Search

Here, There, & Everywhere

my travel notes

Tag

cherry blossoms

Arashiyama, Jalan-jalan di Bamboo Groves dan Hanami di Tepi Sungai Katsura

IMG_6744
Bamboo Groves

Hari ini kami bangun pagi-pagi sekali karena berencana untuk berangkat pukul 6 pagi ke Arashiyama. Pukul 5 pagi kami sudah bangun dan mandi kemudian mengenakan kimono. Nah.. disinilah masalahnya… ternyata mengenakan kimono itu tidak semudah mengenakan kebaya. Rumit banget sodara2!! Padahal kemarin waktu melepasnya kami sudah menyusun kimono dan tali-talinya sesuai urutan agar mudah nanti memakainya. Tapi ternyata mengenakan kimono itu ada teknik khususnya dalam menarik, melipat, dan menalikannya. Untuk memasang obi nya juga ada teknik mengikatnya. Satu jam lebih kami habiskan untuk memakai kimono, bikin stress banget ini. Akhirnya setelah satu jam yang menguras tenaga dan pikiran, kimono berhasil kami kenakan walaupun hasilnya tidak sempurna. Tapi ya sudahlah hari sudah makin siang, kami harus segera berangkat.

DSC05104
Jalan di Arashiyama

Pukul 7 pagi kami baru berangkat dari hostel. Tujuan pertama kami pagi ini adalah Arashiyama Bamboo Groves. Kami sengaja berangkat sepagi mungkin agar nanti disana lokasinya masih sepi sehingga bisa lebih bebas berfoto. Kami naik kereta Keifuku Dentetsu menuju Arashiyama Station yang terletak di bagian barat Kyoto. Sesampainya di Arashiyama Station kami berjalan ke arah kanan menuju Bamboo Groves.

IMG_6700

IMG_6694

Pagi ini cuaca mendung sehingga bamboo groves terlihat agak gelap karena cahaya yang sedikit tertutup pohon-pohon bambu yang cukup rapat. Saat pertama kali tiba lokasi ini masih sepi, tapi tidak lama kemudian, wisatawan-wisatawan lain berdatangan sehingga membuat agak sulit untuk berfoto. Selain wisatawan, disini juga ada beberapa pasangan yang melakukan foto pre wedding, diantaranya ada pasangan Indonesia.

IMG_6671

Tujuan kami berikutnya adalah Togetsukyo Bridge yang lokasinya berlawanan arah dengan Bamboo Groves. Kami berjalan kembali ke Arashiyama Station dan mampir dulu untuk membeli makanan karena kami nanti akan ber-hanami. Dari Arashiyama Station kami berjalan ke arah kiri menuju Togetsukyo Bridge. Hujan tiba-tiba turun agak deras waktu kami berjalan, tapi kami terus berjalan menembus hujan menyeberangi Togetsukyo Bridge.

DSC05113
Togetsukyo Bridge

Togetsukyo Bridge adalah landmark paling iconic di Arashiyama. Jembatan kayu sepanjang 155 meter yang membelah Sungai Katsura ini pertama kali dibangun pada masa Heian Period (794-1185). Nama jembatan ini, yaitu Togetsu memiliki arti harfiah “Moon Crossing” yang berasal dari kisah Emperor Kameyama (Kamakura Period, 1185 s.d. 1333) pada saat pergi berperahu di bawah bulan purnama, Emperor berkata bahwa bulan terlihat seperti menyeberangi jembatan. Jembatan ini terlihat menarik dengan background bukit yang dipenuhi pohon-pohon yang diantaranya adalah pohon sakura yang sedang mekar bunganya.

IMG_6778
Hanami di tepi sungai

Sesampainya di seberang sungai, hujan berhenti. Alhamdulillah kami bisa ber-hanami juga nih. Kami memilih tempat di tepi sungai Katsura di bawah pohon sakura dan menggelar alas, kemudian duduk menikmati makanan sambil melihat bunga sakura yang sedang mekar sempurna. Hujan yang baru saja turun membuat cuaca berkabut sehingga suasananya menjadi syahdu. Pemandangan Togetsukyo Bridge dengan background bukit dengan pohon sakura yang terselimuti kabut tipis sungguh merupakan pemandangan yang indah.

IMG_6814
Togetsukyo Bridge and Cherry Blossoms
IMG_6899
Di atas jembatan
IMG_6905
Salah satu sudut Arashiyama

Himeji Castle, Kastil Indah yang Dikelilingi Sakura

 

DSC04835
Himeji Castle

Hari ini rencana perjalanan kami adalah ke Himeji Castle di Himeji dan Todaiji Temple di Nara. Dua kota ini memang tidak searah, tapi mengingat waktu kami di Jepang yang singkat jadi saya usahakan agar bisa mencapai dua tujuan ini dalam satu hari. Semoga terlaksana yaa…

20170405_071834
Willer Bus

Tadi malam kami naik Willer bus dari Shinjuku, Tokyo ke Osaka. Bus ini berangkat pukul 23.45 dan sampai di Osaka pukul 07.25 pagi. Sebelumnya kami pergi ke Akihabara dulu untuk membeli oleh-oleh gundam buat Rendra (anakku satu2nya) di Yodobashi Camera. Bus Willer ini berhenti di Willer bus terminal Osaka Umeda, dari sini kami berjalan sekitar 10 menit ke Osaka Station. Sesampainya di Osaka Station kami langsung cuci muka (ga pake mandi) dan menyimpan koper di locker. Setelah itu kami membeli JR Kansai Area Pass untuk satu hari. Harga one day pass ini jika membeli di Jepang adalah JPY 2300, sedangkan jika membeli di luar Jepang adalah JPY 2200. Pass ini bisa digunakan di Kansai Area mulai dari Nara, Kyoto, Osaka, Kobe sampai Himeji.

DSC04939
Himeji Station

Kami naik JR Special Rapid Service ke Himeji. Perjalanan ditempuh sekitar satu jam. Sesampainya di Himeji Station kami langsung menuju Tourist Information untuk menanyakan bus ke Himeji Castle. Petugas tourist information mengatakan bahwa Himeji Castle bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 20 menit atau dengan menaiki bus. Bus stopnya berada persis di seberang Tourist Information ini. Disini kami juga diberi postcard bergambar Himeji Castle. Berhubung kami ingin menghemat tenaga dan waktu, maka kami memilih naik bus dong. Cuma JPY 100 ini.

DSC04793
White Heron Castle

Himeji Castle, juga dikenal dengan nama White Heron Castle (Shirasagijo) karena warnanya yang putih dan keeleganannya. Kastil ini merupakan kastil yang paling spektakuler di Jepang karena ukurannya yang besar dan keindahannya. Kastil ini selain merupakan Japan’s national treasure juga sudah ditetapkan sebagai world heritage site. Tidak seperti kastil-kastil lain di Jepang, kastil ini tidak pernah hancur karena perang, gempa bumi atau kebakaran. Kastil ini pertama kali dibangun pada tahun 1400 dan sudah diperluas oleh beberapa klan yang menguasai wilayah ini. Kompleks kastil yang berdiri sekarang ini selesai dibangun pada tahun 1609 sehingga sudah berumur lebih dari 400 tahun dan tetap bertahan sampai sekarang sebagai salah satu dari dua belas original castles.

DSC04829
Bunga sakura belum mekar sempurna tapi sudah banyak yang ber-hanami

Bunga-bunga sakura sudah terlihat saat kami memasuki gerbang luar kompleks Himeji Castle. Di dalam kompleks ini terdapat taman luas yang dikelilingi pohon-pohon sakura. Sayangnya pada hari itu bunga sakura belum mekar sempurna, ada beberapa yang masih berbentuk kuntum. Kastil ini adalah salah satu tempat wisata yang sangat direkomendasikan dikunjungi pada saat musim sakura. Keindahan kastil ini semakin bertambah dengan pohon sakura yang mekar disekelilingnya. Warga lokal banyak yang ber-hanami disana.

DSC04838
Jalan menuju kastil

Harga tiket masuk ke dalam Himeji Castle adalah JPY 1000 yen. Untuk masuk ke dalam kastil ini kami mengantri dulu karena harus bergantian masuknya. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian kastil agar tidak mudah rusak karena pengunjung yang terlalu banyak. Sebelum masuk, sepatu harus dilepas dan dimasukkan tas plastik dulu. Bagian luar dan dalam kastil ini masih asli, jadi untuk mencapai lantai paling atas kita harus naik tangga kayu yang cukup curam. Ini nih yang bikin lama dan capek. Tapi senang sekali bisa melihat struktur bangunan kastil yang masih asli ini.

DSC04858

DSC04874

DSC04894
Bagian dalam Himeji Castle

Setelah keluar dari kastil, kami segera kembali ke stasiun untuk menuju tujuan kami selanjutnya… Nara.

DSC04927
Himeji Castle dan sakura yang indah

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Nicoline's Journal

by Nicoline Patricia Malina

Alid Abdul

Travel till you die!

Harival Zayuka

Just another WordPress.com site

My Sanctuary

my travel notes

Claraberkelana.com

Travel Stories

The Traveling Cows

my travel notes