Search

Here, There, & Everywhere

my travel notes

Category

Krabi

Phi Phi View Point

Phi Phi View Point
Phi Phi View Point

Hari keempat ini adalah hari terakhir kami di Phi Phi Don. Ferry yang akan membawa kami kembali ke Phuket akan berangkat pukul 09.00. Sejak kemarin saya dan Kena sudah merencanakan untuk pergi ke view point terlebih dulu sebelum meninggalkan Phi Phi Don, oleh karena itu hari ini kami bangun pagi-pagi agar nantinya tidak ketinggalan ferry.

Jalan menanjak menuju view point
Jalan menanjak menuju view point

Kami berangkat dari hotel pukul 6.00 menuju view point dengan berbekal peta. Dengan bantuan peta kami jadi tidak tersesat saat menuju view point. Sebenarnya letak view point tidak terlalu jauh dari hotel kami. Tapi kami harus melewati tangga yang cukup banyak sehingga sangat melelahkan untuk orang yang tidak pernah berolahraga seperti saya. Anak tangga menuju view point ini terletak di antara kios-kios dan penginapan yang rapat. akan tetapi mudah ditemukan karena ada papan petunjuknya. Setelah menaiki anak tangga yang lumayan bikin ngos-ngosan kami sampai di pos penjaga view point. Disitu kami harus membayar tiket masuk 20 Baht per orang. Ada dua view point di sana, view pont 1 terletak tidak jauh dari pos penjaga. Sedangkan untuk mencapai view point 2 yang terletak lebih tinggi kami masih harus berjalan jauh dan menanjak. Saya dan Kena langsung menuju view point 2 untuk mendapatkan pemandangan yang lebih baik. Karena jalan sangat menanjak kami jadi kelelahan. Kami berhenti beberapa kali untuk mengatur nafas, beginilah akibatnya kalo tidak pernah olah raga dan ditambah lagi dengan faktor ‘U’.

Sesampainya di puncak, rasa lelah kami langsung hilang begitu melihat pemandangan spektakuler yang terlihat di bawah kami. Teluk tonsai yang sempit diapit laut di kanan kirinya, dan di hadapan kami berjajar bukit-bukit karst yang menambah indah pemandangan di Phi Phi Don ini. Ga rugi deh ngos-ngosan kesini, sangat worth it kok.

Jadwal Sunset dan Sunrise di Phi Phi Don
Jadwal Sunset dan Sunrise di Phi Phi Don

Sebenarnya waktu yang tepat untuk mengunjungi view point adalah pada saat terbit dan terbenamnya matahari. Di puncak view point terpasang papan yang berisi jadwal sunrise dan sunset setiap bulan. Akan tetapi karena saya dan Kena malas untuk bangun lebih pagi lagi, maka kami memutuskan untuk melewatkan sunrise saja. Lagipula jika ingin melihat sunrise maka kami harus berangkat dari hotel pada saat hari masih gelap (takut ahh…).

Setelah puas menikmati pemandangan dan mengambil foto, kami segera kembali ke hotel untuk sarapan dan bersiap-siap ke dermaga kembali ke Phuket. Selamat tinggal Phi Phi Islands yang indah, semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi…

Mejeng di view point pake fringe tee yg kubeli kemarin
Mejeng di view point pake fringe tee yg kubeli kemarin
Me @ Phi Phi View Point
Me @ Phi Phi View Point

The Beach

Maya Bay @ Phi Phi Leh
Maya Bay @ Phi Phi Leh

Di hari ketiga ini, kami sudah siap sejak pukul 8.00 pagi untuk mengikuti Phi Phi Islands Tour. Sebelum ke tempat tour agent, kami sarapan dulu di rumah makan dekat hotel.  Sesampainya di tempat tour agent, ternyata kami masih kepagian, peserta tour yang lain belum ada yang datang. Daripada menunggu disitu, kami jalan2 lagi aja di area Tonsai Bay. Setelah berkeliling Tonsai Bay kami kembali ke tour agent dan langsung dipersilakan menaiki kapal berwarna biru yang bersandar di dermaga. Satu per satu peserta tour menaiki kapal, hanya ada 10 orang (termasuk kami) yang mengikuti tour ini, tiga orang Asia (dua cowok dan satu cewek), sepasang cowok cewek bule, dan tiga orang cowok bule. Jadi terasa sangat leluasa di kapal.

Tour leader kami bernama Ahmed (biasa dipanggil ‘A’), dia juga anak dari pemilik kapal yang kami naiki ini. Ahmed menjelaskan rute tour yang akan kami tempuh. Tour ini akan mengelilingi Phi Phi Islands, mulai dari Tonsai Bay, Bamboo Island, Mosquito Island, Monkey Beach, Maya Bay (Phi Phi Leh), dan Viking Cave. Pertama kapal kami berhenti di tengah laut dekat Tonsai Bay, kami dipersilakan turun ke laut untuk snorkeling. Kami snorkeling tidak jauh dari kapal. Tapi tidak ada satu ikan pun yang terlihat di bawah, udah gitu arus airnya kenceng banget lagi. Secara saya ga pinter berenang maka saya buru2 berusaha balik ke kapal, takut kebawa arus. Hehehe….

Bamboo Island

Bamboo Island
Bamboo Island

Tujuan selanjutnya adalah Bamboo Island. Bamboo Island adalah sebuah pulau kecil di timur laut Phi Phi Don. Air lautnya berwarna torquise dan pasirnya lembut sekali. Karena kapal kami cukup besar, maka kami tidak bisa merapat di pantainya. Untungnya kapal kami dilengkapi dengan kano, jadi peserta tour bisa menuju ke pantai dengan menaiki kano. Saya dan Kena agak ragu untuk naik kano, secara itu kan di laut lepas yang arusnya lumayan kenceng. Ntar kalo kita kebawa arus ke tengah laut gimana.

Rupanya ‘A’ menyadari kagalauan hati kami, dan sepertinya dia kasihan sama kami. Dia bertanya apa saya bisa berenang, saya jawab aja enggak. Trus dia tanya lagi apa saya bisa mendayung kano, saya jawab enggak lagi (dengan muka memelas tentunya). Hehe.. Trus dia menawarkan untuk mengantar kami ke pantai dengan kano, jadi dia yang dayung kanonya. Ya jelas aja kami mauuu. Asyiiikk, jadi ga usah capek2 mendayung. Kami naik kano bertiga, ‘A’ yang mendayung duduk paling belakang. Enak banget nih, tinggal duduk2 nyampe deh di pantai.

Sesampainya di pantai, saya yang udah kena mabuk laut selama di kapal beristirahat dulu sebentar. Kemudian ‘A’ mengajak saya snorkeling. Laut di pantai Bamboo Island ini diberi pembatas area khusus untuk berenang dan snorkeling. Bawah lautnya hanya ada sedikit ikan dan ga berwarna ikannya. Karena ga menarik, saya ga lama2 snorkeling di sana. Menurut cerita ‘A’, pulau ini dinamakan Bamboo Island karena dulunya penuh dengan pohon bambu disini. Tapi pohon2 bambu itu tersapu habis oleh Tsunami tahun 2004.

Mosquito Island

Mosquito Island
Mosquito Island

Setelah semua peserta tour kembali ke kapal, kami melanjutkan perjalanan menuju Mosquito Island. Mosquito island adalah pulau yang penuh limestone cliff rock sepanjang 700 meter. Di sini kapal hanya berjalan pelan, tidak berhenti.

Monkey Beach

Monkey Beach
Monkey Beach

Pemberhentian berikutnya adalah monkey beach, sebuah pantai yang dihuni banyak monyet. Peserta tour dipersilakan untuk berenang atau naik kano menuju pantai. Karena saya dan Kena ga suka sama monyet yang usil (apalagi setelah pengalaman sandalku diambil monyet di Uluwatu), maka kami duduk2 aja di atas kapal sambil minum teh hangat. Begitu turis2 yang lain sampai di pantai, monyet2 langsung berdatangan menghampiri mereka. Ihh males banget deh. Kru kapal juga memasang papan loncat untuk terjun bebas dari atas kapal ke laut. Kru kapal dan cowok2 bule pun berloncatan dari atas kapal. Setelah waktu yang diberikan habis, peserta tour diminta kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan utama kita, yaitu……

Maya Bay (Phi Phi Leh)

The beautifull Maya Bay
The beautifull Maya Bay

Inilah tempat shooting film The Beach nya Leonardo Dicaprio, tempat yang sudah sejak lama ingin saya kunjungi. Kalau lihat di film dan foto2. tempat ini terlihat indah dan eksotis banget. Kapal berhenti di ujung Maya Bay karena tidak bisa merapat di pantai. Kemudian kami semua naik kano, dan tentu saja lagi2 ‘A’ yang mendayung kano kami. Orang itu emang baik banget deh.

Maya Bay memang sangat indah, pantainya berpasir putih yang lembut dan air lautnya berwarna torquise. Yang membuat istimewa adalah tebing2 karst menjulang yang mengelilinginya, Subhanallah…. sungguh indah…  Kemudian saya dan Kena berfoto2 di pantai. ‘A’ dengan sukarela memotret kami berdua, jadi kami bisa berpose berkali2 sesuka kami. Kemudian ‘A’ mengajak kami ke Loh Samah Bay yang berada di balik Maya Bay. Kami melewati jalan setapak menuju ke dalam pulau dan tidak lama kemudian sampai di Loh Samah Bay. Karena hujan turun kami pun buru2 kembali ke Maya Bay. Sama seperti di Bamboo Island, laut di Maya Bay diberi pembatas untuk turis2 yang mau berenang dan snorkling. Jadi di area itu kapal tidak boleh lewat dan bersandar. Saya dan Kena tidak tertarik untuk berenang, kami berjalan2 saja untuk menikmati keindahan pantai ini.

Phi Phi Leh
Phi Phi Leh

Untuk berkunjung ke Phi Phi Leh, semua turis harus membayar 100 Baht untuk sumbangan ke taman nasional ini. Phi Phi Leh merupakan pulau yang tak berpenghuni, jika mau menginap disini harus berkemah. Ada agen tour yang menawarkan paket tour berkemah di Phi Phi Leh. Tapi saya kok tidak tertarik yaa, mending nginap di Phi Phi Don aja deh.

Setelah waktu satu jam yang diberikan telah habis, kami bertiga kembali ke kapal dengan kano (yg tentu saja didayung oleh ‘A’ yang baik hati). Bye bye Maya Bay yang indah… Semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi….. Kemudian perjalanan dilanjutkan untuk kembali ke Phi Phi Don. Di perjalanan kapal melewati Viking Cave, sebuah gua di dalam tebing di pinggir laut, mirip2 guanya bajak laut gitu deh.

Viking Cave
Viking Cave

Sebelum matahari terbenam kami sudah sampai di Tonsai Pier. Akhirnya tour hari ini selesai sudah. Malamnya saya dan Kena makan malam di Tonsai resto. Restoran yang terletak di tepi Tonsai Bay ini merupakan restoran yang terbesar di pulau ini. Suasana di resto ini sangat romantis karena tempat makannya terletak outdoor di tepi laut dengan cahaya lilin yang temaram. Tapi karena efek dari mabuk laut tadi saya tidak bisa menikmati makanan yang disajikan. Hari ini kami akhiri dengan mengunjungi kios kaos yang kemarin untuk membeli beberapa kaos lagi. What a wonderfull day… Thanks God….

image
One afternoon in Maya Bay
Saya dan Kena di Maya Bay
Saya, Kena, dan 'A' naik kano. Tinggal duduk manis, nyampe deh...
Saya, Kena, dan ‘A’ naik kano. Tinggal duduk manis, nyampe deh…
Maya Bay
My dream came true

Pelangi di Phi Phi

Loh Dalum Bay, Phi Phi Don
Loh Dalum Bay, Phi Phi Don

Setelah puas mengeksplor Phuket Town, kami kembali ke guesthouse untuk menunggu jemputan minivan. Pukul 13.00 minivan datang menjemput kami di guesthouse. Sesampainya di Rassada Pier kami diberi stiker yang ditempel di baju dan dipersilakan masuk ke kapal ferry. Perjalanan dari Rassada Pier ke Phi Phi memakan waktu 1,5 jam. Phi Phi Islands ini memang indaahhh banget. Pulau-pulau yang berbentuk tebing-tebing karst bertaburan di Laut Andaman dan warna laut yang bergradasi sangat menyenangkan untuk dilihat. Sekitar pukul 15.30 kami mendarat di Tonsai Pier (Koh Phi Phi Don).  Begitu mendarat kami langsung mencari tour agent untuk membeli tiket ferry balik ke Phuket seharga 300 Baht. Di tour agent itu kami diberi peta Phi Phi Don dan ditunjukkan dimana letak hotel kami. Lumayan banget dapet peta itu, kami jadi tau arah dan ga tersesat.

Ferry yang kami naiki merapat di Tonsai Pier
Ferry yang kami naiki merapat di Tonsai Pier

Phi Phi Islands dalam bahasa Thailand disebut Koh Phi Phi (‘Koh’ berarti pulau), terdiri dari beberapa pulau, yang terbesar adalah Phi Phi Don dan Phi Phi Leh. Phi Phi Don adalah pulau terbesar dari gugusan Kepulauan Phi Phi di Laut Andaman. Kepulauan Phi Phi berada di wilayah administrasi Provinsi Krabi. Akan tetapi dapat dicapai dengan jarak tempuh yang sama baik dari Phuket maupun Krabi. Phi Phi Don adalah base tempat menginap, sedangkan Phi Phi Leh adalah pulau tak berpenghuni namun bisa didatangi setiap hari. Tidak ada infrastruktur sama sekali di Phi Phi Leh kecuali toilet umum. Jika ingin menginap di Phi Phi Leh maka harus berkemah, ada operator tour yang menawarkan tour berkemah di Phi Phi Leh.

Phi Phi Don

Walking street in Phi Phi Don
Walking street in Phi Phi Don

Phi Phi Don adalah pulau yang sangat turistik. Jalannya sempit berupa pavement selebar 2 – 3 meter, di kanan kiri penuh dengan prasarana penunjang pariwisata. Mulai dari penjual souvenir, restoran, kafe, bar, mini market, penginapan, money changer, operator diving, dan operator tour memadati pulau ini. Di pulau ini juga terdapat Masjid, penduduk lokal tinggal di sekitar Masjid. Perlu diketahui, penduduk asli Phi Phi Don ini kebanyakan beragama Islam, seperti penduduk asli di Provinsi Krabi lainnya. Tidak ada kendaraan bermotor di Phi Phi Don. Alat transportasi disana hanyalah sepeda. Ada juga gerobak dorong yang dipergunakan untuk mengangkut barang, termasuk koper2 turis. Akan tetapi Phi Phi Don bukanlah pulau yang luas, jadi tidak akan capek mengelilinginya dengan berjalan kaki.

PP Insula Hotel

PP Insula
PP Insula

Hotel tempat kami menginap di Phi Phi Don bernama PP Insula. Letaknya tidak jauh dari dermaga. Hanya berjalan kaki sekitar 3 menit kami sudah sampai. Tipe kamar kami adalah standard twin bed dengan harga Rp550.000 per malam. Harga hotel di Phi Phi memang lebih mahal daripada di Phuket. Apalagi kami datang pada bulan November pada saat peak season, jadi harganya lebih mahal daripada bulan2 lain yang low season. Sebenernya ada alternatif  penginapan lain yang lebih murah, tapi kami tidak yakin dengan kondisi kamarnya. Kami menginap dua malam di hotel ini, kamarnya cukup luas dan sangat bersih, serta ada balkon yang menghadap ke dermaga. Kamar kami berada di lantai 3, tidak ada lift di hotel tersebut, tapi tidak masalah juga siy. Sebelum naik tangga, penghuni hotel diharuskan melepas alas kaki agar kebersihan hotel tetap terjaga. Kami juga diberikan kartu untuk membuka pintu hotel secara otomatis karena pintu hotel dikunci pada pukul 9 malam. Jadi setelah pukul 9 malam kami harus membuka pintu sendiri.

Loh Dalum Bay

Pelangi di Phi Phi
Pelangi di Phi Phi

Setelah meletakkan barang2 di hotel kami langsung cabut lagi. Tujuan kami adalah Loh Dalum Bay, sebuah pantai dengan pasir putih yang lembut, garis pantai yang panjang, serta air laut berwarna turquoise. Loh Dalum Bay terletak berkebalikan dengan Tonsai Bay. Jaraknya hanya 150 meter dari Tonsai Bay, tapi atmosfernya sangat berbeda dengan Tonsai Bay yang ramai dan sibuk, suasana disini sangat laid back. Pantai ini memiliki air yang dangkal dan tidak berombak, meskipun kita berjalan jauh tinggi airnya hanya sedalam pinggang. Karena waktu itu hari sudah sore, air laut di Loh Dalum Bay sedang surut. Sewaktu kami tiba disana cuaca mendung, kemudian gerimis turun. Tapi kami tetep asyik bermain2 dan berfoto2 disana. Tak lama kemudian, terlihat pelangi di langit. Woowww…. Pelangi di Phi Phi Island. So stunning….. Kayaknya udah lama banget ga lihat pelangi. Sekarang bisa lihat pelangi di Phi Phi. Indahnyaa…

Loh Dalum Bay
Loh Dalum Bay

Shopping in Phi Phi Don

Hujan turun semakin deras, kami buru2 ngabur dari Loh Dalum Bay. Kami berjalan di pinggir kios2 penjual souvenir yang ada di sepanjang jalan. Kios2 itu menjual kaos bertuliskan Phuket, gantungan kunci khas Thailand, magnet kulkas, tas, dan lain sebagainya. Sambil berjalan kami melihat2 kalo ada yang menarik untuk dibeli. Saya mencari kaos dan gantungan kunci yang bertuliskan Phi Phi Island, tetapi kok tidak ada yang menarik desain kaosnya. Sedangkan gantungan kunci sama sekali tidak ada yang bertuliskan Phi Phi. Gantungan kuncinya sama persis dengan yang dijual di Bangkok. Akhirnya saya membeli sebuah kaos bergambar shark dan bertuliskan Phi Phi Island seharga 150 Baht untuk oleh-oleh. Kemudian kami berjalan lagi dan di sebuah kios kami melihat tas kanvas bergambar ikan dan bertuliskan Phi Phi Island. Sepengetahuan kami hanya kios itu yang menjual tas tersebut. Kios2 lain hanya menjual tas2 khas Thailand yang biasa dijual di Bangkok. Jadi kami langsung membeli tas itu setelah menawarnya dengan harga 150 Baht.

Setelah itu kami mencari tour agent untuk membeli paket tour mengelilingi Phi Phi Islands. Ada beberapa paket tour yang ditawarkan antara lain half day tour, full day tour, dan camping in maya bay. Alat transportasi yang digunakan pun bermacam2, yang paling murah adalah menggunakan long tail boat. Selain itu ada big boat dan speed boat. Walaupun harganya termurah, saya tidak mau memilih long tail boat karena kapalnya sangat kecil. Pasti akan sangat menyiksa terombang-ambing di laut lepas dengan kapal yang kecil. Sedangkan speed boat terlalu mahal harganya. Akhirnya kami memilih full day tour dengan menggunakan big boat seharga 600 Baht. Jadwal tour kami akan dimulai pada pukul 10.00 besok, dan kami diminta untuk berkumpul di tour agent pukul 09.00 pagi.

Setelah mendapatkan paket tour, kami meneruskan berjalan untuk mencari oleh-oleh. Saya berulang kali melihat ke kios2 di kanan dan kiri untuk mencari kaos. Tapi tidak ada yang saya sukai, kebanyakan kaosnya berdesain sama antara satu kios dengan kios yang lain. Sampai akhirnya saya menemukan sebuah kios yang khusus menjual kaos dengan desain dan model yang unik. Ketika saya memasuki kios tersebut, pemiliknya menyapa saya dengan Bahasa Thailand (saya selalu saja disangka orang Thailand baik di Bangkok, Phuket, atau Phi Phi). Saya hanya tersenyum dan say hello menjawabnya. Kemudian dia baru sadar bahwa saya bukan orang Thailand, hehehe… Kaos2 yang dijual di kios ini benar2 berbeda dengan yang saya temui di seluruh kios di Phi Phi Don. Tidak ada yang menjualnya di kios lain. Ternyata sang pemilik yang seorang seniman (wajah si bapak ini typical wajah seniman di Jogja) itulah yang mendesain sendiri kaos2 tersebut. Saya sangat menyukai desain kaosnya yang bertemakan Phi Phi Islands, kaos2 seperti inilah yang saya cari2 sedari tadi, untung aja nemu. Harga kaosnya adalah 200 Baht (itu setelah kami tawar dengan memelas), memang harganya lebih mahal daripada kaos2 yang dijual di kios lain, tapi worth it kok. Kalau kalian berkunjung ke Phi Phi Don saya rekomendasikan untuk beli di kios ini, dijamin bagus dan ga ada di tempat lain (saya udh muterin Phi Phi Don dan Patong, emang bener2 ga ada lagi yang jual). Letak kios ini kalau dari PP Insula jalan ke arah kiri, ikuti jalan, trus ada pertigaan pertama belok ke kanan, kiosnya terletak sekitar 50 meter dari pertigaan (di sebelah kanan). Selain desain yang bagus, kaos disana juga bisa dipotong sesuai model yang kita inginkan. Saya meminta kaos saya dipotong menjadi fringe tee. Hasilnya kereennn……

Tonsai Pier
Tonsai Pier
Welcome to Phi Phi Island
Welcome to Phi Phi Island

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Nicoline's Journal

by Nicoline Patricia Malina

Alid Abdul

Travel till you die!

Harival Zayuka

Just another WordPress.com site

My Sanctuary

my travel notes

Claraberkelana.com

Travel Stories

The Traveling Cows

my travel notes