Search

Here, There, & Everywhere

my travel notes

Category

Phuket

Mengejar Sunset di Promthep Cape

Beautifull Sunset @ Promthep Cape
Beautifull Sunset @ Promthep Cape

Big Buddha

Pukul 4 sore taxi yang akan mengantar kami sudah menjemput di depan hotel. Tujuan kami yang pertama adalah Big Buddha. Perjalanan ke Big Buddha hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Big Buddha terletak di atas bukit Nakkerd antara Chalong dan Kata, perjalanan kesana melalui jalan yang berliku dan menanjak. Di perjalanan menuju Big Buddha saya melihat tempat elephant trekking yang terletak di pinggir hutan bukit tersebut. Jika ingin ikut elephant trekking kita bisa membeli paket tour di agen-agen tour yang tersebar di Phuket. Kami sih tidak tertarik untuk ikut elephant trekking karena sepertinya menyeramkan.

Big Buddha Phuket
Big Buddha Phuket

Dari kejauhan sudah terlihat patung Buddha berwarna putih yang sangat besar. Sesampainya disana, seorang petugas meminjamkan sarung untuk saya secara gratis. Karena ini adalah tempat beribadah umat Buddha, maka kita harus berpakaian sopan disini, jangan seperti saya yaa. Pada saat kami kesana, patung Buddha ini sedang direnovasi, sehingga terdapat kayu-kayu di sekelilingnya. Patung Buddha ini dibuat dalam bentuk duduk di atas podium berbentuk bunga teratai. Setelah berfoto-foto dengan latar belakang Big Buddha, kami menaiki tangga menuju patung raksasa tersebut. Di bagian bawah patung ini terdapat ruangan untuk beribadah, tapi kami tidak masuk ke dalamnya karena di dalam ruangan tersebut sedang berlangsung ibadah.  Dari atas sini kita bisa melihat pemandangan Phuket yang indah dengan leluasa karena tempat ini berada di puncak bukit.

Promthep Cape

Before Sunset
Before Sunset

Setelah puas mengelilingi kompleks ini kami segera cabut untuk mengejar sunset di Promthep Cape. Promthep Cape terletak di ujung selatan pulau Phuket, tepatnya di Distrik Rawai. Menurut situs web dan buku panduan perjalanan, Promthep Cape adalah tempat terbaik untuk melihat sunset. Makanya saya jadi penasaran berat. Sesampainya disana kami segera berjalan ke arah laut, ternyata disana sudah banyak sekali turis yang datang dan bersiap-siap mengabadikan sunset. Cuaca hari itu cukup cerah walaupun ada sedikit awan yang mengganggu pemandangan sunset. Matahari sudah berada di ufuk barat dan perlahan-lahan tenggelam, langit pun menjadi berwarna kemerahan. Di kawasan Promthep Cape ini terdapat toko- toko souvenir dan juga restoran yang sangat ramai dikunjungi turis. Tapi kami tidak tertarik kesana, jadi setelah matahari tenggelam kami langsung kembali ke taxi untuk pulang.

Kalo menurut saya sih, objek wisata Promthep Cape ini biasa saja, tidak ada yang spesial disini. Tapi saya salut dengan pemerintah Thailand yang bisa mengemas objek wisata yang biasa saja menjadi menarik untuk dikunjungi ratusan turis tiap harinya. Seharusnya negara kita bisa mencontoh hal tersebut.

Bangla Road

Sesampainya di hotel saya dan Kena bersiap-siap untuk pergi lagi untuk berjalan-jalan di area Patong sekaligus mencari makan malam. Sengaja kami berencana melewati Bangla Road yang sangat tersohor itu, pengen tau seperti apa sih kehidupan malam disana. Bangla Road ini ditutup untuk lalu lintas pada pukul 6 sore dan digunakan untuk atraksi-atraksi yang menghibur pengunjung. Saya lihat sudah ada beberapa ladyboy yang turun ke jalan padahal waktu itu baru sekitar pukul 7 malam. Ladyboy-ladyboy ini cantik bukan main, postur tubuh mereka kurus dan sexy, wajahnya cantik seperti wanita tulen (kayaknya saya kalah telak deh). Di Bangla Road kami menemukan sebuah mall bernama Bangla Mall. Di mall ini terdapat gerai KFC, kami pun memutuskan untuk makan disini (dengan pertimbangan kalo di KFC ada nasinya, sedangkan di Mc D tidak ada).

Jungceylon

Jungceylon
Jungceylon

Setelah makan kami meneruskan perjalanan menuju mall yang lebih besar bernama Jungceylon yang terletak di pusat Patong. Di dalam Jungceylon ini terdapat sebuah kapal layar yang dikelilingi air mancur. Pada jam-jam tertentu ada pertunjukan air mancur disana, air mancur tersebut akan bergerak mengikuti irama musik. Kalo ga salah sih pertunjukannya itu pukul 7 dan pukul 9 malam setiap hari. Di bagian belakang mall ini, yakni di sekitar kapal layar banyak terdapat restaurant, antara lain KFC dan Burger King. Sedangkan lantai dasar mall ini digunakan sebagai tempat central penjualan souvenir berupa kios-kios yang menjual beraneka macam souvenir. Saran saya, mending beli souvenir disini karena lengkap dan harganya sama dengan yang di luaran. Malah kita ga perlu repot-repot menawar, mereka udah ngasih harga pas. Kalo kalian mau coba menawar ya ga ada salahnya sih. Tapi sebagian besar udah net harganya. Disini saya membeli dompet manik-manik ukuran sedang yang lucu seharga 150 Baht dan kaca kecil bergambar gajah untuk make up seharga 100 Baht.

 

Harus pake pakaian yang sopan disini
Harus pake pakaian yang sopan disini
Pohon lonceng
Pohon lonceng di kompleks Big Buddha
View from the top (Big Buddha)
View from the top (Big Buddha)

White Sand @ Patong

Patong Beach
Patong Beach

Sekitar pukul 11 siang ferry yang kami naiki dari Phi Phi merapat di Rassada Pier. Kemudian kami segera mencari transportasi menuju destinasi kami selanjutnya, yaitu Patong Beach. Di dalam Rassada Pier terdapat counter yang melayani penumpang yang memerlukan transportasi ke tujuan selanjutnya. Kami memilih untuk naik minivan menuju Patong dengan tarif 150 Baht per orang. Perjalanan dari Rassada Pier ke Patong hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit.

DSC01800Patong beach yang terletak di pantai barat Phuket adalah pantai yang paling populer di Phuket, jadi pantai ini sangat ramai dipadati turis. Patong beach memiliki pasir yang putih dan lembut. Di pantai disediakan sunbeds dan umbrella untuk berjemur dan bersantai. Sunbeds dan umbrella ini disewakan untuk turis, saya tidak tahu harga sewanya, tapi menurut keterangan di salah satu web harga sewanya adalah 200 Baht per hari. Kami sendiri tidak menyewa sunbeds n umbrella tersebut karena tidak ada waktu untuk bersantai di pantai (apalagi berjemur, amit-amit deh….). Patong juga memiliki kehidupan malam yang luar biasa ramainya, banyak sekali cafe, beer bars, Go Go bars, nightclubs, dan pubs disini. Pusat nightlife di Patong terletak di Bangla Road. Bangla road baru ramai pada saat matahari terbenam, pada saat itu Bangla road ditutup untuk traffic dan digunakan untuk tempat party.

Time Out Hotel
Time Out Hotel

Di Patong, kami sudah memiliki reservasi hotel di Time Out Hotel. Hotel ini terletak persis di depan Patong Beach dan bangunannya berada di atas restoran Subway. Jadi tinggal nyebrang jalan kita udah bisa main-main di pantai. Kami akan menginap selama dua malam disini, dengan tarif per malam Rp430.000,00. Kamar kami terletak di lantai 4 dan hotel ini tidak memiliki fasilitas lift, jadi ngos-ngosan deh naiknya. Untungnya staf hotel dengan baik hati langsung mengangkat ransel kami dan mengantarnya ke kamar.

Setelah meletakkan ransel di kamar, kami segera mencari makan siang di sekitar hotel dan untuk amannya kami memilih makan di Mc Donalds saja. Sambil makan siang, saya dan Kena mendiskusikan tujuan wisata kami selanjutnya. Objek wisata yang ingin kami kunjungi adalah Big Budha, Phromthep Cape, dan James Bond Island. Sebenarnya kami juga tertarik untuk melihat pertunjukan Phuket Fantasea, tapi kami batalkan karena harganya terlalu mahal. Setelah selesai makan kami langsung mencari tour agent yang menjual paket tour ke objek wisata yang kami inginkan tadi. Untuk menuju Big Budha dan Phromteph Cape kami ditawari untuk menyewa taxi dengan tarif 1200 Baht, kami menyetujuinya dan akan dijemput di hotel pukul 4 sore. Kemudian kami juga membeli paket tour ke James Bond Island seharga 1000 Baht per orang untuk keesokan harinya.

Karena masih ada waktu luang sebelum taxi menjemput, maka kami berjalan-jalan dulu di area Patong sambil mencari souvenir untuk oleh-oleh. Di seberang Hard Rock Cafe kami menemukan central penjualan souvenir. Disana terdapat kios-kios yang berjajar menjual berbagai macam souvenir dan kaos. Sebenarnya saya mencari kaos yang bertuliskan Patong Beach, tapi kok ga nemu-nemu yaa. Akhirnya saya membeli beberapa gantungan kunci yang lucu berbentuk gajah, dompet kecil manik-manik bergambar gajah dan pembatas buku bergambar gajah. Ya pokoknya semua serba gajah deh…. Gantungan kunci gajah satu packnya (isi 5 buah) berharga 100 Baht. Begitu pula dengan dompet kecil manik-manik. Sedangkan pembatas buku harganya 50 Baht per buah. Ketika saya protes ke penjualnya kenapa harga pembatas buku lebih mahal, dia bilang gini, “This keychains is for your cheap friend, and this bookmarks is for your close friend”. Hhmmm bisa ajaa… Tapi sumpah lho friend…., kalian yang kuoleh-olehin gantungan kunci n dompet bukan my cheap friend. Ini cuma masalah Baht di dompet yang sudah menipis aja. Lagian keychain-nya lucu kok.

Hotel kami dilihat dari pantai. Tinggal nyebrang kan....
Hotel kami dilihat dari pantai. Tinggal nyebrang kan….
Patong di pagi hari. Masih sepiii...
Patong di pagi hari. Masih sepiii…
Petunjuk Rute Evakuasi Tsunami
Petunjuk Rute Evakuasi Tsunami. Alhamdulillah waktu kami disana aman-aman saja
Ke New York masih jauuuhhh
Ke New York masih jauuuhhh

The Old Phuket Town

Soi Rommanee
Soi Rommanee

Besoknya, tgl 1 November 2012, kami bangun pagi2 trus langsung mandi dan packing barang2 sekalian, supaya nanti siang bisa langsung cabut. Jadwal keberangkatan ferry kami menuju Phi Phi Island adalah pukul 13.30. Setelah sarapan roti di guesthouse, kami keluar untuk mengeksplor old phuket town.

Thalang Road, jalan tempat guesthouse kami adalah sebuah jalan satu arah yang kanan kirinya dipenuhi bangunan tua bertingkat. Bangunan-bangunan tua disini disebut dengan bangunan Sino-Portuguese. Kebanyakan bangunan di Thalang road ini dipergunakan untuk toko-toko, tempat makan, dan penginapan. Sekitar 200 meter jalan dari guesthouse kami belok kanan ke Soi Rommanee. Soi rommanee adalah sebuah gang yang kanan kirinya berdiri rumah2 tua dengan cat warna warni. So beautifull…

Soi Rommanee
Soi Rommanee
Phuket Thai Hua Museum
Phuket Thai Hua Museum

Setelah foto2 disitu, kami kembali ke Thalang Road dan terus berjalan sampai ketemu Phuket Thaihua Museum. Tapi waktu kami sampai disana museumnya belum buka. Jadi kami cuma foto2 di depannya aja. Setelah itu kami lanjut jalan lagi kemudian melewati On On Hotel, hotel yang dijadiin tempat shootingnya The Beach. Bangunannya tua banget, tapi sekarang sih hotel itu udah ga dipake lagi. Selain itu kami juga melewati Shrine of Serene Light, sebuah tempat ibadah yang terletak di gang sempit. Sepanjang jalan yang kami lewati penuh dengan bangunan2 tua yang menarik untuk dilihat. Kami juga sempat masuk ke sebuah distro yang menjual kaos2 dengan tulisan Thailand dan gambar yg keren, lumayan juga buat oleh2 nih. Saya beli tiga kaos, satu buat diri sendiri, dan yang dua buat oleh2.

China Inn (ga jadi makan disini. Hiks...)
China Inn Resto(ga jadi makan disini. Hiks…)

Setelah capek muter2, perut rasanya lapar bgt. Apalagi tadi pagi cuma sarapan roti. Kami berencana untuk makan siang di restoran China Inn, karena menurut informasi di web tempat itu sangat recomended. Tapi sesampainya disana, China Inn belum buka dan ga ada keterangannya buka jam berapa. Akhirnya kami memutuskan untuk makan di resto sebelahnya yang bernama Wilai restaurant. Disana kami memesan tom yum soup dan fried tofu. Tom yum nya rasanya enak siy, tp kok isinya ga variatif ya, cuma udang doang. Setelah makan, kami balik ke guesthouse untuk menunggu jemputan minivan yang akan membawa kami ke Rassada Pier, dermaga ferry untuk menyeberang ke Phi Phi Island. Kami membeli tiket ferry ke Phi Phi melalui internet seharga 580 Baht per orang, sudah termasuk jemputan minivan dari guesthouse ke Rassada Pier. Harga ini agak overprice sih, karena kami baru tau kalo ternyata harga tiket ferry cuma 300 Baht per orang. Untungnya tiket baliknya belum beli. Jadi ga rugi2 amat lah.

On On Hotel
On On Hotel
Shrine of Serene Light
Shrine of Serene Light
photo5
Old Phuket

Sawasdee Thailand

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datanglah juga. Senangnyaaa….. ^_^

Kami berangkat dari Surabaya ke Jakarta naik Citilink yang seharusnya berangkat pukul 11.35. Tapi pesawat kami delay sampai 2 jam, jadi baru berangkat sekitar pukul 13.30. Untungnya kami sengaja kasih spare waktu yg lama dengan keberangkatan dari Jakarta ke Phuket (kalo ga gitu pasti udah stress deh). Pesawat Air Asia dari Jakarta ke Phuket jadwalnya berangkat pukul 17.20. Sesampainya di  Soekarno Hatta kami buru-buru naik shuttle bus ke Terminal 3. Setelah nyempatin buat makan siang, kami langsung ke imigrasi dan menunggu di waiting room. Pesawat kami ke Phuket berangkat tepat waktu pukul 17.20. Setelah menempuh perjalanan selama 3,5 jam sampailah kami di Phuket Airport disambut hujan gerimis.

Guesthouse di Phuket Town
Guesthouse di Phuket Town

Malam pertama di Phuket ini kami memilih untuk menginap di Phuket Town dengan pertimbangan besok siangnya kami mau menyeberang ke Phi Phi Island. Untuk menuju ke Phuket Town kami naik taxi seharga 500 Baht. Sebenarnya untuk ke Phuket Town ada alternatif transportasi lain, yaitu airport bus dengan harga 85 Baht atau minivan seharga 100 Baht per orang (minivan harus diisi 10 orang). Akan tetapi karena hari sudah sangat malam dan tidak ada lagi penumpang lain yang menuju Phuket Town maka terpaksa kami naik taxi. Hiks.. Mahal…

Di perjalanan, sopir taxi mengajak kami mengobrol, menanyakan asal kami dari mana dan obrolan2 ringan lainnya. Kalau diperhatikan, orang lokal di Phuket ini lebih fasih berbahasa Inggris daripada orang lokal di Bangkok. Kami tidak kesulitan menangkap maksud kata-katanya. Tidak seperti di Bangkok yang rasanya susah banget ngomong sama sopir taxi. Di tengah jalan tiba2 taxi berhenti di sebuah ruko. Kemudian ada seorang perempuan yang menghampiri kami, ternyata dia menawarkan paket2 tour. Jadi ruko tersebut adalah kantor tour agent. Sepertinya tour agent itu bekerjasama dengan perusahaan taxi dan minivan sehingga semua turis yang naik taxi dan minivan dimampirkan dulu kesana. Kami tidak membeli paket tour apapun disana, karena menurut kami lebih baik beli paket tour langsung di Phi Phi Island saja.

Tidak lama kemudian sampailah kami di guesthouse tempat kami menginap yang berada di Thalang Road, namanya 99 Oldtown Boutique Guesthouse. Guesthouse ini adalah sebuah rumah tua bertingkat yang cantik dengan perabotan yang antik pula, kamarnya didesain cukup unik dan sangat bersih juga. Tipe kamar tempat kami menginap adalah standard double bed with balcony. Harga kamar ini adalah Rp320.000 per malam. Harga penginapan di Phuket Town memang yang paling murah di antara daerah-daerah lain di Phuket. Karena hari sudah sangat malam, kami ga pergi kemana-mana lagi malam itu. Padahal sebenernya pengen lihat Phuket Town di malam hari, tapi karena udh capek dan di luar juga udah sepi banget kami langsung tidur aja deh.

Ruang Makan
Ruang Makan
Tangga menuju kamar
Tangga menuju kamar
Tempat tidur yang romantis
Tempat tidur yang romantis

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Nicoline's Journal

by Nicoline Patricia Malina

Alid Abdul

Travel till you die!

Harival Zayuka

Just another WordPress.com site

My Sanctuary

my travel notes

Claraberkelana.com

Travel Stories

The Traveling Cows

my travel notes