Search

Here, There, & Everywhere

my travel notes

Category

Xi’an

Melihat Sakura di Qinglong Temple dan Menikmati Sunset di Atas Xi’an City Wall

DSC01176
South Gate

Hari ini adalah hari terakhir kami di kota Xi’an. Nanti malam kami akan berangkat ke Chengdu menaiki kereta. Tujuan kami hari ini adalah melihat bunga sakura yang sedang mekar. Memang ada pohon sakura di China? Ada dong…. yaitu di Qinglong Temple, Xian. Qinglong Temple dikenal juga dengan nama Green Dragon Temple yang terletak di sebelah tenggara kota Xian. Lokasinya searah dengan Big Wild Goose Pagoda, dapat dicapai dengan menaiki bus. Kuil ini adalah kuil Budha yang terkenal dengan arsitektur kunonya.

DSC01028
Cherry Blossom

Di halaman kuil ini ditanam sekitar seribu pohon sakura sehingga saat musim semi halaman kuil ini dipenuhi bunga sakura. Menurut prakiraan, hari ini adalah puncak mekarnya bunga sakura, jadi saya sengaja menjadwalkan untuk mengunjungi kuil ini pada hari terakhir kami di Xi’an.

DSC01136
Taman di Qinglong Temple

Hari itu pengunjung kuil ini sangat ramai. Begitu memasuki halaman kuil terlihatlah bunga sakura memenuhi seluruh halaman. Indah sekali… Memang benar prakiraannya, bunga sakura sudah mekar seluruhnya hari ini. Sebagian besar bunga sakura berwarna  merah muda, namun ada juga sebagian yang berwarna putih. Ini adalah pertama kalinya saya melihat bunga sakura. Di salah satu papan yang saya baca di halaman kuil tertulis bahwa Sakura dikirim ke Qinglong Temple oleh Japanese Shikoku Four Counties pada tanggal 5 April 1985.

DSC01043
Pertama kali saya melihat sakura ya disini

Setelah menikmati keindahan sakura kami kembali ke pusat kota dengan menaiki bus. Tujuan kami berikutnya adalah Xi’an City Wall. Dari Drum Tower kami naik bajaj ke South Gate City Wall. Kali ini sopir bajaj-nya nenek tua. Wah… nenek-nenek bisa juga ya jadi sopir bajaj. Meskipun sopirnya nenek tapi cara nyetirnya ga kalah dong sama sopir bajaj kemarin malam. Ngebut, ngepot, sepanjang jalan bunyiin klakson supaya orang-orang minggir. Haduuhh… sport jantung lagi deh.

DSC01160
Nenek sopir bajaj

Xi’an City Wall adalah tembok kota dengan kondisi yang paling utuh yang bertahan di China. Tembok ini adalah salah satu sistem pertahanan militer kuno terbesar di dunia. Xi’an City Wall memiliki ukuran tinggi 12 meter, lebar 12-14 meter di bagian atas dan 15-18 meter di bagian bawah. Panjangnya mencapai 13,7 km dengan parit disekelilingnya. Di setiap 120 meter terdapat benteng yang menjorok keluar dari tembok utama. Keseluruhan terdapat 98 benteng di city wall yang dibangun untuk menyerang musuh yang memanjat tembok.

DSC01208
Di atas Xi’an City Wall

Tembok kota ini memiliki 4 gerbang yang diberi nama Changle (eternal joy) di sisi timur, Anding (harmony peace) di barat, Yongning (eternal peace) di selatan dan Anyuan (forever harmony) di utara. Kami masuk melalui gerbang selatan (Yongning) yang lokasinya paing dekat dengan Bell Tower. South gate adalah gerbang yang didekorasi paling baik di antara gerbang-gerbang yang lain.

DSC01184

Tiket masuk ke City Wall adalah CNY 54 per orang. Kami naik ke atas tembok saat hari sudah sore. Sepertinya sore hari adalah saat yang paling tepat untuk berkunjung ke city wall karena cuaca sudah teduh jadi nyaman untuk berlama-lama di atas. Disini terdapat persewaan sepeda untuk berkeliling sepanjang tembok. Harga sewanya adalah CNY 45 per 2 jam untuk sepeda single. Sedangkan untuk sepeda tandem harga sewanya CNY 90 per 2 jam. Kami tidak menyewa sepeda karena sudah lelah dan hanya ingin duduk dan menikmati suasana dan pemandangan di atas tembok. Selain bisa berkeliling dengan sepeda, pengunjung juga bisa menaiki battery car untuk mengelilingi city wall. Tarif per orang untuk satu putaran penuh adalah CNY 80 dengan rute South Gate – West Gate – North Gate – East Gate. Sedangkan untuk tarif antar gate hanya CNY 20 per orang.

DSC01226copy
Menikmati matahari terbenam di atas tembok kota

 

Kami berada di atas tembok sampai matahari terbenam dan lampu-lampu kota menyala. Saat kami turun, di bawah sedang ada persiapan pertunjukan. Di South Gate, pada jam-jam tertentu diadakan art performance. Sayangnya kami tidak bisa melihat pertunjukan itu karena malam ini kami harus berangkat ke Chengdu naik kereta. Kami segera kembali ke hostel mengambil koper dan berangkat menuju stasiun kereta.

DSC01264
Art performance di South Gate

 

DSC01273copy
Terowongan gerbang

Pada tahun 2016 saat saya melakukan perjalanan ini, belum ada kereta cepat/ bullet train dari Xi’an ke Chengdu. Oleh karena itu kami harus menaiki kereta biasa dengan lama perjalanan 16 jam. Jadwal keberangkatan kereta kami adalah pukul 22.12. Sesampainya di stasiun kami masuk ke ruang tunggu kemudian membeli snack di supermarket untuk bekal selama di kereta. Mengingat perjalanan yang cukup lama yaitu 16 jam, sepertinya hiburan satu-satunya adalah ngemil sepanjang waktu. Mulai Desember 2017 sudah ada bullet train yang melayani rute Xi’an-Chengdu, jadi kalian bisa menaikinya supaya menghemat waktu. Sebaiknya kita memesan tiket kereta secara online dari situs reservasi seperti ctrip, travelchinaguide, chinahighlights, dll. Hal ini untuk menghindari kehabisan tiket jika kita membeli langsung di stasiun. Jika sampai kehabisan tiket maka akan merusak jadwal perjalanan kita yang padat. Saya memesan melalui situs ctrip. Untuk memesan melalui situs-situs ini ada booking fee nya. Saat itu booking fee dari situs ctrip adalah CNY 30 per tiket.

Pukul 21.30 kami dipersilakan masuk ke dalam kereta. Kami memesan tiket soft sleeper dengan harga CNY 315. Ada tiga jenis tempat duduk di kereta ini: soft sleeper, hard sleeper, dan hard seat. Tempat duduk yang paling mahal adalah soft sleeper karena yang paling nyaman, bentuknya kompartemen (kamar) yang berisi 4 tempat tidur (2 susun). Sedangkan hard sleeper tidak berbentuk kompartemen, pembatas antara tempat tidur dalam satu gerbong hanya berupa papan tipis. Bed nya susun 3 dan tidak seempuk soft sleeper.

DSC01276
Kompartemen kami

Selain kami bertiga, ada satu lagi penumpang yang satu kompartemen dengan kami, Penumpang ini adalah cewek China yang tempat tidurnya di tempat tidur atas. Dia hanya menaruh tas kemudian keluar dan duduk di lorong. Di depan pintu setiap kompartemen ada tempat duduk lipat untuk satu orang. Awalnya saya mengira dia tidak bisa bahasa Inggris seperti kebanyakan orang China lainnya jadi kami pun tidak mengajaknya bicara. Malam semakin larut, cewek China tadi naik ke tempat tidurnya dan begitu juga kami.

DSC01278
Lorong kereta

 

DSC01242copy
Last day in Xi’an

 

Terracotta Warriors, Pasukan Pelindung Kaisar Qin di Alam Baka

DSC00908
Berfoto bersama Terracotta Warriors

Hari kedua di Xi’an adalah inti dari tujuan perjalanan saya ke China kali ini yaitu melihat Terracotta Army. Terracotta Army atau Terracotta Warriors and Horses adalah kumpulan koleksi dari 8.099 patung terakota atau tanah liat berbentuk tokoh prajurit dan kuda dengan ukuran asli yang terletak di dekat makam dari Kaisar pertama dinasti Qin ,Qin Shi Huang. Tokoh prajurit itu ditemukan pada tahun 1974 di Lintong District, Xi’an, Provinsi Shaanxi oleh para petani lokal. Terakota dibangun tahun 210 SM–209 SM sebagai bentuk seni pemakaman dengan maksud untuk melindungi Kaisar Qin pada kehidupan sesudah kematian.

Untuk menuju lokasi Museum of Qin Terracotta Warriors and Horses kami naik tourist bus no 5 (306) dari Xi’an Railway Station. Tarif bus ini adalah CNY 7 per orang dengan waktu tempuh 1 jam. Sebelum sampai di Terracotta Warriors kami mampir dulu ke Huaqing Palace yang terletak sekitar 30 km dari Kota Xian. Huaqing Palace Scenic Area meliputi Imperial Pools dari zaman Dinasty Tang (618 – 907), Pear Garden, Frost Flying Hall, Nine-Dragon Lake, Five-Room Building and Mount Li. Huaqing Palace ini terkenal dengan kisah cinta romantis antara Kaisar Xuanzong dan selirnya, Yang Yuhuan. Tiket masuk ke Huaqing Palace adalah CNY 150.

DSC00873
Patung Kaisar Xuanzong dan selirnya, Yang Yuhuan

Di dalam Huaqing Palace terdapat lima hot springs: Lotus Pool, Haitang Pool, Star Pool, Shangshi Pool, and the Prince Pool. Lotus Pool adalah kolam pribadi Kaisar Xuanzong yang terlihat menyerupai teratai. Haitang Pool, yang juga dinamakan Guifei Pool, adalah kolam untuk Yang Yuhuan. Star Pool adalah kolam tanpa atap sehingga bisa melihat bintang-bintang saat mandi malam hari. Shangshi Pool adalah kolam untuk para pejabat, dan Prince Pool, yang tentu saja adalah kolam untuk pangeran.

DSC00797
Huaqing Palace

Setelah mengelilingi Huaqing Palace kami meneruskan perjalanan menuju Museum of Qin Terracotta Warriors and Horses. Sebelum memasuki museum kami makan siang dulu di KFC yang ada di luar museum. Tiket masuk museum ini adalah CNY 150. Terracotta Wariors dibuat atas perintah Kaisar Qin dengan tujuan sebagai pasukan yang menjaga dan melayaninya pada kehidupan setelah kematian. Pembuatan patung-patung ini menghabiskan waktu sekitar 40 tahun yang dilakukan oleh lebih dari 700.000 pematung dan pekerja. Setiap patung terakota ini berbeda wajah, ekspresi muka, tata rambut, pakaian, dan sikap tubuh anatara satu patung dengan yang lainnya. Luar biasa ya…

DSC00881
Prajurit dan kuda perangnya

 

Museum ini berisi 3 pit dan 1 exhibition hall yaitu Pit 1, Pit 2, Pit 3, dan The Exhibition Hall of the Bronze Chariots. Pit-pit ini terletak menghadap timur menuju musuh lama pemerintahan Qin, dengan Pit 1 di sayap kanan dan Pit 2 di sayap kiri serta Pit 3 di belakang sebagai pusat komando.

DSC00922
Pit 1

Pit 1 adalah pit yang terbesar dengan panjang 230 meter dan lebar 62 meter, seukuran hangar pesawat terbang. Di Pit 1 dipercaya terdapat lebih dari 6000 patung tentara dan kuda, tapi hanya kurang dari 2.000 patung yang sudah dipamerkan. Semua tentara dan kuda menghadap ke arah timur dalam barisan persegi panjang. Pasukan garda depan adalah pasukan infanteri yang berada di tiga baris paling timur. Tepat dibelakangnya adalah pasukan utama yang memegang senjata diikuti oleh 38 kereta tempur.

DSC00876
Pit 2

Pit 2 berukuran setengah dari ukuran Pit 1 dengan panjang 94 meter dan lebar 84 meter. Pit ini berisi 4 unit. Unit pertama adalah barisan pasukan pemanah yang berlutut dan berdiri. Unit kedua adalah kesatuan kereta tempur. Unit ketiga adalah gabungan pasukan infanteri, kereta tempur dan pasukan berkuda yang membentuk barisan persegi panjang. Yang terakhir, unit keempat meliputi pasukan berkuda yang membawa senjata dengan jumlah yang sangat banyak. Pit 2 ditemukan pada tahun 1976 bersamaan dengan Pit 3.

DSC00888
Pit 3

Pit 3 berukuran panjang 28,8 meter dan lebar 24,57 meter. Investigasi menunjukkan bahwa Pit 3 pernah dihancurkan pada masa lampau. Hanya 68 tentara, 1 kereta tempur, dan 34 senjata yang telah digali dari pit ini. Pit 3 adalah pusat komando untuk Pit 1 dan Pit 2 karena figure yang ada di Pit 3 semuanya adalah pejabat.

DSC00945
Patung-patung yang ada di Pit 1

The Exhibition of Bronze Chariots

Dua kereta perunggu yang dipamerkan disini ditemukan sekitar 20 meter dari sisi barat makam Kaisar Qin Shi Huang pada Desember 1980. Masing-masing kereta memiliki sekitar 3.400 bagian dan ditarik oleh 4 kuda.  Ukuran kereta ini adalah panjang 3,17 meter dan tinggi 1,06 meter. Sedangkan kuda perunggunya bervariasi ukuran tingginya mulai dari 65 cm sampai dengan 67 cm, dan panjang 120 cm. Setiap kereta memiliki berat total 1.234 kg. Kedua kereta ini terbuat dari perunggu, tapi ada 1.720 ornamen emas dan perak dengan berat 7 kg di setiap kereta.

DSC00874
The Bronze Chariots

Pada Desember tahun 1987 makam Kaisar Qin dan Terracotta Army ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Sampai saat ini para arkeolog masih bekerja di area museum ini untuk merestorasi patung-patung yang tersisa.

DSC00879
Arkeolog yang sedang merestorasi patung teracotta

 

Setelah mengeksplor museum ini kami kembali ke kota Xi’an dengan menaiki bus. Sesampainya di Xi’an, kami menuju Big Wild Goose Pagoda North Square untuk melihat musical fontain yang katanya terbesar se-Asia. Jadwal musical fontain show ini adalah pukul 12.00 dan 20.30. Berhubung waktu kami datang sudah mepet dengan mulainya show maka seluruh tempat yang viewnya bagus sudah penuh. Untuk melihat musical fontain ini tidak dipungut biaya alias gratis. Tapi ada tempat duduk khusus yang dijual tiketnya. Tempat ini adalah yang paling bagus posisinya untuk melihat show. Sayangnya tiket tempat duduk ini juga sudah habis terjual saat itu. Akhirnya kami menonton dengan posisi yang kurang enak deh.

274---big-wild-goose-pagoda-northern-square-9508
Musical Fontain Water Show – foto diambil dari google

Malam ini kami mengunjungi Muslim Quarter lagi untuk membeli makan malam. Saya makan mie bayam lagi (emang enak sih mie ini). Lalu tidak lupa membeli sate cumi yang paling lezat itu. Selain itu saya mencoba jajanan yang berupa kripik kentang ditusuk sate dan kue apel. Rasanya menyenangkan sekali berada di negara lain tapi tidak perlu khawatir tentang ke-halal-an makanannya.

DSC01004
Jajan lagi di Muslim Quarter

Setelah kenyang kami pulang menuju hostel. Berhubung sudah lelah, kami memutuskan untuk naik bajaj yang mangkal di dekat Drum Tower. Setelah menyepakati harganya (saya lupa berapa) kami naik bertiga di bajaj itu. Dan itu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan buat kami. Jika ingin merasakan gimana rasanya ketakutan sambil tertawa terpingkal-pingkal naiklah bajaj di Xian. Bajaj ini jalannya ngebut dan lincah sekali, ngepot kesana kemari sehingga kami dibuat terguncang-guncang di dalamnya. Bajaj ini juga hampir menyerempet beberapa orang dan kendaraan lain. Pokoknya cara menyetir tukang bajaj ini bikin kami tercengang dan sport jantung sampai tertawa terpingkal-pingkal. Tapi alhamdulillah kami sampai di hostel dengan selamat.

DSC01018
Ini dia sopir bajaj yang nyetirnya gila-gilaan

Xi’an Kota Tua yang Penuh dengan Peninggalan Sejarah

DSC00446
Bell Tower

Ini cerita perjalanan saya di tahun 2016 lalu. Cerita ini terlambat ditulis karena saya berpindah kerja ke Jakarta tepat setelah saya pulang dari perjalanan ini. Jadi ceritanya saya penasaran pengen melihat Terakotta Army yang berada di Xian. Saat Air Asia membuka promo dan ada tujuan Xi’an di daftarnya, saya langsung mengajak teman-teman saya untuk travelling kesana. Akhirnya saya mendapat dua orang yang ingin ikut ke Xi’an. Agar lebih banyak yang bisa kami lihat maka saya menambahkan Chengdu sebagai kota tujuan kedua. Kebetulan saya juga ingin melihat panda di kota asalnya. Jadi kami membeli tiket pulang pergi Jakarta-Xian dan Chengdu-Surabaya untuk keberangkatan akhir Maret sampai awal April 2016.

Setelah perjalanan yang melelahkan dari Surabaya-Jakarta-KualaLumpur-Xian, akhirnya pesawat kami mendarat di Xian Xianyang International Airport pukul 11 malam. Saya sudah memesan pihak hostel untuk menyediakan mobil yang menjemput di bandara. Berhubung kami tiba tengah malam maka saya tidak mau mengambil resiko untuk menaiki transportasi umum lainnya. Setelah melewati imigrasi kami mencari-cari driver yang menjemput kami. Ternyata yang menjemput adalah pengemudi taxi. Oke gapapa yang penting kami sampai di hostel dengan cepat dan aman tanpa ada resiko nyasar karena kesulitan komunikasi dengan driver.

DSC00419
Hostel kami di Xi’an

Kami menginap di Ancient City Youth Hostel yang terletak di Lian Hu Road. Saya memilih hostel ini karena lokasinya yang strategis, hanya perlu berjalan sedikit menuju pemberhentian bus terdekat. Kamar yang kami tempati adalah standard 3 bed private ensuite dengan harga CNY 240 per malam. Kami menginap tiga malam disini sebelum berpindah kota ke Chengdu. Setelah urusan check in selesai kami segera beristirahat malam ini.

Besoknya, tujuan pertama kami setelah makan di KFC adalah ke stasiun kereta Xi’an untuk mengambil tiket. Saya sudah memesan tiket kereta melalui situs ctrip. Untuk rute Xi’an-Chengdu saat itu belum ada high speed train (kalo sekarang sudah ada), jadi waktu tempuhnya cukup lama yaitu 16 jam. Ada 3 pilihan di kereta ini yaitu, soft sleeper, hard sleeper dan hard seat. Saya memilih kereta soft sleeper agar nyaman selama di perjalanan. Harga tiket kereta soft sleeper pada saat itu adalah CNY 315.

DSC00431
Stasiun Kereta Xi’an

Sesampainya di stasiun kereta kami menunjukkan kertas print out reservasi kereta ke petugas stasiun, lalu mereka menunjukkan loket mana yang harus saya datangi. Kami mendatangi loket 1 dan menunjukkan print out reservasi dan paspor kami, kemudian kami diberi tiket kereta. Cukup mudah bukan. Pastikan kalian melakukan reservasi online terlebih dahulu agar tidak kehabisan tiket.

Setelah urusan tiket beres, tujuan pertama kami adalah Bell Tower. Bell Tower adalah salah satu landmark kota Xian yang dibangun pada tahun 1384 oleh Kaisar Zhu Yuanzhang. Bangunan ini terletak di bundaran di tengah jalan raya. Untuk mencapainya kita harus melalui underpass. Harga tiket masuk ke Bell Tower adalah CNY 35. Tapi jika kita sekaligus membeli tiket masuk Drum Tower maka harganya menjadi CNY 50 untuk dua tower tersebut, jadi lebih hemat. Bangunan ini memiliki tinggi 36 meter, berdiri di atas bata sepanjang 35,5 meter dan tinggi 8,6 meter di tiap sisinya. Diberi nama Bell Tower karena terdapat lonceng raksasa yang terbuat dari logam yang memberitahukan waktu. Bell Tower ini berdiri tepat di tengah-tengah kota Xian, di persimpangan empat jalan utama: South Main Street, North Main Street, East Main Street, dan West Main Street.

DSC00487
Lonceng raksasa di Bell Tower

Selanjutnya kami menuju Drum Tower yang letaknya tidak jauh dari Bell Tower. Drum Tower dibangun pada tahun 1380 oleh Kaisar Hongwu pada masa Dinasty Ming, dan telah direnovasi dua kali pada masa Dinasty Qing pada tahun 1699 dan 1740.  Pengunjung dapat naik ke lantai dua dan menikmati pemandangan dari atas. Terdapat 24 drum di sisi utara dan selatan drum tower. Dahulu kala, khususnya pada jaman Dinasty Yuan, drum-drum yang ada disini digunakan sebagai penanda waktu dan juga alarm saat ada keadaaan darurat.

DSC00542
Drum Tower
DSC00514
Deretan Drum di Drum Tower

Persis di sisi utara Drum Tower terdapat Beiyuanmen Muslim Market yang di sepanjang jalannya menjual beraneka makanan halal. Sore ini kami berencana untuk mengunjungi Great Mosque dulu, setelah itu wisata kuliner di Muslim Quarter. Jalan menuju Great Mosque berupa gang sempit yang kanan kirinya dipenuhi kios-kios penjual souvenir. Sesampainya di Great Mosque kami membeli tiket masuk seharga CNY 25. Sebenarnya untuk orang muslim gratis masuk ke area masjid ini, tapi karena kami lagi tidak sholat dan kesana untuk berwisata jadi kami membeli tiket saja.

DSC00595
Great Mosque

Area Great Mosque ini cukup luas, halamannya dipenuhi dengan taman yang indah dengan pohon-pohon dan bunga-bunga yang sedang bemekaran. Masjidnya berada di bagian paling belakang. Masjid ini dibangun tahun 742 pada masa Dinasty Tang, merupakan hasil dari penyebaran agama Islam di barat laut China oleh pedagang dan pengembara dari Persia dan Afganistan selama pertengahan abad ketujuh. Beberapa pedagang dan pengembara tersebut menetap di China dan menikahi wanita-wanita bangsa Han. Keturunan mereka menjadi muslim sampai saat ini.

DSC00579
The Wooden Memorial Archway

Great Mosque berdiri di area seluas 13.000 meter persegi, dengan luas bangunan seluruhnya 6.000 meter persegi. Areanya berbentuk persegi panjang dari timur ke barat dan dibagi menjadi empat halaman. Di halaman pertama terdapat The Wooden Memorial Archway. Gapura ini dibangun pada awal abad ke-17, jadi telah berumur 390 tahun. Di kedua sisi gapura terdapat beberapa rumah yang di dalamnya dipamerkan furniture-furniture yang dibuat pada jaman Dinasty Ming dan Qing.

DSC00600
The Five – Room Hall

Di tengah-tengah halaman kedua terdapat The Five – Room Hall. Kemudian setelah melewati The Five – Room Hall kita akan menjumpai The Stone Memorial Gateway. Di atas gerbang utamanya terdapat tulisan kaligrafi China yang berarti: The Court of The Heaven. Kompleks batu ini dibangun pada jaman Dinasty Ming.

DSC00605.JPG
The Stone Memorial Gateway

Di tengah halaman ketiga terdapat The Introspection Tower yang berbentuk menara, merupakan bangunan tertinggi di seluruh kompleks masjid yang berfungsi untuk menyuarakan adzan, memanggil orang-orang muslim untuk shalat. Menara ini memiliki dua lantai dengan tiga lapis atap yang berbentuk oktagonal. Menurut guide book yang saya baca, di sisi selatan menara berdiri Official Reception Hall dan di sisi utara berdiri Lecture Hall, dimana di dalamnya disimpan Al Quran tulisan tangan dari jaman Dinasty Ming dan peta Kota Mekkah dari jaman Dinasty Qing.

the-great-mosque-7
The Introspection Tower – foto diambil dari google

Pada halaman terakhir, pengunjung pertama kali akan melihat The One God Pavilion. Bangunan ini berbentuk kombinasi antara gerbang dan paviliun tradisional China. Paviliun-nya sebagai bangunan utama di tengah berbentuk segi enam dengan atap menengadah. Sementara kedua bagian sampingnya berbentuk segitiga dan menengadah seperti gapura. Arsitektur keseluruhan dari bangunan ini terlihat seperti burung Phoenix yang sedang membuka sayapnya dan akan terbang, oleh karena itu bangunan ini juga dinamakan The Phoenix Pavilion. Di bawah atapnya, terdapat papan kecil dengan dekorasi ukiran naga yang tergatung. Tulisan di papan itu adalah “One God”, yang ditulis oleh seorang pejabat tinggi pada jaman Dinasty Ming.

DSC00680copy
The One God Pavilion

Setelah melewati empat halaman sampailah kita di bangunan masjid yang terletak di paling ujung kompleks ini. Masjid ini besar dan sangat indah dengan arsitektur tradisional China. Atapnya ditutup dengan genteng berwarna biru. Masjid ini bisa menampung seribu jamaah untuk menjalankan shalat pada waktu yang sama.Saya sangat menyesal saat itu tidak bisa masuk dan shalat di dalam masjid ini karena selain ingin merasakan shalat di salah satu masjid tertua, saya juga ingin melihat arsitektur di dalamnya. Menurut guide book yang saya baca, di dalam masjid, seluruh halaman Al Quran diukir di 600 papan kayu besar, 30 diantaranya tertulis dalam tulisan China dan sisanya ditulis dengan huruf Arab. Ini adalah karya seni ukir yang menakjubkan dan jarang ditemukan di masjid-masjid lain di seluruh dunia.

DSC00635
Bangunan Masjid

Jika berkunjung ke Xian, jangan lewatkan Great Mosque ini, karena selain sejarahnya dari berabad-berabad yang lampau, masjid ini juga memiliki arsitektur yang merupakan perpaduan gaya muslim dan China tradisional. Pada saat kami disana menjelang waktu ashar, adzan dikumandangkan dan orang-orang berdatangan untuk sholat. Sayang sekali saat itu kami tidak bisa mengikuti sholat di salah satu masjid yang tertua di China ini.

DSC00672
Para jemaah selesai melaksanakan sholat Ashar

Setelah mengeksplor Great Mosque sekarang tiba saatnya untuk berbelanja souvenir dan wisata kuliner di Muslim Quarter. Sambil berjalan menuju Muslim Quarter kami melihat-lihat souvenir yang dijual di sepanjang jalan. Kami membeli beberapa kaos untuk oleh-oleh. Saya juga membeli satu set patung perunggu Terracotta Army untuk pajangan di rumah.

DSC00565copy
Beiyuanmen Street

Beiyuanmen Muslim Market berada di sebuah jalan sepanjang 500 meter yang terletak d sebelah utara Drum Tower. Jalan ini dipaving batu berwarna gelap dan di kanan kirinya berjajar pohon-pohon yang membuat teduh jalan ini. Banyak sekali makanan halal yang dijajakan di Beiyuanmen Muslim Market dan semuanya halal lhooo… Penjualnya semua muslim. Rasanya pengen makan semua makanan yang dijajakan disana. Atas rekomendasi dari seorang turis Indonesia yang kami temui di Great Mosque, malam ini kami ingin makan mie bayam yang katanya lezat. Setelah memakannya memang enak sekali mie ini. Sluuurrrp… lezat….

DSC00703
Mie Bayam

Lalu ada banyak sate-satean yang sangat menggiurkan disana. Ada sate bakso, sate tempura, sate fish cake, sate daging, dan sate cumi yang sangaaat enak. Yang bikin enak semua sate ini adalah bumbunya yang sangat khas. Dan menurut saya yang paling juara adalah sate cuminya. Mungkin kalo saya tinggal selama satu bulan di kota ini saya akan menggendut dengan pasti.

DSC00702
Aku, Yuni dan Sate Cumi
DSC00708
Semua makanan disini halal

 

DSC00731
Drum Tower at night

 

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Nicoline's Journal

by Nicoline Patricia Malina

Alid Abdul

Travel till you die!

Harival Zayuka

Just another WordPress.com site

My Sanctuary

my travel notes

Claraberkelana.com

Travel Stories

The Traveling Cows

my travel notes