Tokyo banana dijual di lokasi-lokasi berikut:

Airport
Hanada Airport Terminal 1,2
Haneda Airport International terminal
Narita Airport Terminal 1,2,3
Kansai International Airport Terminal 1
Chu-bu International Airport
Fukuoka Airport International Terminal

Train Station
JR Tokyo, Shinagawa, Ueno, Shinjuku, Hachio-ji, Shin-Yokohama, O-miya station

Shopping Mall
Daimaru Tokyo Store, Odakyu-Shinjuku, Seibu-Ikebukuro, Isetan-Fuchu, Odakyu-Machida, Yokohama Sogo, Tokyo Skytree, Tokyo tower, Odaiba Aqua city, Diversity, LAOX Ginza

20150614_202508
Tokyo banana rasa original
20150614_202710
Tokyo banana rasa chocolat brownie

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Nicoline's Journal

by Nicoline Patricia Malina

Alid Abdul

Travel till you die!

Harival Zayuka

Just another WordPress.com site

My Sanctuary

my travel notes

Claraberkelana.com

Travel Stories

The Traveling Cows

my travel notes