Bromo yang indah
Bromo yang indah

Weekend kemarin tanggal 25 Januari saya dan keluarga memutuskan untuk berlibur ke Gunung Bromo. Kebetulan kakak saya yang dari jakarta sedang cuti ke surabaya. Yang ikut dalam trip ke bromo ini adalah saya, suami, rendra, mama, kakak saya, dua sepupu saya, dan om saya. Kami membawa dua mobil dalam perjalanan ini, berangkat dari surabaya pada pukul 2 siang. Gunung Bromo terletak di Kabupaten Probolinggo, perjalanan dari Surabaya ke Probolinggo dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih tiga jam. Sebelum masuk ke Kota Probolinggo ada belokan ke kanan menuju Gunung Bromo. Dari belokan ini jaraknya sekitar satu jam untuk sampai ke Desa Cemara Lawang, desa terdekat dari Gunung Bromo.

Sesampainya di Desa Cemara Lawang kami langsung menuju homestay yang telah kami pesan sebelumnya. Nama homestay ini adalah cemara indah. Homestay ini mempunyai dua kamar tidur, ruang keluarga, dan sebuah kamar mandi yang dilengkapi air panas (penting banget air panas ini). Harga per malamnya adalah Rp500 ribu.

Pemandangannya ketutup kabut
Pemandangannya ketutup kabut
Minum teh panas di cuaca yang dingin
Minum teh panas di cuaca yang dingin
di Penajakkan
di Penajakan

Besoknya kami dijemput oleh sopir jeep pada pukul 4 pagi. Harga sewa jeep adalah Rp600 ribu untuk mengunjungi empat tempat yaitu Penanjakan, Kawah Bromo, Bukit Teletubies, dan Pasir Berbisik. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Penanjakan, disini rencananya kami akan melihat sunrise dari atas Gunung Penanjakan. Tapi sayangnya pagi itu Penanjakan tertutup kabut, jadi ga bisa lihat apa-apa deh. Tapi tetep dong wajib hukumnya buat foto-foto. Rendra hebat lho jalan sendiri naik sampe ke puncak bukit, ga pake digendong. Setelah turun dari bukit kami sarapan mie instan dulu di sebuah warung. Kalo ke Bromo memang paling enak makan mie instan. Dingin-dingin begini enak banget makan yang panas-panas.

img_7285
Lihat rendra, pemandangannya bagus ya

Tujuan kedua adalah kawah bromo…. Disini jeep-jeep yang ditumpangi wisatawan harus parkir di tempat yang agak jauh dari kawah. Dari tempat parkir itu kita bisa naik kuda atau berjalan kaki. Yaa mungkin ini namanya bagi-bagi rezeki untuk pemilik kuda ya. Kalo naik kuda harganya pulang pergi Rp100 ribu. Mama pastinya naik kuda dong, begitu juga rendra dan papanya. Sedangkan saya lebih memilih menemani sepupu-sepupu dan kakak saya berjalan kaki. Kelihatannya sih ga jauh kok. Om saya ga mau ikut ke kawah, males naik tangga katanya, jadi dia nunggu di warung sambil ngopi.

Ayo jalaaann yuk, lumayan olah raga
Ayo jalaaann yuk, lumayan olah raga

Di tengah jalan, banyak pemilik kuda yang menawarkan jasa mereka dengan setengah harga, 50 ribu aja pulang pergi. Tapi kami belum capek, jadi kami tolak. Begitu sampai di ujung jalan menanjak, pemilik-pemilik kuda itu nawarin lagi untuk naik sampai ke bawah tangga Rp20 ribu sekali jalan. Tawaran yang menggiurkan, daripada capek jalan menanjak kan mending naik kuda. Akhirnya kami setuju memakai jasa kuda untuk naik ke atas. Tapi sepupu saya yang cowok gak mau, dia maunya jalan aja. Jadi cuma kami bertiga yang naik kuda.

Jalan yang menanjak
Jalan yang menanjak
Kawah Bromo
Kawah Bromo

Sesampainya di atas, mama, suami, dan rendra sudah menunggu kami. Kami pun menaiki tangga menuju kawah. Ada 250 anak tangga yang harus kami naiki. Rendra hebat lagi lho, naik tangganya jalan sendiri, ga pake digendong. Di tiap titik peristirahatan kami istirahat dulu mengatur nafas. Lucunya, di bawah tangga tadi ada orang yang menawarkan jasa gendong untuk anak2. Kreatif juga ya…

Di atas kawah cukup ramai pengunjung, jadi agak susah mau foto-foto. Disini rendra agak bete karena tempatnya sempit, penuh orang, dia ga bisa ngapa2in. Setelah puas berfoto kami turun lagi. Saya, kakak, dan sepupu2 saya memilih berjalan karena jalannya menurun. Lagi pula lebih enak jalan kaki karena bisa berhenti buat foto sesukanya.

img_7465
Gunung Batok

Tujuan selanjutnya adalah Bukit Teletubies. Tempat ini adalah padang savana  yang dikelilingi deretan perbukitan. Perbukitan ini berwarna hijau dan  beberapa berbentuk setengah bulatan sehingga menyerupai rumah teletubies. Disini rendra senang sekali bisa bebas berlarian kesana kemari.

Kami sekeluarga di depan bukit teletubies
Kami sekeluarga di depan bukit teletubies

Tujuan kami yang terakhir adalah Pasir Berbisik. Pasir Berbisik adalah sebuah lautan pasir yang luas dan indah yang berada di sekitar kaldera bromo. Disebut dengan nama Pasir Berbisik karena tempat ini pernah menjadi lokasi shooting film dengan judul yang sama. Disini rendra juga senang sekali, dia meneruskan berlari-larian dan melompat-lompat dengan riangnya.

image-11
Rendra di Pasir Berbisik

Bromo memang sungguh indah. Tempat ini sangat fotogenik dalam foto. Pemandangan yang difoto disini selalu cantik hasilnya. Bromo mempunyai pesona alam yang cukup lengkap, mulai dari indahnya matahari terbit, megahnya kawah bromo, hamparan rumput di padang savana, dan lautan pasir yang sangat menawan.

Rendra gembira berlari-larian di Bukit Teletubies
Rendra gembira berlari-larian di Bukit Teletubies

 

img_7485
Tangga menuju kawah. Rendra pinter jalan sendiri.
Bergaya model kalender
Bergaya model kalender