Search

Here, There, & Everywhere

my travel notes

Xi’an Kota Tua yang Penuh dengan Peninggalan Sejarah

DSC00446
Bell Tower

Ini cerita perjalanan saya di tahun 2016 lalu. Cerita ini terlambat ditulis karena saya berpindah kerja ke Jakarta tepat setelah saya pulang dari perjalanan ini. Jadi ceritanya saya penasaran pengen melihat Terakotta Army yang berada di Xian. Saat Air Asia membuka promo dan ada tujuan Xi’an di daftarnya, saya langsung mengajak teman-teman saya untuk travelling kesana. Akhirnya saya mendapat dua orang yang ingin ikut ke Xi’an. Agar lebih banyak yang bisa kami lihat maka saya menambahkan Chengdu sebagai kota tujuan kedua. Kebetulan saya juga ingin melihat panda di kota asalnya. Jadi kami membeli tiket pulang pergi Jakarta-Xian dan Chengdu-Surabaya untuk keberangkatan akhir Maret sampai awal April 2016.

Setelah perjalanan yang melelahkan dari Surabaya-Jakarta-KualaLumpur-Xian, akhirnya pesawat kami mendarat di Xian Xianyang International Airport pukul 11 malam. Saya sudah memesan pihak hostel untuk menyediakan mobil yang menjemput di bandara. Berhubung kami tiba tengah malam maka saya tidak mau mengambil resiko untuk menaiki transportasi umum lainnya. Setelah melewati imigrasi kami mencari-cari driver yang menjemput kami. Ternyata yang menjemput adalah pengemudi taxi. Oke gapapa yang penting kami sampai di hostel dengan cepat dan aman tanpa ada resiko nyasar karena kesulitan komunikasi dengan driver.

DSC00419
Hostel kami di Xi’an

Kami menginap di Ancient City Youth Hostel yang terletak di Lian Hu Road. Saya memilih hostel ini karena lokasinya yang strategis, hanya perlu berjalan sedikit menuju pemberhentian bus terdekat. Kamar yang kami tempati adalah standard 3 bed private ensuite dengan harga CNY 240 per malam. Kami menginap tiga malam disini sebelum berpindah kota ke Chengdu. Setelah urusan check in selesai kami segera beristirahat malam ini.

Besoknya, tujuan pertama kami setelah makan di KFC adalah ke stasiun kereta Xi’an untuk mengambil tiket. Saya sudah memesan tiket kereta melalui situs ctrip. Untuk rute Xi’an-Chengdu saat itu belum ada high speed train (kalo sekarang sudah ada), jadi waktu tempuhnya cukup lama yaitu 16 jam. Ada 3 pilihan di kereta ini yaitu, soft sleeper, hard sleeper dan hard seat. Saya memilih kereta soft sleeper agar nyaman selama di perjalanan. Harga tiket kereta soft sleeper pada saat itu adalah CNY 315.

DSC00431
Stasiun Kereta Xi’an

Sesampainya di stasiun kereta kami menunjukkan kertas print out reservasi kereta ke petugas stasiun, lalu mereka menunjukkan loket mana yang harus saya datangi. Kami mendatangi loket 1 dan menunjukkan print out reservasi dan paspor kami, kemudian kami diberi tiket kereta. Cukup mudah bukan. Pastikan kalian melakukan reservasi online terlebih dahulu agar tidak kehabisan tiket.

Setelah urusan tiket beres, tujuan pertama kami adalah Bell Tower. Bell Tower adalah salah satu landmark kota Xian yang dibangun pada tahun 1384 oleh Kaisar Zhu Yuanzhang. Bangunan ini terletak di bundaran di tengah jalan raya. Untuk mencapainya kita harus melalui underpass. Harga tiket masuk ke Bell Tower adalah CNY 35. Tapi jika kita sekaligus membeli tiket masuk Drum Tower maka harganya menjadi CNY 50 untuk dua tower tersebut, jadi lebih hemat. Bangunan ini memiliki tinggi 36 meter, berdiri di atas bata sepanjang 35,5 meter dan tinggi 8,6 meter di tiap sisinya. Diberi nama Bell Tower karena terdapat lonceng raksasa yang terbuat dari logam yang memberitahukan waktu. Bell Tower ini berdiri tepat di tengah-tengah kota Xian, di persimpangan empat jalan utama: South Main Street, North Main Street, East Main Street, dan West Main Street.

DSC00487
Lonceng raksasa di Bell Tower

Selanjutnya kami menuju Drum Tower yang letaknya tidak jauh dari Bell Tower. Drum Tower dibangun pada tahun 1380 oleh Kaisar Hongwu pada masa Dinasty Ming, dan telah direnovasi dua kali pada masa Dinasty Qing pada tahun 1699 dan 1740.  Pengunjung dapat naik ke lantai dua dan menikmati pemandangan dari atas. Terdapat 24 drum di sisi utara dan selatan drum tower. Dahulu kala, khususnya pada jaman Dinasty Yuan, drum-drum yang ada disini digunakan sebagai penanda waktu dan juga alarm saat ada keadaaan darurat.

DSC00542
Drum Tower
DSC00514
Deretan Drum di Drum Tower

Persis di sisi utara Drum Tower terdapat Beiyuanmen Muslim Market yang di sepanjang jalannya menjual beraneka makanan halal. Sore ini kami berencana untuk mengunjungi Great Mosque dulu, setelah itu wisata kuliner di Muslim Quarter. Jalan menuju Great Mosque berupa gang sempit yang kanan kirinya dipenuhi kios-kios penjual souvenir. Sesampainya di Great Mosque kami membeli tiket masuk seharga CNY 25. Sebenarnya untuk orang muslim gratis masuk ke area masjid ini, tapi karena kami lagi tidak sholat dan kesana untuk berwisata jadi kami membeli tiket saja.

DSC00595
Great Mosque

Area Great Mosque ini cukup luas, halamannya dipenuhi dengan taman yang indah dengan pohon-pohon dan bunga-bunga yang sedang bemekaran. Masjidnya berada di bagian paling belakang. Masjid ini dibangun tahun 742 pada masa Dinasty Tang, merupakan hasil dari penyebaran agama Islam di barat laut China oleh pedagang dan pengembara dari Persia dan Afganistan selama pertengahan abad ketujuh. Beberapa pedagang dan pengembara tersebut menetap di China dan menikahi wanita-wanita bangsa Han. Keturunan mereka menjadi muslim sampai saat ini.

DSC00579
The Wooden Memorial Archway

Great Mosque berdiri di area seluas 13.000 meter persegi, dengan luas bangunan seluruhnya 6.000 meter persegi. Areanya berbentuk persegi panjang dari timur ke barat dan dibagi menjadi empat halaman. Di halaman pertama terdapat The Wooden Memorial Archway. Gapura ini dibangun pada awal abad ke-17, jadi telah berumur 390 tahun. Di kedua sisi gapura terdapat beberapa rumah yang di dalamnya dipamerkan furniture-furniture yang dibuat pada jaman Dinasty Ming dan Qing.

DSC00600
The Five – Room Hall

Di tengah-tengah halaman kedua terdapat The Five – Room Hall. Kemudian setelah melewati The Five – Room Hall kita akan menjumpai The Stone Memorial Gateway. Di atas gerbang utamanya terdapat tulisan kaligrafi China yang berarti: The Court of The Heaven. Kompleks batu ini dibangun pada jaman Dinasty Ming.

DSC00605.JPG
The Stone Memorial Gateway

Di tengah halaman ketiga terdapat The Introspection Tower yang berbentuk menara, merupakan bangunan tertinggi di seluruh kompleks masjid yang berfungsi untuk menyuarakan adzan, memanggil orang-orang muslim untuk shalat. Menara ini memiliki dua lantai dengan tiga lapis atap yang berbentuk oktagonal. Menurut guide book yang saya baca, di sisi selatan menara berdiri Official Reception Hall dan di sisi utara berdiri Lecture Hall, dimana di dalamnya disimpan Al Quran tulisan tangan dari jaman Dinasty Ming dan peta Kota Mekkah dari jaman Dinasty Qing.

the-great-mosque-7
The Introspection Tower – foto diambil dari google

Pada halaman terakhir, pengunjung pertama kali akan melihat The One God Pavilion. Bangunan ini berbentuk kombinasi antara gerbang dan paviliun tradisional China. Paviliun-nya sebagai bangunan utama di tengah berbentuk segi enam dengan atap menengadah. Sementara kedua bagian sampingnya berbentuk segitiga dan menengadah seperti gapura. Arsitektur keseluruhan dari bangunan ini terlihat seperti burung Phoenix yang sedang membuka sayapnya dan akan terbang, oleh karena itu bangunan ini juga dinamakan The Phoenix Pavilion. Di bawah atapnya, terdapat papan kecil dengan dekorasi ukiran naga yang tergatung. Tulisan di papan itu adalah “One God”, yang ditulis oleh seorang pejabat tinggi pada jaman Dinasty Ming.

DSC00680copy
The One God Pavilion

Setelah melewati empat halaman sampailah kita di bangunan masjid yang terletak di paling ujung kompleks ini. Masjid ini besar dan sangat indah dengan arsitektur tradisional China. Atapnya ditutup dengan genteng berwarna biru. Masjid ini bisa menampung seribu jamaah untuk menjalankan shalat pada waktu yang sama.Saya sangat menyesal saat itu tidak bisa masuk dan shalat di dalam masjid ini karena selain ingin merasakan shalat di salah satu masjid tertua, saya juga ingin melihat arsitektur di dalamnya. Menurut guide book yang saya baca, di dalam masjid, seluruh halaman Al Quran diukir di 600 papan kayu besar, 30 diantaranya tertulis dalam tulisan China dan sisanya ditulis dengan huruf Arab. Ini adalah karya seni ukir yang menakjubkan dan jarang ditemukan di masjid-masjid lain di seluruh dunia.

DSC00635
Bangunan Masjid

Jika berkunjung ke Xian, jangan lewatkan Great Mosque ini, karena selain sejarahnya dari berabad-berabad yang lampau, masjid ini juga memiliki arsitektur yang merupakan perpaduan gaya muslim dan China tradisional. Pada saat kami disana menjelang waktu ashar, adzan dikumandangkan dan orang-orang berdatangan untuk sholat. Sayang sekali saat itu kami tidak bisa mengikuti sholat di salah satu masjid yang tertua di China ini.

DSC00672
Para jemaah selesai melaksanakan sholat Ashar

Setelah mengeksplor Great Mosque sekarang tiba saatnya untuk berbelanja souvenir dan wisata kuliner di Muslim Quarter. Sambil berjalan menuju Muslim Quarter kami melihat-lihat souvenir yang dijual di sepanjang jalan. Kami membeli beberapa kaos untuk oleh-oleh. Saya juga membeli satu set patung perunggu Terracotta Army untuk pajangan di rumah.

DSC00565copy
Beiyuanmen Street

Beiyuanmen Muslim Market berada di sebuah jalan sepanjang 500 meter yang terletak d sebelah utara Drum Tower. Jalan ini dipaving batu berwarna gelap dan di kanan kirinya berjajar pohon-pohon yang membuat teduh jalan ini. Banyak sekali makanan halal yang dijajakan di Beiyuanmen Muslim Market dan semuanya halal lhooo… Penjualnya semua muslim. Rasanya pengen makan semua makanan yang dijajakan disana. Atas rekomendasi dari seorang turis Indonesia yang kami temui di Great Mosque, malam ini kami ingin makan mie bayam yang katanya lezat. Setelah memakannya memang enak sekali mie ini. Sluuurrrp… lezat….

DSC00703
Mie Bayam

Lalu ada banyak sate-satean yang sangat menggiurkan disana. Ada sate bakso, sate tempura, sate fish cake, sate daging, dan sate cumi yang sangaaat enak. Yang bikin enak semua sate ini adalah bumbunya yang sangat khas. Dan menurut saya yang paling juara adalah sate cuminya. Mungkin kalo saya tinggal selama satu bulan di kota ini saya akan menggendut dengan pasti.

DSC00702
Aku, Yuni dan Sate Cumi
DSC00708
Semua makanan disini halal

 

DSC00731
Drum Tower at night

 

 

Trekking Seru ke Air Terjun Tumpak Sewu

IMG_2186
Air Terjun Tumpak Sewu

Sudah lama saya penasaran dengan air terjun Tumpak Sewu sejak mulai terkenal di tahun 2015 lalu. Akses jalan menuju air terjun ini memang baru dibuka pada tahun 2015. Berdasarkan informasi yang saya baca di internet jalan menuju air terjun cukup sulit untuk dilalui, oleh karena itu saya masih menunggu siapa tau nanti akan ada perbaikan akses menuju air terjun ini sehingga menjadi mudah untuk dilalui.

Akhirnya pada akhir november kemarin ada ajakan dari teman-teman saya untuk berwisata ke Tumpak Sewu. Tentu saja saya langsung bersedia, kebetulan weekend itu memang jadwal saya pulang ke Surabaya. Tapi yang jadi masalah adalah saya harus mengajak anak saya kesana. Oleh karena itu sebelum berangkat saya mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai medan yang harus dilalui untuk menuju air terjun ini.  Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari internet medannya cukup sulit dan sepertinya tidak ada anak-anak yang pernah sampai ke dasar air terjun. Akhirnya di sebuah blog saya menemukan nomor telepon seorang guide yang juga pengelola wisata air terjun Tumpak Sewu. Menurut bapak guide yang bernama Pak Yanto, jalur menuju dasar air terjun tidaklah sulit dan berbahaya. Saya juga bertanya ke Pak Yanto apakah anak kecil bisa ikut turun dan jawabannya adalah bisa asal didampingi guide. Sejak awal saya memang ingin menggunakan jasa guide supaya aman dan tentram hati ini *Eeaaa….

Karena jarak dari Surabaya menuju Lumajang cukup jauh, kami memutuskan untuk mengunjungi Tumpak Sewu pada Minggu pagi. Jadi kami berangkat dari Surabaya Sabtu pagi menuju pantai selatan Malang dulu baru sorenya kami lanjutkan perjalanan menuju Lumajang. Lokasi Tumpak Sewu ini memang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang. Air terjun ini bisa diakses dari dua kabupaten, dari sisi Malang melalui Desa Sidorenggo dan dari sisi Lumajang melalui Desa Sidomulyo. Kami memilih akses dari Desa Sidomulyo, Kec Pronojiwo karena disini ada spot panorama untuk melihat air terjun dari ketinggian. Jadi seandainya cuaca buruk dan kami tidak bisa turun kami masih bisa menikmati keindahan air terjun ini dari spot panorama. Pada musim hujan seperti sekarang jika ingin turun ke air terjun lebih baik pada pagi hari karena cuaca pagi biasanya cerah, belum turun hujan.

Jalan menuju Tumpak Sewu dari arah Malang adalah melewati rute Bululawang – Dampit – Tirtomoyo – Pronojiwo. Dari perbatasan Malang-Lumajang sekitar 500 meter sampailah kita di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, di sebelah kanan jalan kita akan melihat papan tanda masuk obyek wisata Air Terjun Tumpak Sewu. Sesampainya di tempat parkir, Pak Yanto sudah menyambut. Kami akan menginap di homestay miliknya malam ini. Harga homestay nya adalah Rp50 ribu per orang. Murah dan praktis kan. Besok paginya kita tinggal berjalan kaki menuju air terjun.

DSC06823
Pintu masuk

Keesokan paginya setelah sarapan kami berangkat ke air terjun pukul 07.30. Harga tiket masuk per orang adalah Rp10 ribu. Kami melewati kebun salak sebelum mencapai spot panorama. Jarak dari pintu masuk ke spot panorama ini sekitar 400 meter, jalannya sudah disemen jadi mudah dilalui oleh siapa saja.

DSC06824
Rendra di kebun salak

Di spot panorama kita bisa melihat megahnya air terjun raksasa ini dari ketinggian. Saat kami baru tiba disana tiba-tiba kabut naik dari bawah, wah jadi tertutup kabut nih air terjunnya. Tapi Pak Yanto bilang tidak usah khawatir, tunggu saja 5 menit nanti kabutnya hilang. Dan memang benar tidak lama kemudian kabut hilang dan kami pun mulai berfoto disana. Saat kami berfoto muncul pelangi yang terlihat di depan air terjun, awalnya pelanginya masih pendek dan tidak jelas, lama kelamaan pelanginya makin panjang dan jelas. Indah sekali… Melihat air terjun raksasa ini saja sudah indah apalagi ditambah pelangi yang menghiasinya.

IMG_1957
Pelangi di air terjun

Setelah menghabiskan waktu cukup lama di spot panorama kami memulai perjalanan turun ke dasar air terjun. Pagi ini cuaca cerah jadi kami bisa turun, tapi tadi malam hujan deras sehingga jalan yang harus kami lalui menjadi licin. Kami menuruni tangga bambu yang cukup panjang. Sebenarnya tidak sulit jika tangga bambunya masih bagus dan lengkap. Yang menjadi masalah adalah tangga ini sudah banyak yang rusak. Banyak anak tangga yang hilang, kadang ada dua anak tangga yang hilang sekaligus jadi kami harus duduk dulu dan menggapai anak tangga berikutnya. Kami yang perempuan-perempuan cukup kesulitan melewati tangga ini, tapi Pak Yanto dengan mudah dan cepat melewatinya sambil menggendong anak saya. Yup… anak saya sebagian besar digendong dalam perjalanan ini kecuali saat jalannya datar dia berjalan sendiri. Saat musim hujan seperti sekarang kita harus ekstra hati-hati karena jalurnya licin.

IMG_2025
Menuruni tangga bambu
IMG_1996
Tangganya sudah banyak yang rusak

 

Selain tangga bambu kami juga harus melewati tebing yang dialiri air. Yang pertama hanya menyeberang saja, yang kedua kami harus menuruninya. Pak Yanto sama sekali tidak kesulitan menuruni tebing ini sambil menggendong anak saya. Cepat sekali gerakannya sampai saya tidak sempat memfotonya. Kami yang perempuan2 dibantu Pak Yanto untuk menuruni tebing ini, ada tali tambang juga untuk membantu kita turun. Setelah menuruni tebing ini perjalanan turun tinggal sedikit lagi.

IMG_2035
Menyeberangi aliran air
IMG_2047
Dibantu guide menuruni tebing
IMG_2067
Turun tebing

Sesampainya di bawah kami bertemu persimpangan jalan, ke kanan menuju air terjun, ke kiri menuju Goa Tetes. Di arah menuju air terjun ada pos penjaga, disini kita harus membayar uang masuk Rp5 ribu per orang. Kemudian kami berjalan lagi  menuju dasar air terjun. Pemandangan disini sangat memukau, jalan yang kami lalui diapit tebing-tebing tinggi. Entah kenapa suasananya terasa magis. Rasanya seperti berada di setting film-film petualangan fiksi, membuat saya jadi membayangkan sebentar lagi ada naga yang terbang di atas kami.

IMG_2086
Jalur favoritku
IMG_2104
Full team

Medan yang kami lalui berikutnya adalah sungai. Sungai ini memisahkan wilayah Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang. Kami dua kali menyeberangi sungai, yang pertama dengan melewati jembatan besi kecil. Jembatannya sangat kecil, hanya selebar satu kaki dan pegangannya hanya satu sisi. Kemudian menyeberang yang kedua kali tidak ada jembatannya, hanya ada tali tambang untuk berpegangan agar tidak terseret arus. Sungai ini memang tidak dalam, tapi arusnya cukup kuat.

IMG_2112
Melewati jembatan kecil
IMG-20171208-WA0018
Menyusuri sungai
20171126_094813
Menyeberangi sungai

Setelah dua kali menyeberangi sungai sampailah kami di dekat dasar air terjun. Pak Yanto mengajak kami naik ke atas bukit kecil untuk mendapatkan spot foto terbaik. Dan saat melihat spot foto terbaik yang dimaksud Pak Yanto saya tidak yakin untuk berfoto disitu. Spot ini adalah sebuah batu yang menjorok di tempat yang tinggi. Ketinggiannya dari dasar kira-kira mencapai 8 meter. Saat saya masih ragu tiba-tiba Pak Yanto sudah menggeret saya ke batu itu dan bilang “Udah sampai sini sayang mbak kalo gak foto disitu. Itu temennya udah nungguin di seberang buat motoin” Iya juga sih mengingat perjuangannya buat turun kesini. Akhirnya saya foto juga deh di batu itu.

IMG_2190
Ini ga berani gerak.. takut kepleset

Kalo mau foto disitu hati-hati ya… Batunya selalu basah karena terkena percikan air terjun jadi licin. Saya aja ga berani pindah posisi pas disitu, padahal pengen foto menghadap belakang. Hahaha…..

 

IMG_2247
Full team basah kuyup

Setelah puas menikmati kemegahan air terjun ini kami berbalik arah menuju Goa Tetes karena nanti kami akan keluar melalui jalur Goa Tetes. Kami kembali harus menyeberangi sungai lagi dan berjalan menyusuri sungai.

20171126_110107
Jalur trekking ke arah Goa Tetes

Setelah menyusuri sungai kami bertemu sebuah telaga yang diberi nama Telaga Biru oleh penduduk sekitar. Kenapa diberi nama telaga biru? Hmm sepertinya sih karena ada bagian telaga yang warna airnya biru. Yah walaupun hanya bagian kecil, yaitu di sudut dekat curug. Oya disini ada pos penjaga lagi dimana kita harus membayar Rp 5 ribu per orang untuk menikmati telaga ini.  Kami beristirahat dulu disini, saya nyobain berendam di telaga sambil foto ala ala bidadari yang lagi mandi. Hehehe…

IMG_2301
Mandi di telaga biru
DSC06844
Indah banget kan telaganya
DSC06841
Ada yang lagi pemotretan

Setelah menikmati telaga tibalah saat yang tidak menyenangkan yaitu perjalanan kembali ke atas. Kami melewati jalan berundak yang licin kemudian menaiki tebing yang dialiri air. Pak Yanto dengan mudah dan cepatnya menaiki tebing sambil menggendong anak saya (saya sampai tidak sempat mengabadikan gambarnya). Sementara saya bingung gimana cara naiknya. Hahaha… Untunglah Pak Yanto kembali lagi untuk menjemput kami dan memandu kami untuk naik ke atas. Yang menyulitkan disini adalah batunya banyak yang licin sehingga harus memilih mana yang aman untuk dipijak.

DSC06846
Jalur yang kami lalui.. Batu-batuan licin yang ditumbuhi lumut

Setelah sukses menaiki tebing ini, Pak Yanto mengajak kami untuk naik lagi ke atas menuju ke dalam Goa Tetes. Kami pun menolak mentah-mentah ajakannya. Kami sudah lelah jadi tidak sanggup lagi jika harus naik ke atas dengan jalur bebatuan yang licin. Ampuun deh… mana perjalanan naik masih panjang lagi.

DSC06849
Hati-hati terpleset

Jalur selanjutnya adalah tangga semen yang curam dan panjang. Entah kenapa undakan tangga ini dibuat tinggi sehingga membuat cepat lelah. Sepertinya tangga ini yang membuat paha saya kaku selama 3 hari. Di tengah jalur ada warung yang menjual gorengan dan minuman, kami pun beristirahat dulu disini sambil menikmati gorengan. Setelah mengisi tenaga kami lanjutkan lagi perjalanan sampai anak tangga habis. Alhamdulillah sampai juga ya di atas.

IMG-20171214-WA0006
Tangga di jalur Goa Tetes – minjem foto Yunia

Kami keluar melewati pos pintu masuk Goa Tetes. Pos ini berjarak sekitar 500 meter dari pintu masuk Tumpak Sewu. Dari sini kami langsung kembali ke homestay untuk mandi dan makan mie instant yang sudah disiapkan oleh istri Pak Yanto.

DSC06820
Homestay Pak Yanto

Bagi orang-orang yang sering mendaki gunung mungkin jalur trekking ke Tumpak Sewu ini terasa mudah, tapi bagi saya yang seringnya jalan hanya di jalan-jalan datar saja jalur ini cukup menantang. Oleh karena itu jika kalian bukan pecinta alam dan pendaki, sebaiknya gunakanlah jasa guide untuk turun ke dasar air terjun. Silahkan hubungi Pak Yanto di nomor 085331238963. Orangnya sangat ramah dan helpfull.

IMG_2046
Pak Yanto membantu saya menuruni tebing

Walaupun jalur trekkingnya cukup susah, saya sangat menikmati perjalanan  ke Tumpak Sewu ini. Seru, menyenangkan, dan menantang. Ditambah lagi dengan pemandangan yang indah dan hijau selama perjalanan. Dan tentunya pemandangan air terjun Tumpak Sewu itu sendiri yang megah, indah, dan menakjubkan. Bolehlah kalo diajak kesini lagi…. Tapi tahun depan yaa… ^_^

IMG_2168
Air terjun yang indah dan megah

 

 

 

Jalan-jalan di Hong Kong Island Bersama Rendra

20151029_153210 1
The Peak, 2015

Hari berikutnya kami berencana jalan-jalan di seputaran Hong Kong Island. Dari hostel kami berjalan ke Kowloon Point Ferry Piers at Salisbury Road. Kami naik ferry untuk menyeberang ke Hong Kong Island. Perjalanan naik ferry ini sangat menyenangkan, kita bisa melihat pemandangan gedung-gedung tinggi yang berjajar di Hong Kong island.

DSC_0195
di atas ferry

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, ferry yang bernama Star Ferry ini sudah menjadi tumpuan hidup warga Hong Kong sejak 100 tahun lalu, tidak pernah berhenti beroperasi kecuali saat ada angin topan. Untuk menyeberangi lautan dari Kowloon ke Hong Kong Island, ferry adalah alat transportasi yang paling murah (lebih murah daripada MTR). Ada dua jenis tempat duduk di ferry ini, yaitu upper deck dan lower deck. Tarif untuk upper deck adalah HKD 2,5, sedangkan untuk lower deck HKD 2. Pilihlah tempat duduk upper deck agar bisa melihat pemandangan dengan leluasa. Pintu masuk di dermaga dibedakan untuk upper deck dan lower deck, jangan salah masuk, perhatikan petunjuk arahnya. Interval keberangkatan ferry ini cukup cepat yaitu antara 10 – 20 menit. Waktu tempuhnya dari dermaga Kowloon ke Central sekitar 15 menit. Tiket ferry bisa dibayar menggunakan Octopus Card.

DSC_0202
Star Ferry

Tujuan kami yang pertama adalah Victoria Park. Sebenarnya kami kesana hanya karena ingin merasakan naik tram. Tram hanya ada di Hong Kong Island mulai dari Northpoint di sisi Timur hingga Kennedy Town di sisi paling Barat. Setelah keluar dari Central Pier kami berjalan melewati jembatan panjang menuju halte tram terdekat. Kami naik tram menuju Victoria Park di daerah Causeway Bay. Cara naik tram ini adalah naiknya dari pintu belakang, kemudian keluar dan bayarnya di pintu depan. Tram bisa dibayar menggunakan Octopus Card.

DSC_0227
Tram

Kami turun tepat di depan Victoria Park. Victoria Park adalah sebuah taman luas yang di dalamnya terdapat fasilitas olah raga, yaitu antara lain lapangan basket dan futsal. Taman ini diberi nama sesuai dengan nama Ratu Inggris yaitu Queen Victoria mengingat Hong Kong merupakan bagian dari negara persemakmuran Inggris sebelum tahun 1997. Victoria Park menjadi tempat berkumpulnya pahlawan devisa dari Indonesia pada hari Minggu, hari libur mereka. Kami ke taman ini pada hari Selasa, jadi taman ini sepi sekali. Di pintu masuk taman terdapat patung Queen Victoria yang sedang duduk di singgasana.

DSC_0236
Victoria Park

Setelah beristirahat duduk-duduk di taman, kami melanjutkan perjalanan menuju The Peak. Kami naik Peak Tram dari Lower Peak Tram Terminus yang berlokasi di Garden Road, Central. Peak Tram adalah tram khusus yang berjalan di jalur menanjak hingga 50 derajat kemiringan. Tram ini akan mengantarkan kami menuju Victoria Peak. Peak tram beroperasi setiap hari mulai jam 7 pagi sampai tengah malam. Interval keberangkatan tram ini adalah setiap 10 sampai 15 menit. Waktu tempuh menuju The Peak adalah sekitar 7 menit. Perjalanan cukup seru dan mendebarkan karena tram ini berjalan menanjak dengan kemiringan hampir 50 derajat. Tiket satu paket naik Peak Tram + Museum Madam Tussaud + Sky Terrace adalah HKD 220 per orang.

DSC_0268
Peak Tram

Begitu sampai di atas kami langsung naik menuju Sky Terrace. Sky Terrace adalah tempat tertinggi untuk melihat kemegahan gedung-gedung pencakar langit Hong Kong dari atas The Peak. Dengan ketinggian 428 mdpl, Sky Terrace adalah tempat tertinggi dan terbaik dimana kita bisa melihat Hong Kong dari ketinggian yang menakjubkan dengan daya pandang seluas 360′. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Sky Terrace adalah mulai sore sampai malam. Jadi kita bisa melihat pemandangan dengan dua waktu yang berbeda. Pada malam hari pemandangan Hong Kong dari The Peak semakin terlihat indah karena lampu-lampu dari gedung-gedung tinggi menyala. Tapi karena waktu itu kami sampai disana masih siang hari maka kami melewatkan pemandangan malam harinya. Di Hong Kong matahari terbenam sekitar pukul 7 malam, jadi terlalu lama jika menunggu sampai gelap.

20151029_154323
Sky Terrace

Setelah puas melihat view kota Hong Kong dari Sky Terrace kami turun menuju Madame Tussauds Museum. Madame Tussauds Museum adalah sebuah museum lilin terkenal di London, Inggris, dengan cabang-cabang di beberapa kota besar di dunia, termasuk di Hong Kong. Museum ini pertama kali didirikan oleh pematung lilin Marie Tussaud. Patung-patung lilin Madame Tussauds terdiri atas tokoh-tokoh sejarah, keluarga kerajaan, bintang film, atlet tenar dan tokoh-tokoh kriminal yang tenar.

DSC_0371
Mama nempel sama Harry Styles aja

Rendra sangat menikmati kunjungan kami ke museum ini. Dia bersemangat untuk berfoto dengan patung-patung lilin. Tumben ya… biasanya susah banget disuruh senyum pas foto apalagi disuruh bergaya. Disini dia mau disuruh bergaya mengikuti gaya si patung dan juga sambil tersenyum lebar.

DSC_0383
Kung fu sama Jackie Chan

Hari sudah sore ketika kami turun dari Victoria Peak. Kami naik Peak Tram lagi kemudian naik MRT untuk kembali ke Kowloon. Kami mampir sebentar ke Tsim Sha Tsui Promenade untuk melihat view gedung-gedung pencakar langit di Hong Kong island. Cuaca sore ini mendung dan berkabut sehingga pemandangan menjadi tidak terlihat jelas. Sebenarnya  ada pertunjukan laser Symphony of Lights yang dimulai setiap pukul 20.00, tapi karena saat itu waktu baru menunjukkan pukul 17.30 maka terlalu lama jika kami menunggu. Kami masih harus berbelanja oleh-oleh malam ini. Rendra sudah terlihat lelah dan mengantuk tapi dia juga berulang kali mengingatkan agar jangan lupa membeli oleh-oleh untuk guru-gurunya. Oleh karena itu kami segera menuju Ladies Market untuk berbelanja.

DSC_0486
Promenade

Sampai disini petualangan Rendra di Hong Kong…. sampai jumpa di petualangan Rendra berikutnya ^_^

 

DSC_0366
Marilyn Monroe
DSC_0452
The Hulk
DSC_0406
Muhammad Ali
DSC_0454
Doraemon

 

DSC_0391
Bruce Lee
DSC_0432
The Beatles

 

 

 

 

Rendra Goes To “Rumah Mickey Mouse”

20151028_093844
Rendra sampai di Rumah Mickey Mouse

Ini adalah cerita perjalanan saya yang latepost banget. Anakku Rendra belum genap 6 tahun saat itu. Salah satu yang mendorong saya melakukan perjalanan ini adalah rasa bersalah saya. Saya sudah ke Disneyland dua kali dan ke Disney Sea satu kali, sementara Rendra belum pernah sama sekali. Dia sering melihat iklan Disneyland di salah satu channel TV kabel dan berkata, “Mama, aku mau ke rumah Mickey Mouse”.

“Rumah Mickey Mouse” itulah sebutan rendra untuk Disneyland. Yang dia tau tempat itu adalah tempat Mickey Mouse & friends tinggal. Akhirnya saat Air Asia membuka promo saya memutuskan untuk membeli tiket Surabaya-Hong Kong.

Mendekati hari H saya memberi tahu Rendra bahwa kami akan pergi ke Rumah Mickey Mouse. Betapa senangnya dia saat itu. Kemudian dia bertanya kepada saya:

Rendra : “Ma, Mickey Mouse nya disana itu mickey mouse beneran ato bukan?”

Mama   : “Ya Mickey Mouse beneran.” (*ga mau merusak fantasy-nya)

Rendra :  “Di dalamnya bukan ada orangnya?”

Mama   : “Mickey Mouse beneran dong.”

Rendra : “Hmm… Kalo ada resletingnya berarti ada orang di dalamnya. Tapi kalo gak ada resletingnya berarti Mickey Mouse beneran.”

Mama   : ” Oya kalo gitu besok rendra lihat ya mickey-nya ada resletingnya apa gak.”

Rendra : *senyum-senyum (jadi besok dia mau ngecek si mickey ada resletingnya ato gak).

20151027_085717
Transit di KLIA 2

 

Setelah menempuh perjalanan dari Surabaya ke Hong Kong selama satu hari, esoknya kami berangkat ke Rumah Mickey Mouse. Berhubung sekarang adalah bulan Oktober maka temanya adalah Halloween. Semua karakter Disney menggunakan kostum Halloween sehingga mereka semakin terlihat menggemaskan.

Main Street USA

0bf2089cc05b46bb84424065b3483af3
Rendra mau ngecek resletingnya Mickey

Pada saat taman dibuka karakter-karakter Disney berkumpul di area Main Street USA untuk meet and greet. Kami langsung mengantri di antrian Mickey n Minnie Mouse yang cukup panjang. Tapi gapapa, bukankah memang ini tujuan utama kami kesini… untuk bertemu Mickey Mouse dan melihat apa ada resleting ga di belakang si Mickey ini. Hehehe…

Mickey dan Minnie menggunakan kostum penyihir berwarna hitam dan ungu, lengkap dengan topi runcingnya. Mereka menyapa dan memeluk kami dan mengajak berfoto bersama. Rendra terlihat diam dan malu-malu, mungkin dia masih bingung Mickey dan Minnie ini beneran atau bukan. Hihihi…

3907c86e521645eb912abfe19698eded
Minta tanda tangan Mickey

Saya sengaja membawa scrap book untuk meminta tanda tangan karakter-karakter Disney disini. Setiap ke Disneyland saya selalu melihat anak-anak meminta tanda tangan ke karakter idola mereka. Nanti scrap book ini akan saya tempeli foto rendra bersama karakter Disney di atas tanda tangannya. Seharusnya rendra yang meminta tanda tangan, tapi dia masih malu-malu dan nervous mungkin karena bertemu tokoh kartun idolanya. Akhirnya saya deh yang mintain semua tanda tangan.

20151028_070749 1

 

Setelah bertemu Mickey dan Minnie selanjutnya kami menuju antrian Donald and Daisy Duck. Donald dan Daisy memakai kostum pumpkin. Lucu banget deh, perut si Donald yang gendut semakin terlihat menggemaskan karena memakai kostum ini.

5672fa0bf5b9404c849e2ef9e94ded7a

 

Tujuan berikutnya adalah Goofy dan Pluto. Goofy memakai kostum perban di sekujur tubuhnya, sedangkan Pluto memakai topi khas China.

 

822c27ca51094b9e90322a0995d65358

Toy Story Land

DSC_0141
Toy Story Land

Setelah meet and greet dengan tokoh-tokoh Disney sekarang saatnya bermain. Kami memasuki Toy Story Land dan bertemu Jessie disana. Tapi sayang sekali saat itu tidak ada Sheriff Woody.

20151028_131033
with Jessie

Rendra menaiki permainan Slinky Dog Spin bersama papanya. Permainan ini berbentuk kereta dalam tubuh Slinky Dog yang bergerak cepat berputar-putar mengejar ekornya sendiri. Di area Toy Story Land juga ada permainan RC Racer yang sangat memacu adrenalin, tapi saya sudah kapok ga mau naik permainan ini lagi. Rasanya jantung mau copot deh, gak lagi lagi… Rendra juga belum bisa menaiki permainan ini karena tinggi minimal yang diperbolehkan adalah 120 cm.

Adventureland

20151028_143116
Lion King Festival

Area selanjutnya yang kami masuki adalah Adventureland. Disini kami menonton pertunjukan Lion King Festival yang menceritakan kisah Simba and friends melawan Scar untuk merebut kembali tempatnya sebagai Raja Hutan yang sesungguhnya. Rendra malah tidur saat nonton pertunjukan ini, mungkin dia kelelahan dan suasana di dalam gedung yang sejuk membuat nyaman untuk tidur. Oya, jangan lupa lihat brosur jadwal acara untuk mengetahui jadwal pertunjukan ini dimulai.

DSC_0076
Jungle River Cruise

 

Kemudian kami naik Raft to Tarzan’s Treehouse, rakit ini membawa kami ke sebuah pulau kecil tempat Tarzan’s Treehouse. Setelah itu kami juga mengikuti atraksi Jungle River Cruise, sebuah tour dengan perahu mengarungi sungai misterius di hutan tropis. Kita akan bertemu bermacam-macam binatang antara lain gajah, jerapah dan zebra yang sedang minum air di tepi sungai, buaya-buaya yang sedang mencari mangsa , dan kuda nil yang sedang berendam di sungai. Binatang-binatang ini terlihat seperti binatang hidup karena bisa bergerak-bergerak, padahal semua itu hanya patung. River cruise ini dipandu oleh seorang guide. Sebelum memasuki antrian pilihlah bahasa mana yang kalian pilih, ada tiga pilihan bahasa yaitu Cantonese, Putonghua atau English. Jangan salah pilih antrian ya… karena nanti kalian ga ngerti apa yang dibicarakan guide-nya.

Fantasyland

DSC_0036
Rendra di depan Cinderella Castle

Fantasyland adalah area yang permainannya lebih ditujukan untuk anak-anak. Semua atraksi disini bisa dinaiki oleh balita, tentu saja juga bisa didampingi orang tua. Di Fantasyland, Rendra naik permainan Dumbo The Flying Elephant bersama papanya. Saya bertugas memfoto saja, sekarang sudah ga minat kalo naik permainan yang muter-muter gini karena cuma bikin pusing aja.

20151028_125537
Naik Dumbo

Kemudian kami menonton pertunjukan 3D di Mickey ‘s PhilharMagic. Pertunjukan 3D selama 10 menit ini bercerita tentang petualangan fantasy yang dibintangi oleh Donald Duck. Aksi Donald yang konyol ini akan membuat kita tertawa.

Satu lagi yang menarik di Fantasyland adalah atraksi The Many Adventures of Winnie The Pooh. Kita diajak berpetualang di hutan belantara dengan menaiki honey pot yang besar. Honey pot ini akan membawa kita masuk ke dalam cerita klasik Winnie The Pooh, petulangannya bersama Eeyore, Roo, Kanga, Rabbit, Owl dan Tigger.

DSC_0096
The Many Adventures of Winnie The Pooh

Oya, disini rendra juga naik Cinderella Carousel bersama papanya. Menurut referensi yang saya baca, permainan merry go round inilah yang menginspirasi Walt Disney untuk membuat Disneyland. Ia terinspirasi saat melihat anak perempuannya menaiki permainan ini di kota mereka. Sekarang, Cinderella Carousel selalu ada di setiap Disneyland di seluruh dunia dan menjadi favorit banyak orang dari anak-anak sampai orang tua (kecuali saya yang gak suka permainan muter-muter begini).

DSC_999
Cinderella Carousel

Grizzly Gulch

6a082eeba4364afb8753248c610e382f

Kemudian kami bertemu Chip and Dale di Grizzly Gulch. Mereka memakai kostum cowboy, lucu deh…. Di Grizzly Gulch ada wahana yang sangat seru yaitu Big Grizzly Mountain Runaway Mine Cars. Saya sudah pernah menaikinya saat pertama kali ke Disneyland tahun lalu. Wahana ini berupa kereta tambang yang naik turun pegunungan dan memasuki gua dengan kecepatan tinggi. Yang bikin seru adalah kereta ini tidak hanya berjalan maju dengan sangat cepat, tapi juga tiba-tiba saja membawa kita mundur juga dengan sangat cepat. Tapi karena rendra belum boleh menaiki permainan ini maka kami harus melewatkannya.

 

Tomorrowland

DSC_0044

Area terakhir yang kami kunjungi adalah Tomorrowland. Disini rendra dan papanya menaiki atraksi Orbitron, permainan berupa pesawat UFO yang berputar dengan cepat. Sebagai pilot pesawat luar angkasa ini kita bisa menentukan seberapa tinggi kita terbang dengan menggerakkan tuas yang ada di dalam pesawat.

DSC_0047
Orbitron

 

 

Flights of Fantasy Parade

20151028_154500
Donald n Goofy in Parade

Pertunjukan yang sangat tidak boleh dilewatkan di Disneyland adalah Disney Parade. Parade yang menampilkan semua tokoh Disney ini berjudul Flights of Fantasy Parade. Parade ini memang membawa kebahagiaan bagi yang melihatnya. Pokoknya senang sekali melihat tokoh-tokoh Disney menari-nari sambil menyapa kita di atas kereta hias. Agar tidak ketinggalan untuk melihat parade ini lihatlah jadwal yang tertera pada brosur. Biasanya parade ini berlangsung mulai pukul 15.30.

20151028_155023
Disney Princess

Disney Paint The Night

DSC_0123 1
Belle

Selain parade sore, pada malam hari juga ada parade lagi yang berjudul Disney Paint The Night. Sesuai namanya, parade malam hari ini mewarnai malam dengan cahaya. Kereta-kereta hias yang dinaiki tokoh-tokoh Disney dipenuhi lampu warna-warni, begitu pula kostum yang mereka pakai. Biasanya parade ini dimulai pada pukul 19.00.

DSC_0127 1
Toy Story

“Disney In The Stars” Fireworks

DSC_0152
After fireworks

Untuk menutup hari yang menyenangkan di Disneyland kita disuguhi pertunjukan fireworks yang spektakuler. Pertunjukan fireworks ini berlangsung di atas Sleeping Beauty Castle pada pukul 20.00. Kembang api warna warni ini dinyalakan di atas kastil diiringi musik klasik Disney. Pertunjukan kembang api yang indah ini menutup hari kami yang sempurna di Disneyland. Alhamdulillah sudah bisa memenuhi keinginan rendra mengunjungi Rumah Mickey Mouse ^_^

DSC_0181
Bye… bye… Rumah Mickey Mouse

 

 

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Nicoline's Journal

by Nicoline Patricia Malina

Alid Abdul

Travel till you die!

Harival Zayuka

Just another WordPress.com site

My Sanctuary

my travel notes

Claraberkelana.com

Travel Stories

The Traveling Cows

my travel notes