Savana Bekol - Taman Nasional Baluran
Savana Bekol – Africa van Java

Pukul 13.30 kami berangkat dari Arabica homestay menuju Taman Nasional Baluran. Kami memilih jalan melalui Banyuwangi untuk ke Baluran karena menurut informasi yang kami peroleh jarak tempuhnya lebih dekat. Karena lewat jalur Banyuwangi maka kami harus kembali ke Patulding dulu baru kemudian turun ke Licin lalu menuju Ketapang. Jalan yang kami lalui mulus tapi agak sempit, kayaknya sih ini jalannya baru diaspal jadi mulusss banget. Tanjakan di jalur Banyuwangi ini lebih curam daripada jalur Bondowoso, tapi karena jalannya mulus jadi lancar-lancar aja perjalanannya.

Sesampainya di Banyuwangi, Wully dan Dani minta diantar ke stasiun terdekat yang kami lewati. Mereka memang tidak ikut ke Baluran karena mau langsung pulang ke Jember. Setelah mengantar mereka ke stasiun kami langsung menuju Baluran. Taman Nasional Baluran ini terletak di perbatasan Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi, gerbang masuknya tepatnya berada di Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo. Perjalanan dari Ijen ke Baluran seharusnya bisa ditempuh dalam waktu dua jam. Tapi ternyata jalur pantura menuju Baluran macet total. Aduuuh bisa telat nih sampai Baluran, karena Taman Nasional Baluran ditutup pada pukul 16.00. Jadi kami harus sudah masuk ke pintu gerbangnya sebelum pukul 16.00. Hasil dari nanya pengendara lain ternyata lagi ada karnaval di jalan pantura ini. Hhhmmm…. kenapa sih ngadain karnaval kok di jalur pantura, bener-bener mengganggu deh…. Karnavalnya sih baru aja selesai, tapi bubaran karnaval ini tetep bikin macet. Pasrah aja deh gagal ke Baluran… Hiks…. Akhirnya jam empat kurang sepuluh menit kami berhasil melewati kemacetan, tapi jaraknya masih agak jauh. Akhirnya Rommy tancap gas ngebut poll. Dan tepat pukul 16.00 kami sudah berada di depan gerbang Taman Nasional Baluran. Yipeee… Alhamdulillah belum ditutup. Kami buru-buru beli tiket masuk seharga Rp5 ribu per orang plus mobil Rp 10 ribu, jadi totalnya Rp30 ribu.

Jalan masuk ke dalam Taman Nasional Baluran
Jalan masuk ke dalam Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran memiliki luas sekitar 25.000 hektar, taman nasional ini dihuni banyak binatang liar, seperti kijang, rusa, banteng, kerbau liar, merak hijau, ayam hutan merah, anjing hutan,  macan tutul, kancil, kucing bakau, rangkong, bangau tong-tong, kankareng, dan masih banyak lagi. Ekosistem di Taman Nasional Baluran juga bervariasi, mulai dari hutan rawa, hutan pegunungan bawah, hutan yang selalu hijau sepanjang tahun, hutan pantai, hutan musim, hutan mangrove, dan vegetasi savana.

Matahari terbenam di Savana Bekol
Matahari terbenam di Savana Bekol
DSC_0548
Jadi model di savana… Wkwkwkwk……

Setelah memperoleh tiket kami masuk ke dalam Taman Nasional Baluran menuju Savana Bekol yang jaraknya sekitar 12 km dari pintu gerbang Baluran. Jalannya rusak parah nih, jadi ga bisa cepet, harus pelan-pelan.  Di sepanjang jalan kami melihat monyet, rusa, dan burung merak. Mereka langsung bersembunyi ketika mobil kami melintas. Setelah satu jam perjalanan kami baru sampai di savana bekol. Savana Bekol ini sangat indah berupa padang rumput berwarna kuning kecoklatan yang  sangat luas. Di tengah Taman Nasional Baluran ini berdiri Gunung Baluran yang sudah tidak aktif lagi. Gunung Baluran ini menambah keindahan pemandangan Savana Bekol. Jika ingin mendapat view yang luas, kita bisa naik ke menara pandang dengan ketinggian 64 meter di atas permukaan air laut. Tapi sayangnya karena kami sudah kesorean jadi ga sempat naik ke menara pandang tersebut.

DSC_0615
a big tree in the savana
kepala banteng di savana bekol
Tengkorak kepala banteng di savana bekol

Memang paling tepat berwisata ke Baluran pada saat musim kemarau seperti sekarang karena padang rumputnya kering sehingga warnanya kuning kecoklatan seperti savana di Afrika. Selain itu, pada musim kering, satwa seperti rusa, banteng, burung merak yang berada di dalam hutan keluar menuju savana. Pihak Taman Nasional menyediakan air dan kubangan, sehingga pada musim kemarau hewan keluar dan berada dekat di jalan. Satwa-satwa ini sangat pemalu, karena jika ada mobil yang mendekat saja mereka akan kabur masuk ke dalam hutan. Jika pada saat musim hujan, air tersedia melimpah di dalam hutan, oleh karena itu satwa-satwa tidak akan keluar dari dalam hutan.

Kawanan rusa di savana
Kawanan rusa melintasi savana

Setelah puas menikmati Savana Bekol kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Bama yang letaknya sekitar 3 km dari Savana Bekol. Di perjalanan kami bertemu banyak sekali monyet dan kawanan rusa yang melintasi savana. Kami sampai di Pantai Bama saat hari sudah hampir gelap, jadi ga bisa lama-lama disana. Sebenarnya di Pantai Bama, kita dapat menyewa perahu untuk mengelilingi Taman Nasional Baluran dan di sini juga ada beberapa spot untuk ber-snorkeling. Tapi karena udah hampir gelap ya kami ga bisa ngapa-ngapain deh. Di Pantai Bama ini terdapat banyak sekali monyet yang berkeliaran. Jika kita terlihat makan di area pantai, monyet-monyet ini langsung mendekati dan berusaha merebut makanan kita. Jadi mending ga usah makan yaa….

Pantai Bama
Pantai Bama

Karena hari sudah gelap kami segera kembali pulang, perjalanan masih panjang menuju Surabaya. Sampai disini trip saya ke Kawah Ijen dan Baluran. Jawa Timur, provinsi asal saya ini memiliki banyak sekali keindahan alam yang dapat kita eksplore. Jadi ga sabar nih untuk segera mengeksplore obyek-obyek wisata lain di Jawa Timur di trip-trip saya selanjutnya ^_^

20140830_171505
Selfie di savana
20140830_170927
See you again Africa van Java. We really have a good time