DSC04987
Nara Park

Kota Nara letaknya berlawanan arah dengan Himeji. Kami harus kembali dulu ke Osaka sebelum ke Nara. Sesampainya di Osaka kami buru-buru mencari platform kereta tujuan Nara. Waktu sudah menunjukkan pukul 15.30. Wah sudah kesorean nih, kira-kira bisa nyampe Nara sebelum Todaiji Temple tutup ga ya… Perjalanan dari Osaka menghabiskan waktu sekitar satu jam dengan menaiki kereta JR Yamatoji Rapid Service.

DSC05006
Terminal Bus Nara

Sesampainya di Nara kami turun ke terminal bus dan naik bus tujuan Todaiji Temple. Karena hanya mengunjungi satu tempat wisata maka kami tidak membeli bus pass. Tarif bus sekali jalan adalah JPY 230. Kami turun di Nara Park dan disambut oleh rusa-rusa Nara yang menggemaskan. Di kota ini, rusa hidup bebas di Nara Park. Tidak ada pagar yang membatasi ruang gerak mereka. Bahkan mereka juga bisa leluasa menyeberang jalan. Ada rambu jalan yang memperingatkan para pengemudi agar hati-hati dengan rusa yang melintasi jalan. Rusa-rusa ini tidak takut dengan manusia. Mereka malah akan mendekati kita dan mengendus-endus apakah kita punya makanan atau tidak. Jika tidak ada maka mereka pergi lagi deh. Dasar rusa…

DSC04940
Rusa Nara menyeberang di zebra cross
DSC04948 (2)
Nandaimon Gate

Kami terus berjalan menuju Todaiji Temple, berharap kuil ini belum tutup sementara waktu sudah menunjukkan hampir pukul 5 sore. Untuk mencapai Todaiji Temple kita akan melewati Nandaimon Gate, sebuah gerbang kayu yang besar. Alhamdulillah loket tiket belum tutup, harga tiket masuknya adalah JPY 500. Todaiji adalah salah satu kuil yang paling terkenal dan bersejarah di Jepang. Kuil yang juga merupakan landmark Kota Nara ini dibangun pada tahun 752 sebagai pusat dari seluruh kuil Buddha di Jepang. Kuil ini berkembang dengan pesat dan kuat sehingga ibukota dipindahkan dari Nara ke Nagaoka dalam upaya untuk mengurangi pengaruh kuil dalam kepentingan pemerintahan.

DSC04966
Todaiji Temple
DSC04978
Big Buddha

Hall utama Todaiji Temple yang disebut Daibutsuden (Big Buddha Hall) adalah bangunan kayu terbesar di dunia. Di dalamnya terdapat patung perunggu Buddha raksasa dengan tinggi 15 meter. Yang juga menarik disini ada pilar kayu yang bagian bawahnya berlubang seukuran lubang hidung patung Buddha. Menurut mitos, orang yang dapat menerobos melalui lubang ini akan diberkahi pada kehidupan yang akan datang. Saya mencoba juga dong mumpung sudah sepi. Percobaan pertama gagal, tapi masih penasaran karena melihat orang lain yang badannya sedikit lebih besar dari saya kok bisa berhasil. Akhirnya percobaan kedua berhasil, ternyata ada tricknya guys.., pas masuk badan kita harus dalam posisi miring. Kalo posisi tetep tengkurap ga akan berhasil deh. Silakan dicoba ya kalo kesini. Hehehe….

img1491799545583
Mencoba masuk ke dalam lubang pilar

Sekarang saatnya bermain-main dengan rusa. Untungnya hari belum gelap. Kami buru-buru ke kios terdekat untuk membeli makanan rusa. Makanan rusa dijual dengan harga JPY 150. Rusa-rusa sangat menyukai makanan ini, makanya mereka selalu mendekati pengunjung untuk memintanya. Saya memilih rusa yang agak kecil untuk saya beri makan. Soalnya agak ngeri juga sih sama yang gede. Begitu dikasih makan mereka minta terus dan terus sampe habis makanannya.

DSC05000
Memberi makan rusa
20170405_175946
Susah banget selfie sama rusa

Hari sudah gelap waktunya kembali ke Osaka. Kami harus kembali ke Osaka dulu untuk mengambil koper, padahal sebenarnya ada kereta langsung dari Nara ke Kyoto yang jaraknya lebih dekat. Tapi demi untuk menghemat biaya sewa locker dan kerepotan bawa2 koper maka kami memilih untuk balik ke Osaka dulu baru kemudian ke Kyoto. Lagipula tiket kereta untuk hari ini sudah dicover semua oleh JR Kansai Area Pass. Jadi hemat kaaan….

DSC05007
Nara Station

Kami naik JR Yamatoji Rapid Service lagi ke Osaka. Sesampainya di Osaka kami mengambil koper di locker lalu segera berangkat ke Kyoto naik kereta …. Setelah sampai di Kyoto kami membeli city bus pass dulu di terminal bus di depan stasiun Kyoto. Kalo dulu beli city bus di loket tempat pembelian tiket, tapi sekarang sudah ada mesinnya. Harga one day city bus pass adalah JPY 500. Kami membeli dua untuk pemakaian selama dua hari. Di Kyoto kami menginap di Khaosan Kyoto Guesthouse, hostel yang sama tempat saya menginap dua tahun yang lalu. Hostel ini sangat recommended karena lokasinya yang strategis di pusat kota dan pusat perbelanjaan Kawaramachi.

DSC04970
Pohon sakura di Todaiji Temple