dsc_0719
Hachiko Statue

Salah satu kisah nyata yang terkenal dari Jepang adalah cerita tentang seekor anjing setia bernama Hachiko. Kisah ini sudah difilmkan di layar lebar dan sukses membuat saya menangis. Sebagian besar orang pasti sudah mengetahui tentang kisah tersebut, yaitu seekor anjing bernama Hachiko yang selalu setia menunggu pemiliknya pulang dari bekerja di Shibuya Station. Pada suatu hari di bulan Mei 1925, Profesor Ueno, pemilik Hachiko meninggal dunia pada saat bekerja. Dia tidak kembali ke stasiun tempat Hachiko menunggunya. Setiap hari selama sembilan tahun sembilan bulan dan lima belas hari Hachiko menunggu Profesor Ueno kembali di stasiun Shibuya sampai akhir hayatnya.

20150610_095247
It’s all about Hachiko

Pagi ini sebelum ke Disney Sea saya menyempatkan untuk melihat patung Hachiko di stasiun Shibuya. Untuk menuju kesini naiklah JR Yamanote Line dan turun di Shibuya Station lalu keluar di Hachiko Exit. Patung Hachiko yang berwarna bronze ini terletak di luar stasiun Shibuya. Patung ini pertama kali dibuat pada bulan April 1934, kemudian diperbarui pada Agustus 1948 dan sampai sekarang masih berdiri. Patung ini menjadi tempat yang populer meeting spot. Pintu keluar stasiun Shibuya yang terdekat dengan patung ini dinamakan “Hachikō-guchi” yang artinya adalah “The Hachikō Entrance/Exit”.

20150610_095405
Hachiko Entrance/Exit

Di luar Shibuya Station ada persimpangan yang terkenal di Jepang yang disebut Shibuya crossing. Persimpangan ini adalah persimpangan tersibuk di Jepang. Sore hari adalah puncak kesibukan persimpangan ini. Pada saat traffic light berubah warna menjadi merah di semua arah, kendaraan-kendaraan berhenti dan gelombang pejalan kaki menyeberangi persimpangan tersebut dari segala arah. Banyak yang menyarankan untuk mencoba menyeberangi shibuya crossing ini pada saat jam sibuk. Tapi karena pada saat saya disana persimpangan itu sepi (bukan saat jam sibuk) jadi saya tidak mencoba. Jika ingin mengamati kesibukan persimpangan ini dengan jelas pergilah ke Starbucks di Tsutaya Building di sebelah utara persimpangan.

20150610_094251
Shibuya Crossing

Tokyo Banana

 Oya, sebelum kembali ke Akihabara tempat janjian dengan teman-teman, kami mampir dulu di Tokyo Station untuk membeli Tokyo Banana. Di stasiun ini memang ada beberapa kios yang menjual Tokyo Banana. Tidak di semua stasiun ada kios penjual tokyo banana. Ada berbagai macam rasa Tokyo Banana tergantung dari kios penjualnya, antara lain: original flavor, maple flavor, banana shake flavor, tree chocolate banana cream, caramel custard cream, chocolat brownie, dll. Masing-masing rasa berbeda harganya.

20150610_103527
Salah satu toko penjual Tokyo Banana

Saya membeli rasa original dan chocolat brownie. Harga tokyo banana standard/original adalah JPY 483 (4 pieces) dan JPY 1029 (8 pieces). Sedangkan rasa chocolat brownie harganya JPY 560 (4 pieces) dan JPY 1080 (8 pieces). Tokyo banana bisa tahan sampai 7 hari, jadi kami membeli untuk dibawa pulang ke Indonesia. Kalo soal rasa memang enak sekali. Saya yang bukan penggemar pisang pun doyan banget sama makanan ini. Tapi karena mahal ya ga beli banyak deh.

20150610_103854
Daftar harga tokyo banana

Tokyo banana dijual di lokasi-lokasi berikut:

Airport
Hanada Airport Terminal 1,2
Haneda Airport International terminal
Narita Airport Terminal 1,2,3
Kansai International Airport Terminal 1
Chu-bu International Airport
Fukuoka Airport International Terminal

Train Station
JR Tokyo, Shinagawa, Ueno, Shinjuku, Hachio-ji, Shin-Yokohama, O-miya station

Shopping Mall
Daimaru Tokyo Store, Odakyu-Shinjuku, Seibu-Ikebukuro, Isetan-Fuchu, Odakyu-Machida, Yokohama Sogo, Tokyo Skytree, Tokyo tower, Odaiba Aqua city, Diversity, LAOX Ginza

20150614_202508
Tokyo banana rasa original
20150614_202710
Tokyo banana rasa chocolat brownie