Search

Here, There, & Everywhere

my travel notes

Category

Hong Kong

Hong Kong Day 2: Meng-eksplor Hong Kong Island

Victoria Peak
Victoria Peak

Yeeeaaayyy…. hari kedua ini kami awali dengan BANGUN TELAAATTT……..

Jam 8 lebih kami baru bangun. Ya ini gara-gara kemarin kecapekan jalan seharian. Jadwal hari ini adalah muterin Hong Kong Island dan mengunjungi The Peak yang juga berada di Hong Kong Island.

Naik Ferry

Star Ferry
Star Ferry

Sebelum berangkat kami sarapan noodle cup dulu hasil dari belanja kemarin malam di Sevel. Akhirnya kami baru keluar dari hostel pukul 10.00. Kami berjalan menuju dermaga ferry untuk menyeberang ke Hong Kong Island. Sebenarnya bisa saja naik MTR ke Hong Kong Island, tapi kami sengaja naik ferry agar bisa menikmati scenic view Hong Kong Island dari atas ferry. Keluar dari hostel saya langsung saja belok kanan, tapi setelah berjalan lumayan jauh kok ga kelihatan juga tanda-tanda tempat yang akan kami tuju. Setelah buka peta, ternyata kami memang salah arah. Harusnya tadi belok kiri. Hehehe….. Maaf ya Re….. Ga boleh marah yaaa…..

Setelah balik arah dan berjalan lagi akhirnya kami sampai di Kowloon Point Ferry Piers at Salisbury Road. Ferry yang bernama Star Ferry ini sudah menjadi tumpuan hidup warga Hong Kong sejak 100 tahun lalu, tidak pernah berhenti beroperasi kecuali lagi ada topan. Untuk menyeberangi lautan dari Kowloon ke Hong Kong Island, ferry adalah alat transportasi yang paling murah (lebih murah daripada MTR). Ada dua jenis tempat duduk di ferry ini, yaitu upper deck dan lower deck. Tarif untuk upper deck adalah HKD 2,5, sedangkan untuk lower deck HKD 2. Pilihlah tempat duduk upper deck agar bisa melihat pemandangan dengan leluasa. Pintu masuk di dermaga dibedakan untuk upper deck dan lower deck, jangan salah masuk, perhatikan petunjuk arahnya. Interval keberangkatan ferry ini cukup cepat yaitu antara 10 – 20 menit. Waktu tempuhnya dari dermaga Kowloon ke Central sekitar 15 menit. Tiket ferry bisa dibayar menggunakan Octopus Card.

di atas ferry
di atas ferry

Di atas ferry kami menikmati pemandangan Hong Kong Island yang dipenuhi gedung-gedung pencakar langit. Jika ke Hong Kong kalian harus mencoba naik ferry ini. Ada sensasi tersendiri naik ferry ini, mengingat ferry telah digunakan masyarakat Hong Kong sejak masa lampau. Ferry ini memang terlihat sudah kuno, akan tetapi tetap terawat dan bersih.

Naik Tram

Tram
Tram
Jembatan penghubung
Jembatan penghubung

Salah satu tujuan kami ke Hong Kong Island adalah untuk naik tram. Tram hanya ada di Hong Kong Island mulai dari Northpoint di sisi Timur hingga Kennedy Town di sisi paling Barat. Setelah keluar dari Central Pier kami berjalan melewati jembatan panjang menuju halte tram terdekat. Awalnya kami bingung karena jembatan ini sangat panjang dan bercabang ke gedung-gedung di kanan kirinya. Yang menarik dari kawasan Cenral sebagai pusat bisnis Hong Kong adalah gedung-gedung bertingkat yang saling sambung-menyambung. Jadi jika ingin mencapai suatu gedung yang berjarak beberapa gedung dari tempat kita berada, dapat melewati jembatan penghubung yang tersedia tanpa harus turun lagi ke jalan raya. Kami lalu bertanya pada seorang petugas, petugas itu menjelaskan bahwa kami lurus saja kemudian di ujung turun ke bawah. Akhirnya ketemu juga sama tram yang kita cari-cari. They are so cute…..

Mejeng di halte stasiun tram
Mejeng di halte tram

Berhubung di Indonesia waktu saya lahir udah ga ada tram lagi, saya jadi agak-agak norak waktu menaikinya. Abis lucu banget sih bentuknya. Udah gitu karena tram dijadikan sebagai media untuk iklan, tram-tram ini dicat dengan berbagai warna sesuai dengan produk yang mensponsori, jadi makin cantik penampakannya. Tram ini sudah berusia lebih dari 100 tahun dan merupakan peninggalan zaman kolonial Inggris. Cara naik tram ini adalah naiknya dari pintu belakang, kemudian keluar dan bayarnya di pintu depan. Tram bisa dibayar menggunakan Octopus Card. Sungguh kartu yang serba guna.

Kami naik tram menuju Victoria Park di daerah Causeway Bay. Sebelum naik tram perhatikan dulu peta tram yang terpampang di setiap halte. Kemudian pastikan dimana kita nanti akan turun. Tram berhenti di setiap halte yang dilewati. Nama halte tertulis di setiap halte baik di bawah atau di atas. Jadi meski kita duduk di atas tetap bisa melihat nama halte yang kita lewati.

Victoria Park

Victoria Park
Victoria Park

Kami turun tepat di depan Victoria Park. Victoria Park adalah sebuah taman luas yang di dalamnya terdapat fasilitas olah raga, yaitu antara lain lapangan basket dan futsal. Taman ini diberi nama sesuai dengan nama Ratu Inggris yaitu Queen Victoria mengingat Hong Kong merupakan bagian dari negara persemakmuran Inggris sebelum tahun 1997. Victoria Park menjadi tempat berkumpulnya pahlawan devisa dari Indonesia pada hari Minggu, hari libur mereka. Kami ke taman ini pada hari Selasa, jadi taman ini sepi sekali. Di pintu masuk taman terdapat patung Queen Victoria yang sedang duduk di singgasana. Karena pada saat itu daerah di sekitar Victoria Park sedang sepi maka kami menggunakan kesempatan ini untuk berfoto-foto dengan latar belakang tram yang lewat di belakang kami. Tiap ada tram yang beda warna kami selalu berfoto di depannya.

Warna-warni tram di Hong Kong
Warna-warni tram di Hong Kong

Times Square

Times Square
Times Square

Agenda berikutnya adalah jalan-jalan di daerah Causeway Bay. Tempat yang kami tuju adalah Times Square, sebuah shopping mall yang sering mengadakan bazaar. Kami naik tram kembali ke arah Central dan turun di Canal Road, Causeway Bay. Pada saat itu di Times Square sedang ada bazaar yang digelar di lantai 18. Kami pun mendatanginya, siapa tau dapat barang bagus ber-merk dengan harga murah. Setelah muter-muter ga ada barang yang membuat kami tertarik. Lagian harganya juga masih mahal. Sayang kalo buat beli barang-barang branded gitu, mending dipake buat beli souvenir khas Hong Kong aja.

salah satu jalan di Hong Kong Island
salah satu jalan di Hong Kong Island

Lan Kwai Fong

Lan Kwai Fong
Lan Kwai Fong

Tujuan kami selanjutnya adalah Lan Kwai Fong. Lan Kwai Fong adalah tempat paling happening dan gaul se-Hong Kong. Di tempat ini berjajar cafe, bar, resto, club, dan lounge yang selalu dipenuhi oleh pekerja-pekerja yang nongkrong disana sepulang kantor. Tapi karena pada saat kami disana masih siang hari, maka jalan ini masih sepi pengunjumg. Tujuan kami ke Lan Kwai Fong bukanlah untuk nongkrong di salah satu cafe disana (kami kan ngiriiit). Kami kesana untuk membeli t-shirt Hard Rock Cafe titipan saudaranya Rere.

Penuh cafe di sepanjang jalan
Penuh cafe di sepanjang jalan

Lan Kwai Fong berada di daerah Central. Kami naik tram kembali ke Central dan turun di halte Pedder Street. Setelah baca peta dan baca petunjuk nama jalan sampailah kami di Lan Kwai Fong. Lan Kwai Fong ini jalannya sempit satu arah dan menanjak, di kanan kirinya berjajar cafe, bar, resto, club, dan lounge. Setelah berjalan menanjak akhirnya ketemu Hard Rock Cafe-nya. Disitu Rere membeli t-shirt hitam dan tentunya saya ga beli apa-apa. Hehehe….

Numpang foto di Hard Rock Cafe
Numpang foto di Hard Rock Cafe

Peak Tram

DSC_0721
Lower Peak Tram Terminus
Peak Tram
Peak Tram

Setelah dapat barang titipan, sekarang tiba saatnya menuju The Peak. Kami berjalan menuju Lower Peak Tram Terminus yang berlokasi di Garden Road, Central. Lumayan jauh juga jalannya, nanjak lagi. Untungnya cuaca mendung saat itu jadi ga kepanasan. Sesampainya disana kami langsung masuk dan mengantri. Hari itu tidak terlalu ramai pengunjung, jadi antrian untuk naik tram cukup pendek. Peak Tram adalah tram khusus yang berjalan di jalur menanjak hingga 50 derajat kemiringan. Tram ini akan mengantarkan kami menuju Victoria Peak. Jalur tram ini sudah dipakai sejak 1888 secara eksklusif oleh orang-orang pemerintahan Inggris dan penduduk yang tinggal di The Peak. Akan tetapi sekarang semua orang bisa menikmatinya sebagai jalur trem tercuram di dunia.

Peak tram beroperasi setiap hari mulai jam 7 pagi sampai tengah malam. Interval keberangkatan tram ini adalah setiap 10 sampai 15 menit. Waktu tempuh menuju The Peak adalah sekitar 7 menit. Perjalanan cukup seru dan mendebarkan karena tram ini berjalan menanjak dengan kemiringan hampir 50 derajat. Tiket satu paket naik Peak Tram + Museum Madam Tussaud + Sky Terrace adalah HKD 220 per orang.

Terminal tram di The Peak langsung menyambung dengan Peak Tower, gedung yang berisi toko-toko penjual souvenir, pakaian, sepatu, restoran, cafe, Museum Madame Tussauds, dan Sky Terrace. Karena lapar kami makan siang dulu di Burger King.  Saya makan ayam + kentang seharga HKD 57. Setelah makan kami langsung menuju Madame Tussaud Museum.

Madame Tussauds Museum

Foto bareng yang punya Hong Kong
Foto bareng yang punya Hong Kong

Madame Tussauds adalah sebuah museum lilin terkenal di London, Inggris, dengan cabang-cabang di beberapa kota besar di dunia, termasuk di Hong Kong. Museum ini pertama kali didirikan oleh pematung lilin Marie Tussaud. Patung-patung lilin Madame Tussauds terdiri atas tokoh-tokoh sejarah, keluarga kerajaan, bintang film, atlet tenar dan tokoh-tokoh kriminal yang tenar.

DSC_0779
with Mr President, Barrack Obama
DSC_0771
my favorite

Begitu masuk ke dalam museum kami disambut oleh patung lilin Jackie Chan, sebagai tuan rumah Hong Kong. Tapi sayangnya, khusus untuk Jackie Chan, kita tidak bisa memotret dengan kamera sendiri. Ada fotografer yang sudah siap memotret kami berdua. Masuk ke dalam lagi ada 10 area tematik disini yaitu Hong Kong Glamour, Royal Family, Historical and National Heroes, TV Studio, World Premiere, SCREAM, The Champions, Authentic History, Music Icons, dan Fantasy Kingdom. Museum ini memiliki koleksi lebih dari 100 patung lilin. Bagi saya yang paling menarik adalah patung lilin Mantan Presiden RI Soekarno yang berada di satu ruangan bersama pemimpin-pemimpin dunia lain. Disini kami bisa puas-puasin foto narsis dengan seleb-seleb dan tokoh-tokoh terkenal dunia.

DSC_0810
peluk Mr Deep ^_^

Setelah keluar dari museum kami mengambil hasil foto kami bersama Jackie Chan tadi. Kami memilih untuk membeli file digital saja supaya lebih hemat dengan harga HKD 50.

Sky Terrace

DSC_0943

I love The Peak
I love The Peak

Hari sudah sore, tujuan kami selanjutnya adalah naik ke Sky Terrace. Sky Terrace adalah tempat tertinggi untuk melihat kemegahan gedung-gedung pencakar langit Hong Kong dari atas The Peak. Dengan ketinggian 428 mdpl, Sky Terrace adalah tempat tertinggi dan terbaik dimana kita bisa melihat Hong Kong dari ketinggian yang menakjubkan dengan daya pandang seluas 360′. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Sky Terrace adalah mulai sore sampai malam. Jadi kita bisa melihat pemandangan dengan dua waktu yang berbeda. Pada malam hari pemandangan Hong Kong dari The Peak semakin terlihat indah karena lampu-lampu dari gedung-gedung tinggi menyala. Melihat pemandangan ini sungguh membuat saya terpesona. Benar-benar indah………

Yang bikin ga enak dari Sky Terrace ini adalah tempatnya yang sempit dan pengunjung yang banyak sekali. Jadi untuk mengabadikan pemandangan kami harus berdesak-desakan bergantian dengan pengunjung lain. Apalagi kalo kita mau foto dengan latar belakang pemandangan, sudah pasti tidak bisa, karena pengunjung berdesakan di pinggir pagar. Satu-satunya cara adalah difoto oleh fotografer resmi The Peak, karena mereka punya space khusus untuk foto yang tidak boleh dimasuki pengunjung lain. Jika ada pengunjung yang tidak sengaja masuk kesana pasti akan langsung diusir. Kami pun berfoto disana untuk kenang-kenangan. Foto ini bisa diambil di pintu keluar. Untuk menghemat kami hanya membeli file digitalnya seharga HKD 100.

Foto yang mihil
Foto yang mihil

Peak Market

Sekarang tiba waktunya belanja. Disini ada beberapa toko souvenir yang cukup lengkap. Harganya fix price, tidak bisa ditawar, tapi cukup wajar kok. Saya membeli oleh-oleh yang belum sempat saya beli di Ladies Market kemarin yaitu kaos seharga HKD 110 untuk tiga buah, dompet etnik China seharga HKD 130 (isi lima buah), dan gantungan kunci (dengan box) seharga HKD 12, dan bolpoin lucu dengan hiasan boneka anak berbaju khas China seharga HKD 39.

Dompet etnik
Dompet etnik
Bolpoin lucu
Bolpoin lucu

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, kami langsung buru-buru menuju ke Peak Tram Terminal. Sampai disana antrian sudah mengular, panjang sekali. Ngantri disana lebih dari setengah jam, capek berdiri. Saya udah kuatir aja MTR yang akan kami naiki nanti sudah berhenti beropeasi. Trus kami balik ke hostel naik apa dong. Hiks…. Setelah turun dari Peak Tram kami bergegas menuju stasiun MTR Central. Jalannya lumayan jauh juga. Untungnya MTR masih beroperasi…. Alhamdulillah….. Akhirnya kami pulang dengan badan yang sangat lelah tapi hati bahagiaaaa…….

Hong Kong Day 1: Ngon Ping 360, Sky 100, Museum of History, Avenue of Stars, dan Ladies Market

Ngon Ping Village
Ngon Ping Village

Jadwal kami di hari pertama ini adalah naik cable car ke Ngon Ping, lalu naik ke Sky 100, kemudian melihat Museum of History. Sorenya kami akan ke Avenue of Stars dan malamnya berbelanja di Ladies Market. Cukup padat ya jadwalnya….

Ngon Ping Cable Car 360

Cable Car
Ngon Ping Cable Car
di dalam cable car
di dalam cable car

Pagi itu kami membeli sarapan di Seven Eleven. Saya makan noodle cup dan Rere makan sepotong roti. Kemudian kami berangkat menuju Ngon Ping yang letaknya di Lantau Island. Kami naik MTR Tsuen Wan Line dan turun di Lai King Station. Kemudian kami berganti jalur Tung Chung Line dan turun di Tung Chung Station Keluar di Exit B. Begitu keluar dari MTR Station kita akan menjumpai Citygate Outlet, tak jauh dari situ berdirilah Cable Car Station. Kami sampai disana sebelum pukul 10.00, cable car belum beroperasi, tapi antriannya sudah lumayan panjang. Ada dua macam cable car disini, yang satu standar dan satunya crystal cabin. Kami memilih crystal cabin dengan harga HK 190 round trip per orang. Crystal cabin ini maksudnya lantainya terbuat dari kaca, jadi bisa melihat pemandangan tepat dibawah kaki kita. Asyiikk kan.. ngeri-ngeri gimana gitu.

Kami menaiki cable car bersama enam orang lainnya. Jalur cable car ini cukup panjang sekitar 5,7 km melewati pepohonan yang hijau, bukit, dan lautan di bawah kami. Hong Kong International Airport dan Giant Buddha Statue juga terlihat dari ketinggian. Kami menikmati perjalanan dan berfoto-foto sepanjang jalan. Begitu turun dari cable car kami melewati souvenir shop. Disana kami ditawari foto kami berdua di cable car yang diambil fotografer sebelum cable car berjalan. Selain dalam bentuk lembaran foto, mereka juga membuat foto kami menjadi gantungan kunci dan hiasan snow ball. Tapi karena harganya cukup mahal kami tidak membelinya. Mending buat yang lain duitnya.

DSC_0098
Big Buddha
Jalanan di Ngon Ping Village
Jalanan di Ngon Ping Village

Udara di Ngon Ping Village ini sangat sejuk dan pada saat itu sedang mendung, jadi ga perlu kepanasan deh. Kami berjalan menuju Giant Buddha Statue melewati toko-toko di sepanjang jalan yang menjual souvenir, teh, makanan, dll. Di jalan kami juga menjumpai cable car – cable car jaman dahulu kala dari berbagai negara yang bentuknya lucu-lucu. Ada yang dari Perancis, Spanyol, Austria, China, Swiss, dan Brazil. Setelah melewati deretan toko kami melewati jalan yang di kanan kirinya berdiri patung Jenderal-Jenderal China. Kemudian ada gapura besar khas China berwarna putih. Disini saya merasa seperti kembali ke Beijing karena suasananya sangat mirip, bentuk gapuranya serta pagarnya. Patung Budha di Ngon Ping ini adalah patung Budha duduk terbesar di dunia. Patung ini terbuat dari perunggu, untuk naik ke atas harus melewati sekitar 268 anak tangga. Ihhh males aahhh…. Dasar kami memang pemalas jadi kami berfoto-foto di anak tangga paling bawah. Hihihi… Perjalanan kami kan masih panjang, jadi harus simpan tenaga dong buat besok-besok.

Cable Car dari berbagai negara
Cable Car dari berbagai negara

Kemudian kami kembali ke cable car station, kali ini kami menaiki cable car hanya berdua saja, tidak ada pengunjung lain. Jadi dipuas-puasin deh foto dengan berbagai gaya di dalam cable car, mulai dari gaya duduk, berdiri, sampai ngesot di lantai kaca. Hehehe…

Crystal Cabin
Crystal Cabin

Turun dari cable car hari sudah siang, oleh karena itu kami mampir makan dulu di Citygate Outlet. Citygate outlet ini adalah Factory Outlet yang menjual barang-barang bermerek dengan harga sedikit miring (katanya sih). Ada Giordano Outlet, Esprit Outlet, Dr Kong, Bossini dan masih banyak lagi. Tapi karena dari awal tujuan saya ke Hong Kong adalah murni travelling, jalan-jalan melihat tempat wisata, bukan wisata belanja, maka lewatin aja deh semua outlet-outlet itu. Kami langsung menuju restoran Mc Donalds yang berada di lantai 2. Makan di Mc D ini harganya HKD 21.5 per orang.

20140609_114622
Say Hii from Ngon Ping

Sky 100

Sky 100
Sky 100

Setelah makan kami melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya yaitu Sky 100.  Sky 100 ini adalah tempat untuk melihat panorama Hong Kong dari gedung tinggi. Sky 100 terletak di lantai 100 gedung tertinggi di Hong Kong yaitu International Commerce Centre (ICC). Dari Tung Chung Station hanya perlu sekali naik MTR Tung Chung Line dan turun di Kowloon Station. Kowloon Station ini terhubung dengan gedung ICC, tinggal ikuti saja petunjuk arah menuju ICC. Setelah berada di area ICC ikuti petunjuk arah menuju Sky 100.

Pada saat berada di Sky 100 kami diberitahu bahwa deck Selatan tidak bisa dimasuki karena sudah direservasi untuk acara private. Sky 100 ini merupakan indoor observation deck yang menawarkan pemandangan 360 derajat yang menakjubkan dari Victoria Harbour. Meskipun deck Selatan ditutup kami tetap masuk ke Sky 100. Kemudian kami diantar menuju lift untuk naik ke lantai 100. Lift ini berkecepatan tinggi, mampu naik menuju lantai 100 hanya dengan waktu 60 detik saja. Di lantai 100 ini kami menikmati pemandangan Hong Kong dari berbagai sisi. It was a great view……

DSC_0294
a great view
DSC_0209
Daftar gedung-gedung tertinggi di dunia

Di observation deck ini juga terdapat booth-booth untuk berfoto. Ada juga replika ricksaw, becak khas China yang bisa kami naiki. Tapi cuma buat foto doang yaaa, ga bisa jalan becaknya. Di sini juga terdapat gambar gedung-gedung tertinggi di dunia mulai dari urutan pertama sampai ke-10. ICC menempati urutan kelima gedung tertinggi di dunia dengan tinggi 490 meter. Sedangkan yang menempati urutan pertama tentu saja adalah Burj Khalifa Dubai dengan tinggi mencapai 828 meter. yaaahhh Dubai memang lebayyy…..

Naik ricksaw
Naik ricksaw

Hong Kong Museum of History

Tram
Salah satu koleksi museum, Tram
Terminal Bus
Terminal Bus

Tujuan berikutnya adalah Hong Kong Museum of History yang terletak di 100 Chatham Road South, Tsim Sha Tsui East. Dari ICC menuju ke museum ini kami harus naik bus supaya bisa turun persis di depannya. Kami berjalan menuju Kowloon Railway Station Terminal yang lokasinya berdekatan dengan ICC, tinggal ikuti saja petunjuk arahnya. Di terminal bus ini kami naik Bus No 8 dan turun di Hong Kong Museum of History bus stop. Pada saat memasuki terminal bus kami sempat bingung kenapa terminalnya sepi sekali, disana hanya ada kami yang mau naik bus. Jadi bingung mau tanya ke siapa. Lalu kami mencari bus no 8. Ketemu sih, tapi kok bus nya tertutup dan tidak ada sopirnya. Gimana nih…. Tapi untungnya tak lama kemudian ada seorang wanita setengah baya masuk ke pintu sopir. Oh ternyata dia sopirnya. Dengan bahasa isyarat, dia menyuruh kami untuk segera naik ke bus. Kemudian bus nya pun langsung berangkat, ga pake nunggu penumpang yang lain. Di dalam bus kami sempat bingung dimana nanti turunnya, mana ibu sopirnya ga bisa bahasa inggris. Untungnya di bus ada pemberhentian next stop-nya, jadi dengarkan baik-baik.

DSC_0307
Hong Kong Museum of History

Kami turun di Museum of History bus stop kemudian jalan sedikit memasuki museumnya. Harga tiket masuk ke museum ini adalah HKD 10 per orang. Museum ini buka tiap hari Senin, Rabu s.d. Minggu pada pukul 10.00 s.d. 18.00. Jadi tiap hari selasa tutup. Di Hong Kong, hampir semua museumnya memberikan gratis tiket masuk pada hari Rabu. Tapi karena hari Rabu sudah kami jadwalkan untuk ke Disneyland maka hari Senin ini kami ke museum. Lagian HK 10 doang gitu lho… Ciihh sombong….

Kapal tradisional Cina
Kapal tradisional Cina

Hong Kong Museum of History berisi sejarah dan perkembangan Hong Kong, mulai dan masa pra sejarah hingga kini. Ruang pamernya terdiri dari dua lantai dengan luas sekitar 7.000m2. Isi museum ini cukup lengkap, ada flora dan fauna asli China, kapal tradisional, baju adat, rumah-rumah jaman dahulu beserta perabotannya, Barongsai, upacara adat, peralatan untuk melaut, peralatan untuk bertani, tram, toko kelontong, dsb. Kalo mau narsis disini tempat yang tepat, karena banyak spot buat berfoto. Kapal tradisional dan trem bisa dinaiki, jadi bisa berfoto diatasnya. Di lantai dua terdapat gang yang kanan kirinya berdiri toko-toko, jadi seperti berada di kota Hong Kong pada masa lampau.

DSC_0415
Jalanan Hong Kong jaman dulu

Di sebelah Museum of History juga terdapat Science Museum. Tapi karena kami keluar dari Museum of Histrory sudah terlalu sore maka kami tidak sempat masuk ke Science Museum. Tiket masuk ke Science Museum ini adalah HKD 25 per orang. Waktu operasionalnya juga sama dengan Museum of History.

arak-arakan
arak-arakan

Avenue of Stars

Avenue of Stars
Avenue of Stars
DSC_0473
The Hong Kong Film Awards Statue

Tujuan kami selanjutnya adalah Avenue of Stars yang terletak di Tsim Sha Tsui waterfront. Untuk menuju kesana bisa ditempuh dengan menaiki bus no 8 atau 8A dan turun di East Tsim Sha Tsui. Tujuan kami ke Avenue of Stars adalah untuk melihat Symphony of Lights. Symphony of Lights adalah suatu pertunjukan lampu-lampu dan laser yang dinyalakan oleh gedung-gedung yang berada di Hong Kong Island mengikuti irama lagu. Pertunjukan ini dimulai tepak pukul 20.00 setiap hari.

Kami sampai di Avenue of Stars saat hari sudah hampir gelap. Jadi kami berfoto-foto dulu sebelum hari gelap. Avenue of Stars adalah icon dari Hong Kong. Pemandangan yang kita lihat di Avenue of Stars adalah gedung-gedung pencakar langit di Hong Kong Island di seberang lautan yang sangat iconik. Belum sah ke Hong Kong kalo belum berfoto dengan latar belakang gedung-gedung ini.

DSC_0485
Patung properti film

DSC_0528
Pemandangan waktu malam

Ketika hari mulai gelap kami duduk di bangku yang berjejer di Avenue of Stars menunggu pertunjukan Symphony of Lights dimulai. Pukul 20.00 pertunjukan dimulai, suara musik mengalun diiringi lampu-lampu di gedung-gedung pencakar langit yang menyala bergantian. Sinar laser menyorot dari atas gedung-gedung ke angkasa. Keren lah pokoknya….

Symphony of Lights
Symphony of Lights

Ladies Market

Agenda terakhir hari ini adalah…. SHOPPING…. HOOreeee……..

Mongkok
Mongkok

Meskipun badan sudah sangat lelah tapi kalo mau shopping bisa seger lagi deh. Oya, seperti komitmen awal saya, shopping yang saya lakukan ini adalah untuk membeli souvenir khas Hong Kong untuk oleh-oleh dan diri sendiri. Harus setia pada komitmen yaa…. Hahaha…

Untuk menuju Ladies Market naiklah MTR Tsuen Wan Line dan turun di Mongkok Station. Ladies Market ini terletak di Tung Choi Street. Jalan ini ditutup untuk kendaraan, di kanan kiri berdiri lapak-lapak pedagang yang menjual berbagai barang. Kebanyakan yang dijual adalah souvenir berupa pajangan, magnet kulkas, gantungan kunci, flash disc, kaos-kaos Hong Kong, tas etnik China, tas kw, dll. Disini saya membeli oleh-oleh berupa gantungan kunci seharga HKD 40 per set (1 set isi 6), gantungan kunci Disney seharga HKD 70 per set (1 set isi 5), magnet kulkas seharga HKD 100 untuk 8 buah, dan magnet kulkas Disney seharga HKD 100 untuk 6 buah. Kita harus pintar-pintar menawar disini, tawar saja dengan harga serendah-rendahnya. Selain itu saya juga membeli dua buah pajangan bergambar landmark Hong Kong seharga HKD 50 dan HKD 100.

Berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 dan kaki saya rasanya sudah mau putus, kami akhirnya kembali ke hostel. Sebenernya masih banyak oleh-oleh yang belum terbeli. Mau beli kaos Hong Kong juga udah ga sempat. Mau milih-milih flash disc yang lucu-lucu juga udah ga ada waktu. Semoga besok malam kami bisa kesini lagi atau mungkin ke Temple Street Night Market.

Trip 2014 ke Hong Kong dan Macau

Hong Kong International Airport
Hong Kong International Airport

Tahun 2014 ini saya punya satu trip ke luar negeri pada bulan Juni ke Hong Kong dan Macau. Tiket kesana sudah saya beli setahun sebelumnya pada saat ada promo Air Asia. Tiket Surabaya – Hong Kong saya beli seharga Rp 596 ribu dan tiket Macau – Jakarta saya beli seharga MOP 659 (atau senilai Rp 988 ribu). Jadi tiket pulang pergi Surabaya-Hongkong dan Macau-Jakarta tidak sampai Rp 1,6 juta. Murahhh kaann…. Liburan saya kali ini ditemani oleh seorang teman kantor bernama Rere. Sebenermya saya ingin sekali mengajak rendra. Di Hongkong kan ada Disneyland, dia ingin sekali ke “rumah Mickey Mouse” itu. Tapi apa daya, papanya ga mau diajak. Saya sendiri ga mampu kalo harus bayarin tiketnya rendra dan ngurusin dia sendirian selama disana. Kalo minta gendong gimana coba. Tapi jangan kuatir rendra, mama janji suatu hari nanti pasti mama akan ajak kamu kesana (pada saat menulis tulisan ini saya sudah pegang tiket ke Hong Kong untuk tahun depan)

Akhirnya hari yang dinanti-nantikan tiba juga. Hari Minggu tanggal 8 Juni 2014 pukul 08.50 pesawat kami berangkat ke Hong Kong lewat Kuala Lumpur. Pukul 12.30 kami tiba di KLIA 2 kemudian lanjut penerbangan ke Hong Kong pada pukul 13.50. KLIA 2 ini bandaranya baru banget. Masih kinyis-kinyis, bandaranya luas, bagus, dan bersih. Untung aja pada saat keberangkatan kami ini KLIA 2 sudah resmi dibuka, jadi kami ga perlu merana transit di LCCT yang kata temen saya bandaranya gak banget itu.

KLIA 2
KLIA 2

Pukul 17.45 kami tiba di Hong Kong International Airport. Horeeee…… Welcome to Hong Kong….. Begitu turun dari pesawat kami disambut oleh…. seekor anjing. Huhh??? Anjing??? Iya anjing ini bertugas mengendus-endus para penumpang pesawat yang baru mendarat, nyari narkoba kali ya. Setelah melewati imigrasi kami berjalan menuju jalur Airport Express. Oya, tidak lupa kami membeli Octopus Card dulu. Octopus card ini adalah kartu serbaguna, selain bisa buat bayar Airport Express, MRT, bus, ferry, kartu ini juga bisa digunakan untuk belanja. Harga kartu ini adalah HKD 150, yang terdiri dari nilai yang bisa kita gunakan sebesar HKD 100 dan nilai deposit HKD 50. Nilai deposit ini akan kembali pada saat kita mengembalikan kartu ini. Supaya ga cepet habis isi Octopus card ini kami langsung top up HKD 100. Toh nanti juga sisa uangnya akan dikembalikan saat mengembalikan kartu. Jadi ga akan rugi.

Airport Express
Airport Express
Golden Crown Guesthouse
Golden Crown Guesthouse

Di Hong Kong kami menginap di Golden Crown Guesthouse yang terletak di daerah Tsim Sha Tsui. Untuk menuju hostel, kami naik airport express dan turun di Tsing Yi Station. Lalu pindah ke jalur MRT Tung Chung Line. Kemudian turun di Lai King Station dan pindah jalur Tsuen Wan Line. Setelah itu turun di Tsim Sha Tsui Station, keluar di exit D1 lalu belok kanan. Gedung Golden Crown terletak di antara Standard Chartered Bank dan City Bank. Saya memilih menginap di Golden Crown tentunya karena harganya yang agak miring dan lumayan recomended dibandingkan Mirador Mansion atau Chung King Mansion. Di Hong Kong ga ada penginapan murah, ini karena harga tanah disana sangat mahal. Harga kamar kami (renovated couple room) adalah HKD 420 per malam. Kamarnya sempit banget, tapi ada kamar mandi dalamnya. Ya memang beginilah penginapan murah di Hongkong, terima aja keadaan. Kami menginap empat malam disana sebelum nanti pindah ke Macau.

Di hostel ini kami juga membeli semua tiket obyek wisata yang akan kami kunjungi di Hong Kong karena harganya lebih murah daripada publish rate-nya. Tiket Disneyland HKD 410, The Peak+Madam Tussaud HKD 220, Cable Car Ngon Ping HKD 190 (crystal cabin), dan Sky 100 HKD 130. Total semuanya HKD 950 per orang.

Malamnya kami berencana untuk keluar cari makan dan shopping di Ladies Market, tapi ternyata di luar hujan deras dan kami ga ada yang bawa payung. Akhirnya kami tetep stay di hostel aja trus tidur deh.

Kamarnya sempiiiittt
Kamarnya sempiiiittt

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Nicoline's Journal

by Nicoline Patricia Malina

Alid Abdul

Travel till you die!

Harival Zayuka

Just another WordPress.com site

My Sanctuary

my travel notes

Claraberkelana.com

Travel Stories

The Naked Traveler

Journey Redefined

The Traveling Cows

my travel notes