I'm flying
I’m flying

Sudah lama saya ingin mencoba paralayang, tepatnya setahun yang lalu karena suami saya ber-paralayang di Batu tanpa mengajak saya (cateett). Di Kota Batu tepatnya di Gunung Banyak terdapat suatu wisata yang dapat kita coba yaitu tandem paralayang. Paralayang adalah terbang dari ketinggian dengan memakai parasut sebagai alat terbang. Suami saya sudah mencobanya setahun yang lalu dan katanya mengasyikkan. Akhirnya tahun ini kami berkesempatan ke Batu lagi dan saya bertekad untuk mencobanya.

Gunung Banyak yang memiliki ketinggian 1340 dpl sangat cocok menjadi lokasi paralayang. Hal ini ditunjang dengan pemandangan sekitar yang indah. Sehingga kita tidak hanya sekedar terbang, tapi juga bisa menikmati pemandangan Kota Wisata Batu yang indah dari angkasa. Bahkan, hingga saat ini Gunung Banyak masih dipandang sebagai lokasi paralayang yang terbaik.

Lokasi Take Off, Gunung Banyak
Lokasi Take Off, Gunung Banyak

Ternyata mendapatkan waktu yang pas untuk ber-paralayang tidaklah mudah. Ini karena cuaca dan kecepatan angin harus mendukung. Jika angin terlalu kencang maka kita tidak akan bisa terbang walaupun cuaca cerah. Saya saja sampai dua kali ke Gunung Banyak baru bisa terbang. Yang pertama pada awal bulan Maret, begitu sampai disana kami langsung diberi tahu kalo tidak bisa terbang karena angin sangat kencang. Jadi gagal total deh. Yang kedua adalah pada akhir bulan April. Saya sampai di Gunung Banyak pada pukul 8.30 dan diminta untuk menunggu dulu karena angin masih tergolong kencang. Setelah menunggu lumayan lama (sekitar 3 jam) akhirnya saya bisa terbang juga.

Persiapan Take Off
Persiapan Take Off

Tandem paralayang adalah bermain paralayang berdua dengan pilot. Jadi kita ga usah ngapa-ngapain, ga usah mikir, ga usah bingung, tinggal menikmati pemandangan saja dari atas. Yang perlu kita siapkan adalah mental yang kuat dan tentunya uang buat bayar wisata ini. Pilot akan memberi kita instruksi apa saja yang harus kita lakukan. Jadi kita tinggal melakukan apa instruksinya saja. Kalo disuruh jalan ya jalan, disuruh lari ya lari, disuruh berhenti ya berhenti (ya iyaa laah… jangan sampe disuruh lari kitanya malah ngesot). Untuk bisa terbang, kita harus berlari dulu dari tepi Gunung Banyak ke arah bawah. Lumayan ngeri sih, tapi saya hanya berlari sebentar kemudian langsung terangkat ke atas dan terbang deh….

It's so breath taking
It’s so breath taking

Begitu terangkat ke langit dan terbang rasanya sangat breath taking. Woouuww luar biasa. Tapi saya sempat merasa ketakutan, pikiran-pikiran buruk ada di otak saya. Gimana nanti kalo talinya putus trus kami jatuh. Gimana nanti kalo ada angin taufan terus saya terbawa angin sampai ke luar negeri (lumayan dong ngirit tiket pesawat). Atau gimana kalo pilot tidak bisa mendaratkan kami di tempat landing semestinya trus malah landing di jalan raya. Tapi saya segera menepis semua pikiran buruk itu dari otak saya. We have to control our minds and just enjoy flying. Lagian kita udah di atas, masa mau teriak-teriak histeris minta turun. Ga lucu dong. Begitu pikiran-pikiran buruk itu hilang, saya jadi sangat menikmati terbang, terbang seperti elang, mengejar awan-awan putih, dan melihat pemandangan Kota Batu dari atas. Pengalaman yang tidak terlupakan.

Oya, tarif untuk tandem paralayang yang paling murah adalah Rp350.000,00, meeting point-nya di take off area. Sedangkan yang standard Rp400.000,00 dijemput di daerah Batu dan dapat welcome drink. Selain itu ada paket-paket lain yang lebih mahal dengan tambahan t-shirt, pin, mini poster. Ada lagi paket night safari, yaitu tandem paralayang pada malam hari, tarifnya Rp600.000,00. Untuk mencapai take off area di Gunung Banyak kita bisa naik mobil pribadi atau mobil rental (ditendang dari atas Gunung Banyak, hehehe…). Tapi memang seperti itu keadaannya, belum ada transportasi umum kesini, kemungkinan sih cuma ojek dari jalan raya di bawah. Jalanan menuju puncak sangat menanjak dan ada beberapa tikungan. Tapi jalannya sih sudah bagus dan mulus, hanya sedikit sempit, jadi susah kalo papasan mobil.

Ngobrol sambil menunggu angin mereda
Ngobrol sambil menunggu angin mereda

Di Gunung Banyak ini ada beberapa kios penjual makanan seperti bakso dan mie goreng/rebus. Sambil menunggu angin mereda, kami makan mie goreng dan minum teh hangat di salah satu kios tersebut. Seorang pilot paralayang yang bernama Haris menemani kami sambil menceritakan pengalaman-pengalaman terbangnya yang seru. Waktu menunggu tiga jam lebih menjadi tidak terasa karena kami asyik mengobrol. Saran saya, kalo kalian ingin ber-paralayang lebih baik cek dulu cuaca di Batu, apakah memungkinkan untuk terbang atau tidak. Kalian bisa menghubungi contact person di website mereka http://www.paralayangbatu.com. Sayang kan kalo sudah jauh-jauh kesana tapi tidak bisa terbang.

Catching White Clouds
Catching White Clouds
Pertama kali datang dan gagal terbang
Pertama kali datang dan gagal terbang
Rendra di lokasi take off
Rendra di lokasi take off