IMG_6976
Fushimi Inari

Tujuan kami berikutnya adalah Fushimi Inari, kuil Shinto yang terletak di selatan Kyoto. Kuil ini sangat terkenal dengan jajaran torii gates yang merupakan donasi dari perorangan dan perusahaan. Kuil ini mudah dicapai dengan naik kereta dari Kyoto Station dan turun di Inari Station. Lokasinya persis di depan Inari Station.

IMG_6915
Foto disini dulu sebelum menuju barisan Torii

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, Fushimi Inari merupakan sebuah kuil Shinto di Kyoto Jepang yang merupakan kuil pusat bagi sekitar 40.000 kuil Inari yang memuliakan Dewa Inari atau Dewa Padi di ajaran Shinto. Sebelum bertemu aula utama atau Honden, kita akan disambut oleh sebuah gerbang/gapura besar berwarna merah-oranye yang disebut Romon Gate. Gerbang ini disumbangkan oleh salah satu penguasa Jepang yaitu Toyotomi Hideyoshi pada tahun 1589.

DSC_0023
Romon Gate

Fushimi Inari terkenal dengan seribu torii gates yang terletak di belakang kuil. Sejak abad ke-17, penganut kuil Fushimi Inari memiliki tradisi membangun torii. Sekitar 10.000 torii yang berderet-deret di Gunung Inari merupakan hasil sumbangan umat, baik individual maupun perusahaan. Pada setiap torii tercantum nama orang atau perusahaan yang menyumbang torii tersebut dengan harapan mendapat nasib baik dan sukses dalam bisnis. Biaya untuk membangun satu torii ini berkisar antara 400.000 yen untuk torii ukuran kecil hingga 1000.000 yen untuk torii berukuran besar.

IMG_6923
Barisan Torii

 

Sesampainya disana wisatawan sudah ramai memenuhi kuil ini. Tujuan utama kami adalah berfoto di jajaran torii. Karena begitu banyaknya wisatawan sepertinya tidak mungkin mengambil gambar dengan bersih tanpa ada orang lain. Kami berjalan terus ke atas sampai di persimpangan dua jalan dimana ukuran torii-nya lebih kecil daripada torii sebelumnya. Dua jalan ini adalah jalur untuk naik dan jalur untuk turun. Di jalur naik banyak sekali orang yang lewat, sementara di jalur turun terlihat kosong. Wah kesempatan bagus ini…. kami lalu naik sedikit lewat jalur turun dan berfoto disana. Cukup sepi jalur ini, hanya sedikit orang yang lewat sehingga kami bisa berfoto berkali-kali dan bahkan memasang tripod untuk foto bertiga.

IMG_6971
Yuk… foto dulu mumpung sepi

Pada saat turun kembali ke kuil utama saya melihat sebuah tempat yang penuh dengan gantungan torii-torii kecil. Ternyata torii-torii kecil ini adalah papan doa. Di kuil ini doa dituliskan di papan doa yang berbentuk torii. Papan doa ini dijual dengan harga JPY 500. Papan doa yang sudah ditulisi dengan doa dan harapan ini kemudian digantungkan di tempat yang disediakan.

IMG_7010
Doa dan harapan digantungkan disini

Kami tidak mengeksplor Fushimi Inari sampai atas karena masih ada jadwal lain yang harus kami lakukan. Saya akan melakukan maiko photo studio pukul 4 sore, sementara yang lain ingin mengunjungi Nishiki market.

Ada kejadian lucu waktu kami berjalan ke halte bus Tofukuji. Kami berpapasan dengan seorang kakek warga lokal yang menyapa kami dan berbicara dengan bahasa Jepang tentang kimono yang saya pakai. Sepertinya kakek ini mau mengatakan kalo kimono saya gak karuan bentuknya. Hahaha… Ya gimana dong kek… saya ga bisa cara makainya, apalagi setelah dipakai berjalan seharian ikatannya sudah tidak kencang lagi karena cara memakai dan mengikatnya salah. Kemudian kakek itu meminta seorang nenek yang sedang duduk di halte bus untuk memperbaiki kimono saya. Nenek itu dengan senang hati memperbaiki kimono saya. Akhirnya kimono saya jadi rapi dan nenek itu ketinggalan bus. Maaf ya nek… dan terima kasih banyak….

IMG_20170407_143148-01
Kakek dan Nenek yang baik hati

Sebenarnya sepulang dari Arashiyama juga ada seorang nenek juga yang berusaha mengajak saya berbicara untuk memperbaiki kimono saya. Tapi karena awalnya saya ga nyambung dan bus yang kami tunggu sudah keburu datang maka kimono saya ga jadi diperbaiki. Dari kejadian ini saya jadi makin menyadari bahwa warga lokal Jepang ini sangat baik ya… mereka mau membantu tanpa diminta dan meskipun ada kendala bahasa di antara kami.

IMG_6969
Kami bertiga di barisan torii