DSC_0303
Sengakuji Temple

Naik Willer Bus itu memang sangat nyaman. Begitu bangun udah pagi aja, udah mau nyampe. Kayaknya bus ini emang jalan dengan kecepatan yang konstan, jadi ga ada cerita ngerem mendadak dan kebut-kebutan seperti bus-bus di Indonesia. Kami turun di Shinjuku Station, kemudian langsung mencari highway bus office untuk membeli tiket bus ke Kawaguchiko. Tiket bus ini sudah kami pesan online sewaktu di Indonesia, tapi belum dibayar karena bayarnya memang harus langsung di kantornya. Harga tiket bus dari Tokyo ke Kawaguchiko adalah 1750 yen per orang. Setelah beres urusan tiket bus kami mencari toilet di Shinjuku Station untuk cuci muka dan ganti baju (haha… ga mandi lagi nih). Setelah itu kami mencari locker untuk nitip koper dan membeli kartu Pasmo di ticket machine supaya ga repot bayar kereta.

20150607_074107
Lucuuu… Pasmo card-nya ada namanya

Sesuai kesepakatan sebelumnya, kami berpisah menjadi dua kelompok karena waktu yang terbatas. Ada yang pengen ke Sanrio Puroland dan ada yang pengen ke Fujiko F Fujio Museum. Jadi supaya semua dapat yang mereka inginkan ya hanya ini satu-satunya cara. Berhubung saya ga ngefans sama Hello Kitty jadi saya memilih ke Museum Fujiko F Fujio saja berdua bersama Nancy. Sementara yang empat lainnya memilih ke Sanrio Puroland. Kami berjanji bertemu lagi di kantor highway bus pukul 5 sore.

Kami mendapat tiket masuk ke museum untuk pukul 12.00. Karena masih banyak waktu maka kami jalan-jalan dulu di Tokyo. Tempat pertama yang ingin kami kunjungi adalah Sengakuji Temple.

Sengakuji Temple

DSC_0306
Sengakuji Temple

Kenapa pengen banget ke temple ini? Tentu saja karena buku dan filmnya yang terkenal itu dan berdasarkan kisah nyata. Tapi filmnya yang diperankan Keanu Reeves itu hasil dari pengembangan kisah aslinya (jadi sebenarnya tokoh Kai itu ga ada).

Sengakuji Temple terletak hanya beberapa langkah dari Sengakuji Station. Cara termudah menuju Sengakuji Station adalah dari Shinjuku (JR) Station naik kereta JR Yamanote Line (Inner Loop)  turun di Gotanda Station. Di Gotanda Station pindah ke Toei Subway Asakusa Line kemudian turun di Sengakuji Station. Perjalanan dari Shinjuku Station ke Sengakuji Station ini menghabiskan biaya 350 yen.

DSC_0336
Patung Oishi, pemimpin 47 Ronin

Masuk ke kuil ini tidak dipungut biaya. Tapi untuk masuk ke museum tiketnya 500 yen. Di depan kuil terdapat patung Oishi Kuranosuke, pemimpin dari 47 ronin. Ronin adalah samurai yang tidak bertuan. Di bagian belakang kuil ini juga terdapat kuburan 47 ronin dari Ako yang telah berhasil membalaskan dendam tuan mereka, Lord Asano dengan membunuh musuhnya yaitu Lord Kira. Disana juga terdapat sumur tua tempat mencuci kepala Lord Kira. Kisah dari 47 ronin yang sangat terkenal bisa dibaca dibawah ini.

DSC_0321
Graveyard 47 Ronin

The Story of the 47 Ronin (diambil dari http://www.japan-guide.com )

Oishi Kuranosuke, the leader
of the 47 ronin

In March 1701, lord Asano Takuminokami of Ako (today’s Hyogo Prefecture) attacked lord Kira Hozukenosuke at Edo castle. Asano lost patience after repeatedly being provoked and treated arrogantly by Kira, but failed to kill him in the attack. On the same day, Asano was sentenced to commit seppuku (ritual suicide), while Kira was not punished at all, despite the contemporary custom of punishing both parties in similar incidents. In addition, the whole Asano family was removed from power, leaving Asano’s samurai without a job and a strong will to avenge their unfairly punished master.

For over one and a half year, the samurai prepared the avenge under difficult circumstances. On December 14, 1702, the remaining group of 47 ronin under their leader Oishi Kuranosuke finally succeeded to avenge their master by killing lord Kita in his mansion. Afterwards, they carried Kira’s head to Sengakuji, and were later sentenced to commit seppuku.

The story of the 47 ronin became highly popular as a kabuki play during the Edo Period, and remains very popular today in Japan where loyalty, endurance and will power remain highly respected characteristics

Jika kesini sempatkan untuk masuk ke museumnya dengan membayar 500 yen. Di museum ini kita bisa melihat peralatan perang milik 47 ronin antara lain ketopong, baju zirah, dan samurai. Fyi, ga boleh memotret di dalam museum ya.

Zojoji Temple

DSC_0355
Zojoji Temple dan Tokyo Tower

Berhubung masih ada waktu sebelum ke Museum Fujiko F Fujio maka kami putuskan untuk mengunjungi Zojoji Temple. Saya memilih mengunjungi kuil ini karena lokasinya cukup dekat dari Sengakuji, hanya 10 menit perjalanan. Selain itu, kuil ini juga berada di sebelah Tokyo Tower. Jadi kami bisa melihat Tokyo Tower dari jarak cukup dekat dan bisa berfoto dengan background tower ini.

DSC_0347
Para biarawan sedang melakukan ritual keagamaan di Zojoji Temple
DSC_0362
Sangedatsumon Gate

Stasiun subway yang terdekat dari temple ini adalah Onarimon Station atau Shibakoen Station. Dari Sengakuji Station kami naik Toei Subway Asakusa Line dan turun di Mita Station. Kemudian pindah ke Toei Subway Mita Line dan turun di Onarimon Station. Biaya perjalanan ini adalah 180 yen. Dari stasiun ini kami berjalan kaki sekitar 5 menit untuk mencapai Zojoji Temple.

Kuil ini dibangun pada tahun 1393 dan dipindah ke lokasinya yang sekarang pada tahun 1598 oleh Tokugawa Ieyasu yang memilih kuil ini sebagai kuil keluarganya. Gerbang masuk kuil ini berwarna merah dan dinamakan Sangedatsumon Gate.

20150607_113352
Haiii…. Tokyo Tower

 

Hari sudah siang, kami harus segera berangkat ke Kawasaki, tempat Museum Fujiko F Fujio berada. to be continue….