Search

Here, There, & Everywhere

my travel notes

Category

Chengdu

Menemui Baby-Baby Panda yang Menggemaskan di Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding

 

DSC01440
Yeaaay… mau ketemu baby panda

Hari ini adalah saatnya bertemu dengan Pandaaaa. Siapa sih yang ga suka sama binatang yang satu ini. Pasti semua orang menyukainya kan. Memang tujuan kami ke Chengdu adalah untuk melihat panda di habitat aslinya. Tempat konservasi panda ini bernama Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding. Lokasinya ada di pinggiran kota Chengdu, sekitar 10 km dari pusat kota. Berhubung tarif taxi di Chengdu ini gak mahal-mahal amat maka kami pergi kesana menggunakan taxi supaya cepat sampai.

DSC01447.JPG
Pintu masuk Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding

Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding ini dibangun semirip mungkin dengan habitat asli Giant Panda supaya mereka mendapatkan lingkungan terbaik untuk tumbuh dan berkembang biak. Tanaman dalam jumlah besar dan sedikitnya sepuluh ribu rumpun bambu telah ditanam untuk menyediakan habitat dan bahan makanan panda-panda yang tinggal disini. Tempat ini mulai buka pada pukul 7.30 s.d. 18.00. Waktu terbaik untuk datang adalah pukul 9.00 s.d. 10.00 yaitu saat mereka sedang makan dan beraktifitas.

DSC01426
Hutan bambu

Setelah sampai kami langsung membeli tiket dan masuk ke dalam. Harga tiketnya adalah CNY 58. Tujuan pertama kami adalah ke tempat baby panda. Kami menaiki shuttle car untuk menuju ke dalam karena lokasi baby panda ini cukup jauh. Naik shuttle car ini bayarnya CNY 10, bisa dipake mondar mandir seharian.

DSC01445
Shuttle car

Sebelum sampai di kandang baby panda kami melewati kandang- kandang panda dewasa. Panda dewasa menempati satu kandang untuk satu panda. Di depan kandangnya ada papan yang berisi biodata si panda beserta fotonya. Jadi di papan tersebut tertulis nama panda, student number, tanggal lahir, jenis kelamin, serta deskripsi sifat dan perilaku si panda. Contohnya Cheng Ji, panda betina yang lahir pada tanggal 11 September 2000. Di papan tertulis bahwa Cheng Ji ini cukup rewel soal kebersihan, dia sering membersihkan diri dan selalu kencing di tempat yang sama. Lucu juga ya, ada panda yang selalu menjaga kebersihan diri. Lalu ada Xi Lan, panda jantan yang lahir pada tangal 31 Agustus 2008. Meski terlihat manis, tapi Xi Lan ini suka milih-milih makanan dan lama kalo makan. Hihihi… mungkin bambu yang mau dimakan dipilihin dulu kali yang segar aja yang mau dia makan.

DSC01379
Panda dewasa

 

DSC01382
Biodata panda

Kemudian tiba lah kami di tempat baby panda. Bayi-bayi panda ini ditempatkan di satu tempat beramai-ramai. Mereka ini cute banget. Menggemaskan deh, pengen nguleng-nguleng rasanya. Beberapa baby panda ada yang sedang tiduran di pohon. Lucu deh, mereka bisa ga jatuh gitu meski pohonnya kecil dan merekanya gendut. Lalu yang lain ada yang lagi bermain bersama, lagi makan, lagi manjat pohon, dan ada pula yang lagi iseng gangguin temennya yang lagi tidur. Hihihi… mungkin maksudnya mau ngajak main bareng. Lihat tingkah polah baby panda ini bikin ketawa. Kami sampe betah nongkrong di depan kandang itu selama satu jam lebih.

20160402_110302
Kandang baby panda

Berhubung hari semakin siang, maka kami harus menyudahi acara nonton baby panda. Kalo diturutin bisa seharian nongkrongin para baby panda yang menggemaskan itu. Oya, disini kita juga bisa mendonasikan uang untuk konservasi panda. Dan menariknya, dengan memberikan donasi sebesar CNY 100 kita diberi souvenir berupa boneka panda yang lucu. Kami bertiga akhirnya membawa pulang masing-masing satu boneka panda. Tempat untuk memberikan donasi ini berada di sebuah bangunan kayu yang terletak di dekat area baby panda.

DSC01393
Tempat untuk memberi donasi

Setelah itu kami menuju area red panda. Tapi sayangnya red panda-nya lagi bobo. Jadi kami tidak berlama-lama disana. Saat naik shuttle car kami melewati bioskop mini. Kami pun turun dan masuk ke Panda Story Cinema ini. Di bioskop ini diputar film dokumentasi giant panda mulai dari lahir sampai dewasa.

DSC01417
Panda Story Cinema

Giant Panda bukan hanya binatang yang merupakan harta kekayaan China, namun binatang ini juga disukai semua orang di dunia. Giant Panda hanya dapat ditemukan di Provinsi Sichuan, Shaanxi and Gansu. Secara total saat ini hanya terdapat kurang dari 2000 ekor, dimana 70 persennya berada di wilayah Provinsi Sichuan. Oleh karena itu, ketika turis domestik China dan luar negeri berkunjung ke Chengdu, Provinsi Sichuan, pasti salah satu tujuan utamanya adalah untuk melihat binatang ini secara langsung. Begitu juga kami ^_^

DSC01371
Lagi bobo di atas pohon
20160402_111442
Bola-bola bulu yang menggemaskan
20160402_112422
Lucuuu banget
DSC01385
Meski gendut tapi mereka bisa nyaman bobo di atas pohon
DSC01433
Ga bisa foto sama baby panda ya udah foto aja sama bonekanya

Tiba di Chengdu dan Menghabiskan Malam Berbelanja di Jinli Street

DSC01313
Gerbang masuk Jinli Street

Pagi ini saya bangun di kereta dan menyadari bahwa perjalanan masih lama. Kereta kami baru akan sampai di Chengdu pada pukul 14.26. Bingung mau ngapain aja. Ada penjual nasi yang menjajakan jualannya sepanjang gerbong pada pagi hari. Jadi syukurlah pagi ini kami tidak kelaparan. Saya menyapa cewek China yang satu kompartemen dengan kami, dan ternyata dia lancar berbahasa Inggris. Akhirnya kami mengobrol dengan dia, namanya Yang Yi Men. Dia adalah mahasiswi yang akan berlibur ke rumah temannya di Chengdu.

Setelah kereta sampai Chengdu kami mengikuti Yang Yi Men menuju stasiun MRT. Lokasi stasiun MRT ini dekat tapi cukup membingungkan bila kita pertama kali kesini, apalagi jalan menuju kesana penuh orang. Kemudian Yang membantu kami untuk membeli tiket di ticketing machine. Setelah semua mendapat tiket kami masuk ke dalam. Lalu Yang berkata akan mengantarkan kami ke hostel, katanya dia khawatir kami tersesat. Woouww baik sekali ya dia. Jadi dia naik kereta bersama kami dan ikut turun di stasiun yang terdekat dari hostel. Dia menggunakan smartphone-nya untuk mencari lokasi hostel kami, yaitu  Chengdu Lazy Bones Backpackers Boutique Hostel. Selama di China, kami memang tidak menggunakan internet selain wifi hostel. Hostel kami sangat dekat dengan stasiun MRT, tak perlu berjalan jauh untuk menemukannya. Setelah sampai kami pun berpisah dengan Yang Yi Men. Terima kasih banyak Yang Yi Men, senang berkenalan denganmu.

DSC01348
Hostel kami di Chengdu

Kami memesan triple room untuk 2 malam. Tarifnya adalah CNY 80 per orang per malam. Setelah mandi kami segera keluar menuju Jinli Street. Jinli street adalah sebuah area yang berbentuk jalan kecil yang di kanan kirinya berdiri rumah-rumah kuno yang sekarang dijadikan pertokoan dan rumah makan. Jalan in terletak di sebelah timur Wuhou Temple. Untuk menuju kesana kami tinggal berjalan kaki sedikit menuju perempatan besar dan naik bus dari sana.

DSC01321
Menyenangkan sekali jalan-jalan disini

Jinli street dulunya adalah area komersial tersibuk pada masa Shu Kingdom (221-263). Oleh karenanya jalan ini juga dinamakan First Street of the Shu Kingdom. Untuk mengembalikan kejayaannya pada masa lampau, jalan ini dan bangunan-bangunan di dalamnya direstorasi dengan kontribusi dari Wuhou Temple dan dibuka untuk umum pada Oktober 2004. Sejak itu pengunjung dari seluruh penjuru China dan luar negeri datang kesana untuk bersantai, mengagumi bangunan-bangunan tradisional yang ada disana, dan menikmati jajanan lokal, serta tentunya berbelanja souvenir.

DSC01339
Saat malam Jinli Street makin cantik karena lampu-lampu yang menyala

 

 

Karena kami belum makan siang, maka kami langsung masuk ke restoran terdekat yang ada di Jinli Street. Restoran ini menjual aneka macam mie dan pangsit. Kami memesan mie kuah dan pangsit kuah. Setelah kenyang, sekarang saatnya berkeliling Jinli Street. Jalan ini sudah tertata dengan rapi dan cantik, berbeda dengan muslim quarter di Xian yang berupa pasar. Bangunan-bangunan tradisional yang mengapit jalan ini merupakan daya tarik tersendiri saat berjalan-jalan disini. Saat malam tiba, lampu-lampu dan lampion mulai menyala sehingga menambah kecantikan jalan ini. Selain toko souvenir, disini juga terdapat banyak restoran, cafe, dan penjual jajanan tradisional. Souvenir yang dijual pun bermacam-macam, mulai gantungan kunci, tempelan kulkas, kaos, pajangan, sampai karya seni dengan harga mahal. Malam itu kami puas berkeliling dan berbelanja di Jinli Street sampai larut malam.

DSC01346
Membeli souvenir untuk oleh-oleh
DSC01322
Kanan kirinya dipenuhi toko-toko

 

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Nicoline's Journal

by Nicoline Patricia Malina

Alid Abdul

Travel till you die!

Harival Zayuka

Just another WordPress.com site

My Sanctuary

my travel notes

Claraberkelana.com

Travel Stories

The Traveling Cows

my travel notes