Say Hii untuk para tukik ^_^
Say Hii untuk para tukik ^_^

Hari ini kami bangun pagi-pagi sekali karena pukul 6 kita sudah harus berkumpul untuk melepas tukik. Di kantor ranger saya menyelesaikan administrasi terlebih dulu, mengisi buku tamu dan membayar biaya-biaya. Sewa guesthouse per kamar Rp300 ribu. Kami menggunakan dua kamar jadi Rp600 ribu. Kemudian biaya ranger untuk tadi malam dan hari ini Rp100 ribu. Lalu ada juga sumbangan sukarela untuk konservasi tukik, terserah kita mau ngasih berapa. Kami memberi Rp100 ribu untuk konservasi tukik.

Tempat penetasan telur penyu
Tempat penetasan telur penyu
Berjalan menuju pantai dengan membawa tukik
Berjalan menuju pantai dengan membawa tukik

Setelah administrasi selesai kami berangkat menuju pantai. Masing-masing rombongan membawa satu ember yang berisi tukik-tukik yang akan dilepas di pantai. Sesampainya di pantai tiap rombongan berpencar. Mas ranger membuat garis di pantai sebagai titik tempat kita melepas tukik. Lalu dia memberi tahu kami cara memegang tukik yang benar, yaitu pada bagian pinggir tempurungnya, perutnya tidak boleh dipegang. Kami masing-masing memegang dua ekor tukik, lalu kami berbaris di belakang garis untuk melepas tukik bersama-sama. Selamat jalan tukik… Semoga kalian bisa survive hidup di lautan luas.

Tukik siap dilepas
Tukik siap dilepas

Begitu dilepas, tukik-tukik ini mulai merangkak ke laut. Ada yang bergerak cepat menuju laut, ada yang perlahan-lahan dan berhenti dulu sesaat, serta ada juga yang muter-muter dulu. Menurut mas ranger, tukik yang paling cepat bergerak ke laut bukanlah tukik yang nantinya akan survive. Karena seharusnya tukik-tukik ini mengenal dan mengingat dulu karakter pantai yang akan mereka tinggalkan. Oleh karena itulah tukik-tukik ini dilepas agak jauh dari bibir pantai agar mereka dapat merekam medan magnetik pantai. Suatu saat, ingatan yang mereka bentuk akan membawa mereka bisa kembali lagi ke pantai ini. Yang unik dari penyu adalah mereka hanya akan bertelur di pantai tempat mereka menetas. Oleh karena itu banyak juga penyu yang mendarat di pantai tapi tidak jadi bertelur karena lokasinya tidak sama dengan tempat ia menetas.

Tukik menuju lautan
Tukik menuju lautan

Pada saat tukik kami lepas, untungnya tidak ada elang yang datang. Biasanya ada elang yang datang dan menyambar beberapa ekor tukik baik yang masih berjalan di pasir pantai maupun yang berenang di laut. Hingga tiga bulan ke depan tukik akan mengalami masa lost atau hilang tanpa jejak di lautan. Periode tersebut adalah masa yang paling berbahaya bagi tukik untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Tukik harus dilepas ke laut maksimal tiga hari setelah menetas karena ia harus segera beradaptasi dengan kondisi alam di lautan agar ia bisa bertahan hidup hingga 200 tahun ke depan sesuai umur normalnya.

Hutan yang harus dilewati untuk menuju pantai
Hutan yang harus dilewati untuk menuju pantai

Setelah menetas dari telur, seekor penyu akan melakukan migrasi hingga ribuan kilometer selama bertahun-tahun. Pada saat mereka akan bertelur, mereka akan kembali ke tanah kelahirannya tanpa kehilangan arah. Ini karena mereka sudah merekam medan magnet pantai pada saat pertama dilepas ke laut. Jadi saat pelepasan tukik ke laut adalah momen penting bagi tukik agar ia bisa kembali ke pantai kelahirannya.

Setelah semua tukik selesai dilepas, mas ranger bercerita ke kami bahwa kita disini sangat beruntung bisa melihat penyu bertelur dari dekat. Banyak wisatawan manca negara datang kesini untuk bisa mendapatkan pengalaman ini. Bahkan bulan Juni nanti akan datang regu Pramuka dari Amerika kesini. Tapi sayangnya masyarakat Indonesia sendiri malah banyak yang tidak tahu tentang tempat ini. Jangankan masyarakat Indonesia yang jauh dari Banyuwangi, masyarakat Banyuwangi pun banyak yang tidak tahu tentang konservasi penyu di Sukamade. Yang lebih disayangkan adalah Duta Penyu Indonesia juga tidak pernah kesini. Oh my God…. Kami pun bertanya, Siapa pak duta penyu Indonesia?? Mas ranger pun menjawab, “Marshanda”. Hmmm whaattt?? Oh okayyy… marshanda ya…..

Have fun in Sukamade
Have fun in Sukamade
Aku di Pantai Sukamade
Aku di Pantai Sukamade

Note: All of the photos in this post was taken by Grandis, my proffesional photografer friend