Maya Bay @ Phi Phi Leh
Maya Bay @ Phi Phi Leh

Di hari ketiga ini, kami sudah siap sejak pukul 8.00 pagi untuk mengikuti Phi Phi Islands Tour. Sebelum ke tempat tour agent, kami sarapan dulu di rumah makan dekat hotel.  Sesampainya di tempat tour agent, ternyata kami masih kepagian, peserta tour yang lain belum ada yang datang. Daripada menunggu disitu, kami jalan2 lagi aja di area Tonsai Bay. Setelah berkeliling Tonsai Bay kami kembali ke tour agent dan langsung dipersilakan menaiki kapal berwarna biru yang bersandar di dermaga. Satu per satu peserta tour menaiki kapal, hanya ada 10 orang (termasuk kami) yang mengikuti tour ini, tiga orang Asia (dua cowok dan satu cewek), sepasang cowok cewek bule, dan tiga orang cowok bule. Jadi terasa sangat leluasa di kapal.

Tour leader kami bernama Ahmed (biasa dipanggil ‘A’), dia juga anak dari pemilik kapal yang kami naiki ini. Ahmed menjelaskan rute tour yang akan kami tempuh. Tour ini akan mengelilingi Phi Phi Islands, mulai dari Tonsai Bay, Bamboo Island, Mosquito Island, Monkey Beach, Maya Bay (Phi Phi Leh), dan Viking Cave. Pertama kapal kami berhenti di tengah laut dekat Tonsai Bay, kami dipersilakan turun ke laut untuk snorkeling. Kami snorkeling tidak jauh dari kapal. Tapi tidak ada satu ikan pun yang terlihat di bawah, udah gitu arus airnya kenceng banget lagi. Secara saya ga pinter berenang maka saya buru2 berusaha balik ke kapal, takut kebawa arus. Hehehe….

Bamboo Island

Bamboo Island
Bamboo Island

Tujuan selanjutnya adalah Bamboo Island. Bamboo Island adalah sebuah pulau kecil di timur laut Phi Phi Don. Air lautnya berwarna torquise dan pasirnya lembut sekali. Karena kapal kami cukup besar, maka kami tidak bisa merapat di pantainya. Untungnya kapal kami dilengkapi dengan kano, jadi peserta tour bisa menuju ke pantai dengan menaiki kano. Saya dan Kena agak ragu untuk naik kano, secara itu kan di laut lepas yang arusnya lumayan kenceng. Ntar kalo kita kebawa arus ke tengah laut gimana.

Rupanya ‘A’ menyadari kagalauan hati kami, dan sepertinya dia kasihan sama kami. Dia bertanya apa saya bisa berenang, saya jawab aja enggak. Trus dia tanya lagi apa saya bisa mendayung kano, saya jawab enggak lagi (dengan muka memelas tentunya). Hehe.. Trus dia menawarkan untuk mengantar kami ke pantai dengan kano, jadi dia yang dayung kanonya. Ya jelas aja kami mauuu. Asyiiikk, jadi ga usah capek2 mendayung. Kami naik kano bertiga, ‘A’ yang mendayung duduk paling belakang. Enak banget nih, tinggal duduk2 nyampe deh di pantai.

Sesampainya di pantai, saya yang udah kena mabuk laut selama di kapal beristirahat dulu sebentar. Kemudian ‘A’ mengajak saya snorkeling. Laut di pantai Bamboo Island ini diberi pembatas area khusus untuk berenang dan snorkeling. Bawah lautnya hanya ada sedikit ikan dan ga berwarna ikannya. Karena ga menarik, saya ga lama2 snorkeling di sana. Menurut cerita ‘A’, pulau ini dinamakan Bamboo Island karena dulunya penuh dengan pohon bambu disini. Tapi pohon2 bambu itu tersapu habis oleh Tsunami tahun 2004.

Mosquito Island

Mosquito Island
Mosquito Island

Setelah semua peserta tour kembali ke kapal, kami melanjutkan perjalanan menuju Mosquito Island. Mosquito island adalah pulau yang penuh limestone cliff rock sepanjang 700 meter. Di sini kapal hanya berjalan pelan, tidak berhenti.

Monkey Beach

Monkey Beach
Monkey Beach

Pemberhentian berikutnya adalah monkey beach, sebuah pantai yang dihuni banyak monyet. Peserta tour dipersilakan untuk berenang atau naik kano menuju pantai. Karena saya dan Kena ga suka sama monyet yang usil (apalagi setelah pengalaman sandalku diambil monyet di Uluwatu), maka kami duduk2 aja di atas kapal sambil minum teh hangat. Begitu turis2 yang lain sampai di pantai, monyet2 langsung berdatangan menghampiri mereka. Ihh males banget deh. Kru kapal juga memasang papan loncat untuk terjun bebas dari atas kapal ke laut. Kru kapal dan cowok2 bule pun berloncatan dari atas kapal. Setelah waktu yang diberikan habis, peserta tour diminta kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan utama kita, yaitu……

Maya Bay (Phi Phi Leh)

The beautifull Maya Bay
The beautifull Maya Bay

Inilah tempat shooting film The Beach nya Leonardo Dicaprio, tempat yang sudah sejak lama ingin saya kunjungi. Kalau lihat di film dan foto2. tempat ini terlihat indah dan eksotis banget. Kapal berhenti di ujung Maya Bay karena tidak bisa merapat di pantai. Kemudian kami semua naik kano, dan tentu saja lagi2 ‘A’ yang mendayung kano kami. Orang itu emang baik banget deh.

Maya Bay memang sangat indah, pantainya berpasir putih yang lembut dan air lautnya berwarna torquise. Yang membuat istimewa adalah tebing2 karst menjulang yang mengelilinginya, Subhanallah…. sungguh indah…  Kemudian saya dan Kena berfoto2 di pantai. ‘A’ dengan sukarela memotret kami berdua, jadi kami bisa berpose berkali2 sesuka kami. Kemudian ‘A’ mengajak kami ke Loh Samah Bay yang berada di balik Maya Bay. Kami melewati jalan setapak menuju ke dalam pulau dan tidak lama kemudian sampai di Loh Samah Bay. Karena hujan turun kami pun buru2 kembali ke Maya Bay. Sama seperti di Bamboo Island, laut di Maya Bay diberi pembatas untuk turis2 yang mau berenang dan snorkling. Jadi di area itu kapal tidak boleh lewat dan bersandar. Saya dan Kena tidak tertarik untuk berenang, kami berjalan2 saja untuk menikmati keindahan pantai ini.

Phi Phi Leh
Phi Phi Leh

Untuk berkunjung ke Phi Phi Leh, semua turis harus membayar 100 Baht untuk sumbangan ke taman nasional ini. Phi Phi Leh merupakan pulau yang tak berpenghuni, jika mau menginap disini harus berkemah. Ada agen tour yang menawarkan paket tour berkemah di Phi Phi Leh. Tapi saya kok tidak tertarik yaa, mending nginap di Phi Phi Don aja deh.

Setelah waktu satu jam yang diberikan telah habis, kami bertiga kembali ke kapal dengan kano (yg tentu saja didayung oleh ‘A’ yang baik hati). Bye bye Maya Bay yang indah… Semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi….. Kemudian perjalanan dilanjutkan untuk kembali ke Phi Phi Don. Di perjalanan kapal melewati Viking Cave, sebuah gua di dalam tebing di pinggir laut, mirip2 guanya bajak laut gitu deh.

Viking Cave
Viking Cave

Sebelum matahari terbenam kami sudah sampai di Tonsai Pier. Akhirnya tour hari ini selesai sudah. Malamnya saya dan Kena makan malam di Tonsai resto. Restoran yang terletak di tepi Tonsai Bay ini merupakan restoran yang terbesar di pulau ini. Suasana di resto ini sangat romantis karena tempat makannya terletak outdoor di tepi laut dengan cahaya lilin yang temaram. Tapi karena efek dari mabuk laut tadi saya tidak bisa menikmati makanan yang disajikan. Hari ini kami akhiri dengan mengunjungi kios kaos yang kemarin untuk membeli beberapa kaos lagi. What a wonderfull day… Thanks God….

image
One afternoon in Maya Bay
Saya dan Kena di Maya Bay
Saya, Kena, dan 'A' naik kano. Tinggal duduk manis, nyampe deh...
Saya, Kena, dan ‘A’ naik kano. Tinggal duduk manis, nyampe deh…
Maya Bay
My dream came true