DSC00908
Berfoto bersama Terracotta Warriors

Hari kedua di Xi’an adalah inti dari tujuan perjalanan saya ke China kali ini yaitu melihat Terracotta Army. Terracotta Army atau Terracotta Warriors and Horses adalah kumpulan koleksi dari 8.099 patung terakota atau tanah liat berbentuk tokoh prajurit dan kuda dengan ukuran asli yang terletak di dekat makam dari Kaisar pertama dinasti Qin ,Qin Shi Huang. Tokoh prajurit itu ditemukan pada tahun 1974 di Lintong District, Xi’an, Provinsi Shaanxi oleh para petani lokal. Terakota dibangun tahun 210 SM–209 SM sebagai bentuk seni pemakaman dengan maksud untuk melindungi Kaisar Qin pada kehidupan sesudah kematian.

Untuk menuju lokasi Museum of Qin Terracotta Warriors and Horses kami naik tourist bus no 5 (306) dari Xi’an Railway Station. Tarif bus ini adalah CNY 7 per orang dengan waktu tempuh 1 jam. Sebelum sampai di Terracotta Warriors kami mampir dulu ke Huaqing Palace yang terletak sekitar 30 km dari Kota Xian. Huaqing Palace Scenic Area meliputi Imperial Pools dari zaman Dinasty Tang (618 – 907), Pear Garden, Frost Flying Hall, Nine-Dragon Lake, Five-Room Building and Mount Li. Huaqing Palace ini terkenal dengan kisah cinta romantis antara Kaisar Xuanzong dan selirnya, Yang Yuhuan. Tiket masuk ke Huaqing Palace adalah CNY 150.

DSC00873
Patung Kaisar Xuanzong dan selirnya, Yang Yuhuan

Di dalam Huaqing Palace terdapat lima hot springs: Lotus Pool, Haitang Pool, Star Pool, Shangshi Pool, and the Prince Pool. Lotus Pool adalah kolam pribadi Kaisar Xuanzong yang terlihat menyerupai teratai. Haitang Pool, yang juga dinamakan Guifei Pool, adalah kolam untuk Yang Yuhuan. Star Pool adalah kolam tanpa atap sehingga bisa melihat bintang-bintang saat mandi malam hari. Shangshi Pool adalah kolam untuk para pejabat, dan Prince Pool, yang tentu saja adalah kolam untuk pangeran.

DSC00797
Huaqing Palace

Setelah mengelilingi Huaqing Palace kami meneruskan perjalanan menuju Museum of Qin Terracotta Warriors and Horses. Sebelum memasuki museum kami makan siang dulu di KFC yang ada di luar museum. Tiket masuk museum ini adalah CNY 150. Terracotta Wariors dibuat atas perintah Kaisar Qin dengan tujuan sebagai pasukan yang menjaga dan melayaninya pada kehidupan setelah kematian. Pembuatan patung-patung ini menghabiskan waktu sekitar 40 tahun yang dilakukan oleh lebih dari 700.000 pematung dan pekerja. Setiap patung terakota ini berbeda wajah, ekspresi muka, tata rambut, pakaian, dan sikap tubuh anatara satu patung dengan yang lainnya. Luar biasa ya…

DSC00881
Prajurit dan kuda perangnya

 

Museum ini berisi 3 pit dan 1 exhibition hall yaitu Pit 1, Pit 2, Pit 3, dan The Exhibition Hall of the Bronze Chariots. Pit-pit ini terletak menghadap timur menuju musuh lama pemerintahan Qin, dengan Pit 1 di sayap kanan dan Pit 2 di sayap kiri serta Pit 3 di belakang sebagai pusat komando.

DSC00922
Pit 1

Pit 1 adalah pit yang terbesar dengan panjang 230 meter dan lebar 62 meter, seukuran hangar pesawat terbang. Di Pit 1 dipercaya terdapat lebih dari 6000 patung tentara dan kuda, tapi hanya kurang dari 2.000 patung yang sudah dipamerkan. Semua tentara dan kuda menghadap ke arah timur dalam barisan persegi panjang. Pasukan garda depan adalah pasukan infanteri yang berada di tiga baris paling timur. Tepat dibelakangnya adalah pasukan utama yang memegang senjata diikuti oleh 38 kereta tempur.

DSC00876
Pit 2

Pit 2 berukuran setengah dari ukuran Pit 1 dengan panjang 94 meter dan lebar 84 meter. Pit ini berisi 4 unit. Unit pertama adalah barisan pasukan pemanah yang berlutut dan berdiri. Unit kedua adalah kesatuan kereta tempur. Unit ketiga adalah gabungan pasukan infanteri, kereta tempur dan pasukan berkuda yang membentuk barisan persegi panjang. Yang terakhir, unit keempat meliputi pasukan berkuda yang membawa senjata dengan jumlah yang sangat banyak. Pit 2 ditemukan pada tahun 1976 bersamaan dengan Pit 3.

DSC00888
Pit 3

Pit 3 berukuran panjang 28,8 meter dan lebar 24,57 meter. Investigasi menunjukkan bahwa Pit 3 pernah dihancurkan pada masa lampau. Hanya 68 tentara, 1 kereta tempur, dan 34 senjata yang telah digali dari pit ini. Pit 3 adalah pusat komando untuk Pit 1 dan Pit 2 karena figure yang ada di Pit 3 semuanya adalah pejabat.

DSC00945
Patung-patung yang ada di Pit 1

The Exhibition of Bronze Chariots

Dua kereta perunggu yang dipamerkan disini ditemukan sekitar 20 meter dari sisi barat makam Kaisar Qin Shi Huang pada Desember 1980. Masing-masing kereta memiliki sekitar 3.400 bagian dan ditarik oleh 4 kuda.  Ukuran kereta ini adalah panjang 3,17 meter dan tinggi 1,06 meter. Sedangkan kuda perunggunya bervariasi ukuran tingginya mulai dari 65 cm sampai dengan 67 cm, dan panjang 120 cm. Setiap kereta memiliki berat total 1.234 kg. Kedua kereta ini terbuat dari perunggu, tapi ada 1.720 ornamen emas dan perak dengan berat 7 kg di setiap kereta.

DSC00874
The Bronze Chariots

Pada Desember tahun 1987 makam Kaisar Qin dan Terracotta Army ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Sampai saat ini para arkeolog masih bekerja di area museum ini untuk merestorasi patung-patung yang tersisa.

DSC00879
Arkeolog yang sedang merestorasi patung teracotta

 

Setelah mengeksplor museum ini kami kembali ke kota Xi’an dengan menaiki bus. Sesampainya di Xi’an, kami menuju Big Wild Goose Pagoda North Square untuk melihat musical fontain yang katanya terbesar se-Asia. Jadwal musical fontain show ini adalah pukul 12.00 dan 20.30. Berhubung waktu kami datang sudah mepet dengan mulainya show maka seluruh tempat yang viewnya bagus sudah penuh. Untuk melihat musical fontain ini tidak dipungut biaya alias gratis. Tapi ada tempat duduk khusus yang dijual tiketnya. Tempat ini adalah yang paling bagus posisinya untuk melihat show. Sayangnya tiket tempat duduk ini juga sudah habis terjual saat itu. Akhirnya kami menonton dengan posisi yang kurang enak deh.

274---big-wild-goose-pagoda-northern-square-9508
Musical Fontain Water Show – foto diambil dari google

Malam ini kami mengunjungi Muslim Quarter lagi untuk membeli makan malam. Saya makan mie bayam lagi (emang enak sih mie ini). Lalu tidak lupa membeli sate cumi yang paling lezat itu. Selain itu saya mencoba jajanan yang berupa kripik kentang ditusuk sate dan kue apel. Rasanya menyenangkan sekali berada di negara lain tapi tidak perlu khawatir tentang ke-halal-an makanannya.

DSC01004
Jajan lagi di Muslim Quarter

Setelah kenyang kami pulang menuju hostel. Berhubung sudah lelah, kami memutuskan untuk naik bajaj yang mangkal di dekat Drum Tower. Setelah menyepakati harganya (saya lupa berapa) kami naik bertiga di bajaj itu. Dan itu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan buat kami. Jika ingin merasakan gimana rasanya ketakutan sambil tertawa terpingkal-pingkal naiklah bajaj di Xian. Bajaj ini jalannya ngebut dan lincah sekali, ngepot kesana kemari sehingga kami dibuat terguncang-guncang di dalamnya. Bajaj ini juga hampir menyerempet beberapa orang dan kendaraan lain. Pokoknya cara menyetir tukang bajaj ini bikin kami tercengang dan sport jantung sampai tertawa terpingkal-pingkal. Tapi alhamdulillah kami sampai di hostel dengan selamat.

DSC01018
Ini dia sopir bajaj yang nyetirnya gila-gilaan