DSC_0106

Tahun 2015 lalu saya menghadiahi diri sendiri dengan trip ke Jepang. Ini semua berkat tiket promo Air Asia seharga 2,4 juta pp (include airport tax) dengan rute Surabaya – KL – Osaka dan Osaka – KL – Jakarta. Tiket ini saya beli setahun yang lalu, Juni 2014. Setelah saya membeli tiket, saya tawarin ke teman-teman yang mau ikutan, ternyata banyak yang mau ikut, ada 5 orang. Sebenarnya rute awal tiket saya ini adalah Surabaya – KL – Osaka dan Nagoya – KL – Jakarta, tapi awal tahun 2015 ini Air Asia menutup penerbangan dari Nagoya ke Kuala Lumpur. Jadi penerbangan pulang kami dipindah ke Osaka.

Kami berada di Jepang selama 9 hari, berangkat tanggal 4 Juni dan pulang tanggal 13 Juni 2015. Selama di Jepang kami berencana mengunjungi empat kota, yaitu Kyoto, Kawaguchiko, Tokyo, dan Osaka. Enam bulan sebelum keberangkatan saya sudah booking hostel di empat kota itu. Saya memilih Khaosan Kyoto Guesthouse sesuai rekomendasi teman saya yang pernah tinggal di Kyoto selama satu tahun. Lokasi guesthouse ini sangat dekat dengan pasar Teramachi sehingga memudahkan untuk berbelanja. Selain itu yang terpenting di pasar Teramachi terdapat beberapa tempat penyewaan kimono, jadi tidak perlu jauh-jauh untuk menyewa kimono. Di Kawaguchiko, saya memilih K’s House Mt Fuji berdasarkan rekomendasi dari teman saya juga. Saya membooking Japanese style room yang dilengkapi dengan futton matress dan tatatami floor. Pengen ngerasain tidur seperti orang Jepang beneran walaupun cuma semalam. Hehehe… Di Tokyo saya memilih hostel yang berlokasi di Asakusa karena daerah ini adalah pusat turisme di Tokyo. Pilihan saya adalah jaringan hostel Khaosan, di Asakusa terdapat beberapa hostel milik jaringan hostel Khaosan. Saya memilih Khaosan World Asakusa Hostel karena lokasinya sangat dekat dengan metro subway station. Terakhir di Osaka saya memilih J-Hoppers Osaka Guesthouse karena lokasinya juga dekat dari stasiun kereta.

Untuk masuk Jepang diperlukan visa, dan karena paspor saya belum e-paspor maka saya belum bisa bebas visa. Tahun 2015 ini Jepang telah memberlakukan bebas visa bagi WNI yang memiliki e-paspor. Sebenarnya saya ingin sekali untuk merubah paspor saya menjadi e-paspor, tapi karena masa berlakunya belum habis jadi gak bisa deh. Kalo udah punya e-paspor itu enak banget, kita tinggal registrasi saja di konsulat terdekat, tidak perlu ke konsulat yang membawahi wilayah yuridiksi KTP. Seperti salah satu teman saya yang udah punya e-paspor. Teman saya ini KTP nya Medan, tapi dia tidak perlu ke Medan untuk registrasi, cukup di Surabaya saja. Jika dia belum punya e-paspor maka dia harus apply visa di Konsulat Jepang di Medan sesuai wilayah yuridiksinya. Selain itu kalo udah punya e-paspor kita gak perlu punya saldo rekening tabungan puluhan juta karena gak diperlukan syarat itu. Enaaak kan…

Awal bulan mei saya apply visa di Konjen Jepang di Surabaya. Setelah visa keluar, saya memesan tiket bus untuk perjalanan antar kota selama di Jepang. Saya memilih menggunakan bus Willer Express untuk transportasi dari Kyoto ke Tokyo dan Tokyo ke Osaka karena kemudahan untuk reservasinya. Kita bisa membeli tiket di website Willer www.willerexpress.com dengan mudah. Saya maunya memang yang pasti-pasti aja, reservasi dulu untuk transportasi luar kota. Nanti di Jepang udah gak perlu repot-repot pesen tiket karena itu juga akan membuang waktu, apalagi kalo sampe kehabisan tiket bisa celaka karena waktu kami sangat terbatas. Sedangkan untuk transportasi dari Tokyo ke Kawaguchiko kami naik highway bus yang juga dapat direservasi di www.highway-buses.jp/fuji Reservasi highway bus ini tidak perlu membayar terlebih dulu, nanti kita bayarnya di kantor busnya di Shinjuku.

Setelah semua urusan reservasi hostel dan bus beres, visa juga udah oke, dan cuti sudah disetujui, kami siap berangkat… Horeee….