DSC01176
South Gate

Hari ini adalah hari terakhir kami di kota Xi’an. Nanti malam kami akan berangkat ke Chengdu menaiki kereta. Tujuan kami hari ini adalah melihat bunga sakura yang sedang mekar. Memang ada pohon sakura di China? Ada dong…. yaitu di Qinglong Temple, Xian. Qinglong Temple dikenal juga dengan nama Green Dragon Temple yang terletak di sebelah tenggara kota Xian. Lokasinya searah dengan Big Wild Goose Pagoda, dapat dicapai dengan menaiki bus. Kuil ini adalah kuil Budha yang terkenal dengan arsitektur kunonya.

DSC01028
Cherry Blossom

Di halaman kuil ini ditanam sekitar seribu pohon sakura sehingga saat musim semi halaman kuil ini dipenuhi bunga sakura. Menurut prakiraan, hari ini adalah puncak mekarnya bunga sakura, jadi saya sengaja menjadwalkan untuk mengunjungi kuil ini pada hari terakhir kami di Xi’an.

DSC01136
Taman di Qinglong Temple

Hari itu pengunjung kuil ini sangat ramai. Begitu memasuki halaman kuil terlihatlah bunga sakura memenuhi seluruh halaman. Indah sekali… Memang benar prakiraannya, bunga sakura sudah mekar seluruhnya hari ini. Sebagian besar bunga sakura berwarna  merah muda, namun ada juga sebagian yang berwarna putih. Ini adalah pertama kalinya saya melihat bunga sakura. Di salah satu papan yang saya baca di halaman kuil tertulis bahwa Sakura dikirim ke Qinglong Temple oleh Japanese Shikoku Four Counties pada tanggal 5 April 1985.

DSC01043
Pertama kali saya melihat sakura ya disini

Setelah menikmati keindahan sakura kami kembali ke pusat kota dengan menaiki bus. Tujuan kami berikutnya adalah Xi’an City Wall. Dari Drum Tower kami naik bajaj ke South Gate City Wall. Kali ini sopir bajaj-nya nenek tua. Wah… nenek-nenek bisa juga ya jadi sopir bajaj. Meskipun sopirnya nenek tapi cara nyetirnya ga kalah dong sama sopir bajaj kemarin malam. Ngebut, ngepot, sepanjang jalan bunyiin klakson supaya orang-orang minggir. Haduuhh… sport jantung lagi deh.

DSC01160
Nenek sopir bajaj

Xi’an City Wall adalah tembok kota dengan kondisi yang paling utuh yang bertahan di China. Tembok ini adalah salah satu sistem pertahanan militer kuno terbesar di dunia. Xi’an City Wall memiliki ukuran tinggi 12 meter, lebar 12-14 meter di bagian atas dan 15-18 meter di bagian bawah. Panjangnya mencapai 13,7 km dengan parit disekelilingnya. Di setiap 120 meter terdapat benteng yang menjorok keluar dari tembok utama. Keseluruhan terdapat 98 benteng di city wall yang dibangun untuk menyerang musuh yang memanjat tembok.

DSC01208
Di atas Xi’an City Wall

Tembok kota ini memiliki 4 gerbang yang diberi nama Changle (eternal joy) di sisi timur, Anding (harmony peace) di barat, Yongning (eternal peace) di selatan dan Anyuan (forever harmony) di utara. Kami masuk melalui gerbang selatan (Yongning) yang lokasinya paing dekat dengan Bell Tower. South gate adalah gerbang yang didekorasi paling baik di antara gerbang-gerbang yang lain.

DSC01184

Tiket masuk ke City Wall adalah CNY 54 per orang. Kami naik ke atas tembok saat hari sudah sore. Sepertinya sore hari adalah saat yang paling tepat untuk berkunjung ke city wall karena cuaca sudah teduh jadi nyaman untuk berlama-lama di atas. Disini terdapat persewaan sepeda untuk berkeliling sepanjang tembok. Harga sewanya adalah CNY 45 per 2 jam untuk sepeda single. Sedangkan untuk sepeda tandem harga sewanya CNY 90 per 2 jam. Kami tidak menyewa sepeda karena sudah lelah dan hanya ingin duduk dan menikmati suasana dan pemandangan di atas tembok. Selain bisa berkeliling dengan sepeda, pengunjung juga bisa menaiki battery car untuk mengelilingi city wall. Tarif per orang untuk satu putaran penuh adalah CNY 80 dengan rute South Gate – West Gate – North Gate – East Gate. Sedangkan untuk tarif antar gate hanya CNY 20 per orang.

DSC01226copy
Menikmati matahari terbenam di atas tembok kota

 

Kami berada di atas tembok sampai matahari terbenam dan lampu-lampu kota menyala. Saat kami turun, di bawah sedang ada persiapan pertunjukan. Di South Gate, pada jam-jam tertentu diadakan art performance. Sayangnya kami tidak bisa melihat pertunjukan itu karena malam ini kami harus berangkat ke Chengdu naik kereta. Kami segera kembali ke hostel mengambil koper dan berangkat menuju stasiun kereta.

DSC01264
Art performance di South Gate

 

DSC01273copy
Terowongan gerbang

Pada tahun 2016 saat saya melakukan perjalanan ini, belum ada kereta cepat/ bullet train dari Xi’an ke Chengdu. Oleh karena itu kami harus menaiki kereta biasa dengan lama perjalanan 16 jam. Jadwal keberangkatan kereta kami adalah pukul 22.12. Sesampainya di stasiun kami masuk ke ruang tunggu kemudian membeli snack di supermarket untuk bekal selama di kereta. Mengingat perjalanan yang cukup lama yaitu 16 jam, sepertinya hiburan satu-satunya adalah ngemil sepanjang waktu. Mulai Desember 2017 sudah ada bullet train yang melayani rute Xi’an-Chengdu, jadi kalian bisa menaikinya supaya menghemat waktu. Sebaiknya kita memesan tiket kereta secara online dari situs reservasi seperti ctrip, travelchinaguide, chinahighlights, dll. Hal ini untuk menghindari kehabisan tiket jika kita membeli langsung di stasiun. Jika sampai kehabisan tiket maka akan merusak jadwal perjalanan kita yang padat. Saya memesan melalui situs ctrip. Untuk memesan melalui situs-situs ini ada booking fee nya. Saat itu booking fee dari situs ctrip adalah CNY 30 per tiket.

Pukul 21.30 kami dipersilakan masuk ke dalam kereta. Kami memesan tiket soft sleeper dengan harga CNY 315. Ada tiga jenis tempat duduk di kereta ini: soft sleeper, hard sleeper, dan hard seat. Tempat duduk yang paling mahal adalah soft sleeper karena yang paling nyaman, bentuknya kompartemen (kamar) yang berisi 4 tempat tidur (2 susun). Sedangkan hard sleeper tidak berbentuk kompartemen, pembatas antara tempat tidur dalam satu gerbong hanya berupa papan tipis. Bed nya susun 3 dan tidak seempuk soft sleeper.

DSC01276
Kompartemen kami

Selain kami bertiga, ada satu lagi penumpang yang satu kompartemen dengan kami, Penumpang ini adalah cewek China yang tempat tidurnya di tempat tidur atas. Dia hanya menaruh tas kemudian keluar dan duduk di lorong. Di depan pintu setiap kompartemen ada tempat duduk lipat untuk satu orang. Awalnya saya mengira dia tidak bisa bahasa Inggris seperti kebanyakan orang China lainnya jadi kami pun tidak mengajaknya bicara. Malam semakin larut, cewek China tadi naik ke tempat tidurnya dan begitu juga kami.

DSC01278
Lorong kereta

 

DSC01242copy
Last day in Xi’an