Search

Here, There, & Everywhere

my travel notes

Category

Thailand

Canoeing at Phang Nga Bay

Phang Nga Bay
Phang Nga Bay

Hari ini adalah hari terakhir liburan kami di Phuket. Besok pagi kami akan terbang ke Singapore untuk transit semalam sebelum kembali ke Jakarta. Hari terakhir ini akan kami habiskan untuk one day tour ke Phang Nga Bay yang terletak di Provinsi Phang Nga. Paket tour ini sudah kami beli kemarin dengan harga 1000 Baht per orang. Ada dua macam paket tour untuk berkeliling Phang Nga Bay, yang pertama adalah dengan big boat dan yang kedua adalah dengan speed boat. Kami memilih paket tour dengan big boat, ini karena harganya yang lebih murah dan tidak akan ada banyak goncangan di laut jika naik kapal besar. Kami dijemput di hotel pada pukul 8 pagi dengan minivan. Setelah menjemput beberapa turis lainnya, minivan tersebut membawa kami ke dermaga Ao Por Pier tempat kapal tour kami akan berangkat.

Rute Tour
Rute Tour

Tidak lama kemudian kami dipersilakan masuk kapal. Dan ternyata peserta tour ini banyak sekali, jauh lebih banyak daripada peserta tour keliling Phi Phi Island yang kami ikuti sebelumnya. Kapal jadi penuh sesak oleh turis-turis dari berbagai negara. Saat perjalanan dimulai guide kami menjelaskan rute tour yang akan kami tempuh. Pulau pertama yang akan kami singgahi adalah Panak Island, dan kemudian dilanjutkan ke Hong Island. Di dua pulau ini kami akan diajak berkano. Setelah itu yang selanjutnya adalah inti dari tour ini yaitu James Bond Islands. Kemudian tujuan yang terakhir adalah Naka Island.

Panak Island

Cave in Panak Island
Cave in Panak Island

Pulau yang pertama kami singgahi adalah Panak Island yang di dalamnya terdapat gua di dalam tebing. Pintu masuk gua tersebut berupa celah di bawah tebing.  Seluruh peserta tour akan diajak mengelilingi gua tersebut dengan menaiki kano. Kano-kano ini diangkut dengan kapal yang lain beserta crew pendayungnya. Setiap peserta tour diberikan nomor urut yang digunakan sebagai nomor antrian menaiki kano. Begitu nomor kami dipanggil kami dipersilakan menaiki kano yang menghampiri kapal kami. Tiap kano dinaiki dua orang turis dan satu pendayung. Jadi kami tinggal duduk santai dan diantar berkeliling di dalam gua. Gua di Panak Island ini adalah gua kelelawar, jadi di dalamnya baunya sangatlah tidak sedap dan gua ini sangat gelap, tidak ada cahaya sama sekali. tapi kami dipinjami senter untuk penerangan. Setelah keluar dari gua, pendayung kano kami menepikan kano dan turun ke daratan. DIa menyerahkan dayung kepada kami. Whaatt?? Kita disuruh dayung sendiri…?? Ternyata benar sodara-sodara. Kita memang disuruh dayung sendiri, tapi bukan disuruh dayung kembali menuju kapal. Kami hanya diminta untuk mencoba mendayung kano dan dia akan mengabadikannya dengan kamera milik kami. Kalo begitu.. baiklah,… Setelah berfoto-foto di atas kano, kami kembali ke kapal untuk meneruskan perjalanan.

Hong Island

Hong Island
Hong Island

Perhentian selanjutnya adalah Hong Island. Kami diajak berkano lagi disini dengan crew pendayung yang sama. Hong Island adalah pulau batu karang dengan teluk yang dikelilingi tebing-tebing yang curam. Pemandangan disini sangat keren dan kami menikmatinya sambil duduk terayun-ayun di atas kano. Menyenangkan dan nikmat sekali rasanya. Kami juga diajak memasuki celah-celah tebing dimana di dalamnya terdapat laguna yang sangat indah dengan cahaya matahari memasuki dari lubang di bagian atasnya. Bagi saya sangat breath taking waktu berada di dalam laguna ini. Saya dan Kena kali ini duduk berhadap-hadapan agar bisa saling memotret dengan leluasa.

Setelah asyik berkano, seluruh peserta tour disuguhi makan siang prasmanan di atas kapal sementara kapal melanjutkan perjalanan ke James Bond Islands. Meskipun bentuknya prasmanan tapi ayam gorengnya dijatah satu orang satu. Hiks.. ga mau rugi nih operatornya.

James Bond Islands

Sebuah batu yang sangat tersohor
Sebuah batu karang yang sangat tersohor

James Bond Islands adalah pulau yang sangat terkenal karena menjadi lokasi shooting film James Bond berjudul The Man with The Golden Gun yang dirilis pada tahun 1974. Karena ketersohoran pulau ini maka paket tour ke Phang Nga Bay dinamakan James Bond Islands one day tour. James Bond Islands ini terdiri dari dua pulau, nama aslinya adalah Ko Khao Phing Kan dan Ko Tapu. Ko Tapu adalah pulau yang lebih kecil yang berada sekitar 40 meter dari Ko Khao Phing Kan. Ko Tapu adalah karang kapur dengan ketinggian 20 meter dan diameter di bagian bawah 4 meter, sementara di bagian atas 8 meter (ini kata buku yang saya baca lho, saya sendiri sih ga sempat ngukur waktu disana). Pulau-pulau ini merupakan bagian dari Taman Nasional Ao Phang Nga. Untuk singgah kesini kami harus naik long tail boat karena kapal besar tidak bisa merapat ke dermaganya. Setelah sampai dermaga guide tour memberikan waktu satu jam untuk berkeliling dan tepat satu jam lagi kami sudah harus berkumpul ke dermaga atau ditinggal disana. Syereem amat ya ancamannya.

James Bond Islands
James Bond Islands

Kami berkeliling pulau ini dan berfoto-foto dengan background pulau batu karang menjulang yang sangat terkenal itu. Tapi susah sekali berfoto disini secara ratusan turis ada disana. Ini benar-benar obyek wisata massal yang menurut saya sih biasa saja. Jadi ratusan orang kesini setiap harinya itu cuma untuk melihat batu itu doang?? Memang hebat pemerintah Thailand ini. Acungin jempol dehh.  Tapi meskipun biasa, tetep aja kami berfoto-foto dengan berbagai pose di depan batu itu. Ya iyalaah udah jauh-jauh kesini gitu lho.

Kios-kios penjual souvenir di James Bond Island
Kios-kios penjual souvenir di James Bond Island

Di pulau ini juga terdapat pedagang-pedagang souvenir yang menempati kios-kios yang tertata rapi. Tapi kami tidak tertarik untuk melihat-lihat karena stock Baht kami sudah sangat menipis. Setelah puas foto-foto kami langsung menuju dermaga, takut ditinggal. Hehehe.

Pemberhentian terakhir adalah di sebuah pantai kecil yang saya tidak tahu namanya. Disini peserta tour dipersilakan berenang di laut yang tenang untuk menuju pantai kecil tersebut. Ihh males banget ya, kami sih tidak tertarik untuk berbasah-basahan (sebenernya alasan utamanya sih karena saya ga bisa renang. Hihihi…).

Setelah waktu yang diberikan untuk berenang habis, kapal kami pun bergerak pulang. Dalam perjalanan pulang ini ada kejutan untuk peserta tour yaitu….. lady boy show. Tapi jangan dibayangin lady boy nya ini seperti yang saya ceritakan di Bangla Road sebelumnya. Lady boy yang ini sebenarnya adalah crew kapal yang didandani jadi cewek. Pokoknya bikin ngakak dan pengen muntah deh. Wkwkwkwk….. Para lady boy ini menari-nari di atas kapal dengan gaya penari striptease yang menggoda (tapi untungnya ga telanjang). Mereka pun dengan sengaja menggoda para peserta tour pria dengan duduk di atas pangkuan dan berusaha mencium pipi. Kocak abiiiss lah. Kami semua pun terhibur dengan pertunjukan itu.

Setelah sampai di dermaga, kami diantar lagi kembali ke hotel dengan minivan. Saya dan Kena minta diturunkan di Jungceylon saja untuk sekalian makan malam. Malam itu kami makan malam di KFC (again). Setelah makan, kami melihat-lihat souvenir di lantai dasar (again), kemudian berjalan kaki pulang ke hotel. Di tengah perjalanan pulang saya sempat membeli sebuah kaos bertuliskan Patong Beach di sebuah kios dengan harga 150 Baht. Ini adalah malam terakhir kami di Thailand, besok pagi-pagi kami akan naik pesawat ke Singapore untuk transit semalam disana.

Canoeing @ Hong Island
Canoeing @ Hong Island
In the lagoon
In the lagoon
Really love this lagoon
Really love this lagoon
Pengen muntah ga loe? Wkwkwkwk
Lady boy show on the boat
Pengen muntah ga loe? Wkwkwkwk

Mengejar Sunset di Promthep Cape

Beautifull Sunset @ Promthep Cape
Beautifull Sunset @ Promthep Cape

Big Buddha

Pukul 4 sore taxi yang akan mengantar kami sudah menjemput di depan hotel. Tujuan kami yang pertama adalah Big Buddha. Perjalanan ke Big Buddha hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Big Buddha terletak di atas bukit Nakkerd antara Chalong dan Kata, perjalanan kesana melalui jalan yang berliku dan menanjak. Di perjalanan menuju Big Buddha saya melihat tempat elephant trekking yang terletak di pinggir hutan bukit tersebut. Jika ingin ikut elephant trekking kita bisa membeli paket tour di agen-agen tour yang tersebar di Phuket. Kami sih tidak tertarik untuk ikut elephant trekking karena sepertinya menyeramkan.

Big Buddha Phuket
Big Buddha Phuket

Dari kejauhan sudah terlihat patung Buddha berwarna putih yang sangat besar. Sesampainya disana, seorang petugas meminjamkan sarung untuk saya secara gratis. Karena ini adalah tempat beribadah umat Buddha, maka kita harus berpakaian sopan disini, jangan seperti saya yaa. Pada saat kami kesana, patung Buddha ini sedang direnovasi, sehingga terdapat kayu-kayu di sekelilingnya. Patung Buddha ini dibuat dalam bentuk duduk di atas podium berbentuk bunga teratai. Setelah berfoto-foto dengan latar belakang Big Buddha, kami menaiki tangga menuju patung raksasa tersebut. Di bagian bawah patung ini terdapat ruangan untuk beribadah, tapi kami tidak masuk ke dalamnya karena di dalam ruangan tersebut sedang berlangsung ibadah.  Dari atas sini kita bisa melihat pemandangan Phuket yang indah dengan leluasa karena tempat ini berada di puncak bukit.

Promthep Cape

Before Sunset
Before Sunset

Setelah puas mengelilingi kompleks ini kami segera cabut untuk mengejar sunset di Promthep Cape. Promthep Cape terletak di ujung selatan pulau Phuket, tepatnya di Distrik Rawai. Menurut situs web dan buku panduan perjalanan, Promthep Cape adalah tempat terbaik untuk melihat sunset. Makanya saya jadi penasaran berat. Sesampainya disana kami segera berjalan ke arah laut, ternyata disana sudah banyak sekali turis yang datang dan bersiap-siap mengabadikan sunset. Cuaca hari itu cukup cerah walaupun ada sedikit awan yang mengganggu pemandangan sunset. Matahari sudah berada di ufuk barat dan perlahan-lahan tenggelam, langit pun menjadi berwarna kemerahan. Di kawasan Promthep Cape ini terdapat toko- toko souvenir dan juga restoran yang sangat ramai dikunjungi turis. Tapi kami tidak tertarik kesana, jadi setelah matahari tenggelam kami langsung kembali ke taxi untuk pulang.

Kalo menurut saya sih, objek wisata Promthep Cape ini biasa saja, tidak ada yang spesial disini. Tapi saya salut dengan pemerintah Thailand yang bisa mengemas objek wisata yang biasa saja menjadi menarik untuk dikunjungi ratusan turis tiap harinya. Seharusnya negara kita bisa mencontoh hal tersebut.

Bangla Road

Sesampainya di hotel saya dan Kena bersiap-siap untuk pergi lagi untuk berjalan-jalan di area Patong sekaligus mencari makan malam. Sengaja kami berencana melewati Bangla Road yang sangat tersohor itu, pengen tau seperti apa sih kehidupan malam disana. Bangla Road ini ditutup untuk lalu lintas pada pukul 6 sore dan digunakan untuk atraksi-atraksi yang menghibur pengunjung. Saya lihat sudah ada beberapa ladyboy yang turun ke jalan padahal waktu itu baru sekitar pukul 7 malam. Ladyboy-ladyboy ini cantik bukan main, postur tubuh mereka kurus dan sexy, wajahnya cantik seperti wanita tulen (kayaknya saya kalah telak deh). Di Bangla Road kami menemukan sebuah mall bernama Bangla Mall. Di mall ini terdapat gerai KFC, kami pun memutuskan untuk makan disini (dengan pertimbangan kalo di KFC ada nasinya, sedangkan di Mc D tidak ada).

Jungceylon

Jungceylon
Jungceylon

Setelah makan kami meneruskan perjalanan menuju mall yang lebih besar bernama Jungceylon yang terletak di pusat Patong. Di dalam Jungceylon ini terdapat sebuah kapal layar yang dikelilingi air mancur. Pada jam-jam tertentu ada pertunjukan air mancur disana, air mancur tersebut akan bergerak mengikuti irama musik. Kalo ga salah sih pertunjukannya itu pukul 7 dan pukul 9 malam setiap hari. Di bagian belakang mall ini, yakni di sekitar kapal layar banyak terdapat restaurant, antara lain KFC dan Burger King. Sedangkan lantai dasar mall ini digunakan sebagai tempat central penjualan souvenir berupa kios-kios yang menjual beraneka macam souvenir. Saran saya, mending beli souvenir disini karena lengkap dan harganya sama dengan yang di luaran. Malah kita ga perlu repot-repot menawar, mereka udah ngasih harga pas. Kalo kalian mau coba menawar ya ga ada salahnya sih. Tapi sebagian besar udah net harganya. Disini saya membeli dompet manik-manik ukuran sedang yang lucu seharga 150 Baht dan kaca kecil bergambar gajah untuk make up seharga 100 Baht.

 

Harus pake pakaian yang sopan disini
Harus pake pakaian yang sopan disini
Pohon lonceng
Pohon lonceng di kompleks Big Buddha
View from the top (Big Buddha)
View from the top (Big Buddha)

White Sand @ Patong

Patong Beach
Patong Beach

Sekitar pukul 11 siang ferry yang kami naiki dari Phi Phi merapat di Rassada Pier. Kemudian kami segera mencari transportasi menuju destinasi kami selanjutnya, yaitu Patong Beach. Di dalam Rassada Pier terdapat counter yang melayani penumpang yang memerlukan transportasi ke tujuan selanjutnya. Kami memilih untuk naik minivan menuju Patong dengan tarif 150 Baht per orang. Perjalanan dari Rassada Pier ke Patong hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit.

DSC01800Patong beach yang terletak di pantai barat Phuket adalah pantai yang paling populer di Phuket, jadi pantai ini sangat ramai dipadati turis. Patong beach memiliki pasir yang putih dan lembut. Di pantai disediakan sunbeds dan umbrella untuk berjemur dan bersantai. Sunbeds dan umbrella ini disewakan untuk turis, saya tidak tahu harga sewanya, tapi menurut keterangan di salah satu web harga sewanya adalah 200 Baht per hari. Kami sendiri tidak menyewa sunbeds n umbrella tersebut karena tidak ada waktu untuk bersantai di pantai (apalagi berjemur, amit-amit deh….). Patong juga memiliki kehidupan malam yang luar biasa ramainya, banyak sekali cafe, beer bars, Go Go bars, nightclubs, dan pubs disini. Pusat nightlife di Patong terletak di Bangla Road. Bangla road baru ramai pada saat matahari terbenam, pada saat itu Bangla road ditutup untuk traffic dan digunakan untuk tempat party.

Time Out Hotel
Time Out Hotel

Di Patong, kami sudah memiliki reservasi hotel di Time Out Hotel. Hotel ini terletak persis di depan Patong Beach dan bangunannya berada di atas restoran Subway. Jadi tinggal nyebrang jalan kita udah bisa main-main di pantai. Kami akan menginap selama dua malam disini, dengan tarif per malam Rp430.000,00. Kamar kami terletak di lantai 4 dan hotel ini tidak memiliki fasilitas lift, jadi ngos-ngosan deh naiknya. Untungnya staf hotel dengan baik hati langsung mengangkat ransel kami dan mengantarnya ke kamar.

Setelah meletakkan ransel di kamar, kami segera mencari makan siang di sekitar hotel dan untuk amannya kami memilih makan di Mc Donalds saja. Sambil makan siang, saya dan Kena mendiskusikan tujuan wisata kami selanjutnya. Objek wisata yang ingin kami kunjungi adalah Big Budha, Phromthep Cape, dan James Bond Island. Sebenarnya kami juga tertarik untuk melihat pertunjukan Phuket Fantasea, tapi kami batalkan karena harganya terlalu mahal. Setelah selesai makan kami langsung mencari tour agent yang menjual paket tour ke objek wisata yang kami inginkan tadi. Untuk menuju Big Budha dan Phromteph Cape kami ditawari untuk menyewa taxi dengan tarif 1200 Baht, kami menyetujuinya dan akan dijemput di hotel pukul 4 sore. Kemudian kami juga membeli paket tour ke James Bond Island seharga 1000 Baht per orang untuk keesokan harinya.

Karena masih ada waktu luang sebelum taxi menjemput, maka kami berjalan-jalan dulu di area Patong sambil mencari souvenir untuk oleh-oleh. Di seberang Hard Rock Cafe kami menemukan central penjualan souvenir. Disana terdapat kios-kios yang berjajar menjual berbagai macam souvenir dan kaos. Sebenarnya saya mencari kaos yang bertuliskan Patong Beach, tapi kok ga nemu-nemu yaa. Akhirnya saya membeli beberapa gantungan kunci yang lucu berbentuk gajah, dompet kecil manik-manik bergambar gajah dan pembatas buku bergambar gajah. Ya pokoknya semua serba gajah deh…. Gantungan kunci gajah satu packnya (isi 5 buah) berharga 100 Baht. Begitu pula dengan dompet kecil manik-manik. Sedangkan pembatas buku harganya 50 Baht per buah. Ketika saya protes ke penjualnya kenapa harga pembatas buku lebih mahal, dia bilang gini, “This keychains is for your cheap friend, and this bookmarks is for your close friend”. Hhmmm bisa ajaa… Tapi sumpah lho friend…., kalian yang kuoleh-olehin gantungan kunci n dompet bukan my cheap friend. Ini cuma masalah Baht di dompet yang sudah menipis aja. Lagian keychain-nya lucu kok.

Hotel kami dilihat dari pantai. Tinggal nyebrang kan....
Hotel kami dilihat dari pantai. Tinggal nyebrang kan….
Patong di pagi hari. Masih sepiii...
Patong di pagi hari. Masih sepiii…
Petunjuk Rute Evakuasi Tsunami
Petunjuk Rute Evakuasi Tsunami. Alhamdulillah waktu kami disana aman-aman saja
Ke New York masih jauuuhhh
Ke New York masih jauuuhhh

Phi Phi View Point

Phi Phi View Point
Phi Phi View Point

Hari keempat ini adalah hari terakhir kami di Phi Phi Don. Ferry yang akan membawa kami kembali ke Phuket akan berangkat pukul 09.00. Sejak kemarin saya dan Kena sudah merencanakan untuk pergi ke view point terlebih dulu sebelum meninggalkan Phi Phi Don, oleh karena itu hari ini kami bangun pagi-pagi agar nantinya tidak ketinggalan ferry.

Jalan menanjak menuju view point
Jalan menanjak menuju view point

Kami berangkat dari hotel pukul 6.00 menuju view point dengan berbekal peta. Dengan bantuan peta kami jadi tidak tersesat saat menuju view point. Sebenarnya letak view point tidak terlalu jauh dari hotel kami. Tapi kami harus melewati tangga yang cukup banyak sehingga sangat melelahkan untuk orang yang tidak pernah berolahraga seperti saya. Anak tangga menuju view point ini terletak di antara kios-kios dan penginapan yang rapat. akan tetapi mudah ditemukan karena ada papan petunjuknya. Setelah menaiki anak tangga yang lumayan bikin ngos-ngosan kami sampai di pos penjaga view point. Disitu kami harus membayar tiket masuk 20 Baht per orang. Ada dua view point di sana, view pont 1 terletak tidak jauh dari pos penjaga. Sedangkan untuk mencapai view point 2 yang terletak lebih tinggi kami masih harus berjalan jauh dan menanjak. Saya dan Kena langsung menuju view point 2 untuk mendapatkan pemandangan yang lebih baik. Karena jalan sangat menanjak kami jadi kelelahan. Kami berhenti beberapa kali untuk mengatur nafas, beginilah akibatnya kalo tidak pernah olah raga dan ditambah lagi dengan faktor ‘U’.

Sesampainya di puncak, rasa lelah kami langsung hilang begitu melihat pemandangan spektakuler yang terlihat di bawah kami. Teluk tonsai yang sempit diapit laut di kanan kirinya, dan di hadapan kami berjajar bukit-bukit karst yang menambah indah pemandangan di Phi Phi Don ini. Ga rugi deh ngos-ngosan kesini, sangat worth it kok.

Jadwal Sunset dan Sunrise di Phi Phi Don
Jadwal Sunset dan Sunrise di Phi Phi Don

Sebenarnya waktu yang tepat untuk mengunjungi view point adalah pada saat terbit dan terbenamnya matahari. Di puncak view point terpasang papan yang berisi jadwal sunrise dan sunset setiap bulan. Akan tetapi karena saya dan Kena malas untuk bangun lebih pagi lagi, maka kami memutuskan untuk melewatkan sunrise saja. Lagipula jika ingin melihat sunrise maka kami harus berangkat dari hotel pada saat hari masih gelap (takut ahh…).

Setelah puas menikmati pemandangan dan mengambil foto, kami segera kembali ke hotel untuk sarapan dan bersiap-siap ke dermaga kembali ke Phuket. Selamat tinggal Phi Phi Islands yang indah, semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi…

Mejeng di view point pake fringe tee yg kubeli kemarin
Mejeng di view point pake fringe tee yg kubeli kemarin
Me @ Phi Phi View Point
Me @ Phi Phi View Point

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Nicoline's Journal

by Nicoline Patricia Malina

Alid Abdul

Travel till you die!

Harival Zayuka

Just another WordPress.com site

My Sanctuary

my travel notes

Claraberkelana.com

Travel Stories

The Traveling Cows

my travel notes