DSC00446
Bell Tower

Ini cerita perjalanan saya di tahun 2016 lalu. Cerita ini terlambat ditulis karena saya berpindah kerja ke Jakarta tepat setelah saya pulang dari perjalanan ini. Jadi ceritanya saya penasaran pengen melihat Terakotta Army yang berada di Xian. Saat Air Asia membuka promo dan ada tujuan Xi’an di daftarnya, saya langsung mengajak teman-teman saya untuk travelling kesana. Akhirnya saya mendapat dua orang yang ingin ikut ke Xi’an. Agar lebih banyak yang bisa kami lihat maka saya menambahkan Chengdu sebagai kota tujuan kedua. Kebetulan saya juga ingin melihat panda di kota asalnya. Jadi kami membeli tiket pulang pergi Jakarta-Xian dan Chengdu-Surabaya untuk keberangkatan akhir Maret sampai awal April 2016.

Setelah perjalanan yang melelahkan dari Surabaya-Jakarta-KualaLumpur-Xian, akhirnya pesawat kami mendarat di Xian Xianyang International Airport pukul 11 malam. Saya sudah memesan pihak hostel untuk menyediakan mobil yang menjemput di bandara. Berhubung kami tiba tengah malam maka saya tidak mau mengambil resiko untuk menaiki transportasi umum lainnya. Setelah melewati imigrasi kami mencari-cari driver yang menjemput kami. Ternyata yang menjemput adalah pengemudi taxi. Oke gapapa yang penting kami sampai di hostel dengan cepat dan aman tanpa ada resiko nyasar karena kesulitan komunikasi dengan driver.

DSC00419
Hostel kami di Xi’an

Kami menginap di Ancient City Youth Hostel yang terletak di Lian Hu Road. Saya memilih hostel ini karena lokasinya yang strategis, hanya perlu berjalan sedikit menuju pemberhentian bus terdekat. Kamar yang kami tempati adalah standard 3 bed private ensuite dengan harga CNY 240 per malam. Kami menginap tiga malam disini sebelum berpindah kota ke Chengdu. Setelah urusan check in selesai kami segera beristirahat malam ini.

Besoknya, tujuan pertama kami setelah makan di KFC adalah ke stasiun kereta Xi’an untuk mengambil tiket. Saya sudah memesan tiket kereta melalui situs ctrip. Untuk rute Xi’an-Chengdu saat itu belum ada high speed train (kalo sekarang sudah ada), jadi waktu tempuhnya cukup lama yaitu 16 jam. Ada 3 pilihan di kereta ini yaitu, soft sleeper, hard sleeper dan hard seat. Saya memilih kereta soft sleeper agar nyaman selama di perjalanan. Harga tiket kereta soft sleeper pada saat itu adalah CNY 315.

DSC00431
Stasiun Kereta Xi’an

Sesampainya di stasiun kereta kami menunjukkan kertas print out reservasi kereta ke petugas stasiun, lalu mereka menunjukkan loket mana yang harus saya datangi. Kami mendatangi loket 1 dan menunjukkan print out reservasi dan paspor kami, kemudian kami diberi tiket kereta. Cukup mudah bukan. Pastikan kalian melakukan reservasi online terlebih dahulu agar tidak kehabisan tiket.

Setelah urusan tiket beres, tujuan pertama kami adalah Bell Tower. Bell Tower adalah salah satu landmark kota Xian yang dibangun pada tahun 1384 oleh Kaisar Zhu Yuanzhang. Bangunan ini terletak di bundaran di tengah jalan raya. Untuk mencapainya kita harus melalui underpass. Harga tiket masuk ke Bell Tower adalah CNY 35. Tapi jika kita sekaligus membeli tiket masuk Drum Tower maka harganya menjadi CNY 50 untuk dua tower tersebut, jadi lebih hemat. Bangunan ini memiliki tinggi 36 meter, berdiri di atas bata sepanjang 35,5 meter dan tinggi 8,6 meter di tiap sisinya. Diberi nama Bell Tower karena terdapat lonceng raksasa yang terbuat dari logam yang memberitahukan waktu. Bell Tower ini berdiri tepat di tengah-tengah kota Xian, di persimpangan empat jalan utama: South Main Street, North Main Street, East Main Street, dan West Main Street.

DSC00487
Lonceng raksasa di Bell Tower

Selanjutnya kami menuju Drum Tower yang letaknya tidak jauh dari Bell Tower. Drum Tower dibangun pada tahun 1380 oleh Kaisar Hongwu pada masa Dinasty Ming, dan telah direnovasi dua kali pada masa Dinasty Qing pada tahun 1699 dan 1740.  Pengunjung dapat naik ke lantai dua dan menikmati pemandangan dari atas. Terdapat 24 drum di sisi utara dan selatan drum tower. Dahulu kala, khususnya pada jaman Dinasty Yuan, drum-drum yang ada disini digunakan sebagai penanda waktu dan juga alarm saat ada keadaaan darurat.

DSC00542
Drum Tower
DSC00514
Deretan Drum di Drum Tower

Persis di sisi utara Drum Tower terdapat Beiyuanmen Muslim Market yang di sepanjang jalannya menjual beraneka makanan halal. Sore ini kami berencana untuk mengunjungi Great Mosque dulu, setelah itu wisata kuliner di Muslim Quarter. Jalan menuju Great Mosque berupa gang sempit yang kanan kirinya dipenuhi kios-kios penjual souvenir. Sesampainya di Great Mosque kami membeli tiket masuk seharga CNY 25. Sebenarnya untuk orang muslim gratis masuk ke area masjid ini, tapi karena kami lagi tidak sholat dan kesana untuk berwisata jadi kami membeli tiket saja.

DSC00595
Great Mosque

Area Great Mosque ini cukup luas, halamannya dipenuhi dengan taman yang indah dengan pohon-pohon dan bunga-bunga yang sedang bemekaran. Masjidnya berada di bagian paling belakang. Masjid ini dibangun tahun 742 pada masa Dinasty Tang, merupakan hasil dari penyebaran agama Islam di barat laut China oleh pedagang dan pengembara dari Persia dan Afganistan selama pertengahan abad ketujuh. Beberapa pedagang dan pengembara tersebut menetap di China dan menikahi wanita-wanita bangsa Han. Keturunan mereka menjadi muslim sampai saat ini.

DSC00579
The Wooden Memorial Archway

Great Mosque berdiri di area seluas 13.000 meter persegi, dengan luas bangunan seluruhnya 6.000 meter persegi. Areanya berbentuk persegi panjang dari timur ke barat dan dibagi menjadi empat halaman. Di halaman pertama terdapat The Wooden Memorial Archway. Gapura ini dibangun pada awal abad ke-17, jadi telah berumur 390 tahun. Di kedua sisi gapura terdapat beberapa rumah yang di dalamnya dipamerkan furniture-furniture yang dibuat pada jaman Dinasty Ming dan Qing.

DSC00600
The Five – Room Hall

Di tengah-tengah halaman kedua terdapat The Five – Room Hall. Kemudian setelah melewati The Five – Room Hall kita akan menjumpai The Stone Memorial Gateway. Di atas gerbang utamanya terdapat tulisan kaligrafi China yang berarti: The Court of The Heaven. Kompleks batu ini dibangun pada jaman Dinasty Ming.

DSC00605.JPG
The Stone Memorial Gateway

Di tengah halaman ketiga terdapat The Introspection Tower yang berbentuk menara, merupakan bangunan tertinggi di seluruh kompleks masjid yang berfungsi untuk menyuarakan adzan, memanggil orang-orang muslim untuk shalat. Menara ini memiliki dua lantai dengan tiga lapis atap yang berbentuk oktagonal. Menurut guide book yang saya baca, di sisi selatan menara berdiri Official Reception Hall dan di sisi utara berdiri Lecture Hall, dimana di dalamnya disimpan Al Quran tulisan tangan dari jaman Dinasty Ming dan peta Kota Mekkah dari jaman Dinasty Qing.

the-great-mosque-7
The Introspection Tower – foto diambil dari google

Pada halaman terakhir, pengunjung pertama kali akan melihat The One God Pavilion. Bangunan ini berbentuk kombinasi antara gerbang dan paviliun tradisional China. Paviliun-nya sebagai bangunan utama di tengah berbentuk segi enam dengan atap menengadah. Sementara kedua bagian sampingnya berbentuk segitiga dan menengadah seperti gapura. Arsitektur keseluruhan dari bangunan ini terlihat seperti burung Phoenix yang sedang membuka sayapnya dan akan terbang, oleh karena itu bangunan ini juga dinamakan The Phoenix Pavilion. Di bawah atapnya, terdapat papan kecil dengan dekorasi ukiran naga yang tergatung. Tulisan di papan itu adalah “One God”, yang ditulis oleh seorang pejabat tinggi pada jaman Dinasty Ming.

DSC00680copy
The One God Pavilion

Setelah melewati empat halaman sampailah kita di bangunan masjid yang terletak di paling ujung kompleks ini. Masjid ini besar dan sangat indah dengan arsitektur tradisional China. Atapnya ditutup dengan genteng berwarna biru. Masjid ini bisa menampung seribu jamaah untuk menjalankan shalat pada waktu yang sama.Saya sangat menyesal saat itu tidak bisa masuk dan shalat di dalam masjid ini karena selain ingin merasakan shalat di salah satu masjid tertua, saya juga ingin melihat arsitektur di dalamnya. Menurut guide book yang saya baca, di dalam masjid, seluruh halaman Al Quran diukir di 600 papan kayu besar, 30 diantaranya tertulis dalam tulisan China dan sisanya ditulis dengan huruf Arab. Ini adalah karya seni ukir yang menakjubkan dan jarang ditemukan di masjid-masjid lain di seluruh dunia.

DSC00635
Bangunan Masjid

Jika berkunjung ke Xian, jangan lewatkan Great Mosque ini, karena selain sejarahnya dari berabad-berabad yang lampau, masjid ini juga memiliki arsitektur yang merupakan perpaduan gaya muslim dan China tradisional. Pada saat kami disana menjelang waktu ashar, adzan dikumandangkan dan orang-orang berdatangan untuk sholat. Sayang sekali saat itu kami tidak bisa mengikuti sholat di salah satu masjid yang tertua di China ini.

DSC00672
Para jemaah selesai melaksanakan sholat Ashar

Setelah mengeksplor Great Mosque sekarang tiba saatnya untuk berbelanja souvenir dan wisata kuliner di Muslim Quarter. Sambil berjalan menuju Muslim Quarter kami melihat-lihat souvenir yang dijual di sepanjang jalan. Kami membeli beberapa kaos untuk oleh-oleh. Saya juga membeli satu set patung perunggu Terracotta Army untuk pajangan di rumah.

DSC00565copy
Beiyuanmen Street

Beiyuanmen Muslim Market berada di sebuah jalan sepanjang 500 meter yang terletak d sebelah utara Drum Tower. Jalan ini dipaving batu berwarna gelap dan di kanan kirinya berjajar pohon-pohon yang membuat teduh jalan ini. Banyak sekali makanan halal yang dijajakan di Beiyuanmen Muslim Market dan semuanya halal lhooo… Penjualnya semua muslim. Rasanya pengen makan semua makanan yang dijajakan disana. Atas rekomendasi dari seorang turis Indonesia yang kami temui di Great Mosque, malam ini kami ingin makan mie bayam yang katanya lezat. Setelah memakannya memang enak sekali mie ini. Sluuurrrp… lezat….

DSC00703
Mie Bayam

Lalu ada banyak sate-satean yang sangat menggiurkan disana. Ada sate bakso, sate tempura, sate fish cake, sate daging, dan sate cumi yang sangaaat enak. Yang bikin enak semua sate ini adalah bumbunya yang sangat khas. Dan menurut saya yang paling juara adalah sate cuminya. Mungkin kalo saya tinggal selama satu bulan di kota ini saya akan menggendut dengan pasti.

DSC00702
Aku, Yuni dan Sate Cumi
DSC00708
Semua makanan disini halal

 

DSC00731
Drum Tower at night