Grand Kanal
Grand Kanal

Setelah berlindung dari teriknya matahari dan mengisi perut, kami berangkat menuju City of Dreams dan The Venetian yang terletak di Taipa. Kami naik bus dan turun persis di depan City of Dreams.

City of Dreams

Tujuan kami ke City of Dreams ini cuma mau melihat show putri duyung di lobi utama hotel ini. Show putri duyung ini tentunya bukan yang sesungguhnya, melainkan permainan teknologi dan pencahayaan sehingga terlihat mirip aslinya. Jadi di lobi utama terdapat layar raksasa yang menyerupai aquarium yang disebut Vquarium. Di Vquarium tersebut terdapat ikan-ikan berenang kemudian muncul gelembung udara dan keluarlah putri duyung virtual yang berenang bersama ikan-ikan. Kadang hanya satu putri duyung yang muncul, kadang sekaligus dua. Tidak lama kemudian putri duyung ini menghilang dan kita harus menunggu lagi kemunculannya yang tiba-tiba.

Helloo mermaid....
Helloo mermaid….

City of Dreams berisi luxury hotel dan casino. Hotel yang ada disini yaitu Crown Towers, Grand Hyatt, dan Hard Rock Hotel. Sedangkan casino-nya yaitu City of Dreams Casino, Hard Rock Hotel Gaming Area, dan Signature Club. Selain itu terdapat juga beberapa atraksi lain yang bisa kita lihat dengan membeli tiket antara lain pertunjukan The House of Dancing Water, pertunjukan multimedia di The Bubble, dan pertunjukan kabaret Taboo.

The Venetian

The Venetian
The Venetian

Setelah puas melihat dancing mermaid, kami menyeberang jalan menuju The Venetian yang terletak persis di seberang City of Dreams. The Venetian adalah kompleks yang terdiri dari hotel, kasino, dan pusat perbelanjaan. Begitu masuk ke dalam The Venetian saya langsung terperangah (ya… memang saya agak udik sih), interior di dalam gedung ini sungguh mewah. Kami memasuki sebuah lorong yang didominasi dengan warna emas, kanan kirinya berbaris pilar-pilar berwarna putih, atapnya pun dihias lukisan yang indah.

Di dalam The Venetian
Di dalam The Venetian

Tujuan utama kami ke The Venetian adalah untuk naik gondola di Grand Canal. Oleh karena itu kami langsung mengikuti papan petunjuk menuju Grand Canal. Grand Canal ini dibangun dengan bentuk yang menyerupai kota Venice – Italy (yaa… meski saya belum pernah ke sana, tapi dari gambar2nya sih mirip). Di tengah terdapat kanal yang memanjang dengan jembatan-jembatan indah di atasnya. Di pinggir kanal ini berjejer toko-toko branded yang bikin saya ga nafsu belanja. Yang bikin makin keren, langit-langit bangunan ini dilukis menyerupai langit siang yang cerah dengan awan-awan putih berarakan.

Pengen ke Venice
Pengen ke Venice

Kami berjalan menuju tempat pemberhentian gondola dan membeli tiketnya seharga MOP 118. Kemudian kami dipersilakan naik gondola bersama dua orang lainnya (pasangan suami istri dari Shanghai). Gondola ini berisi empat orang. Kalo kalian datang berempat atau merasa kebanyakan duit dan ingin privasi, sewa saja satu gondola. Tarif naik private gondola ini MOP 472 per sekali naik. Agar suasana Venezia-nya lebih terasa, para pendayung gondola yang direkrut adalah orang latin atau keturunan latin (ada yang guanteeng banget lho…). Sambil mendayung, mereka menyanyikan lagu latin selama perjalanan kami menaiki gondola. Suasananya jadi romantis, tapi berhubung sebelah saya Rere ya ga jadi romantis deh. Saya berdoa, semoga suatu saat nanti saya bisa naik gondola di tempat asalnya, Venice – Italy.

Naik gondola
Naik gondola

Sebelum balik ke hotel kami mampir dulu ke Macau Tower buat beli kaos dan totte bag. Di dekat lift menuju ke observation deck ada beberapa kios yang menjual kaos dan souvenir khas Macau. Kemarin saya udah ngincer totte bag itu. Tapi pas turun dari observation deck kiosnya udah tutup. Jadilah kami kembali lagi sore ini, untung belum tutup. Totte bag ini bergambar sketsa Ruins of St Paul. Saya suka banget, tapi ternyata harganya cukup mahal, MOP 239. Lalu saya juga membeli kaos berwarna putih dengan motif yang sama persis dengan tas itu. Kaosnya diskon, MOP 200 untuk dua pieces. Jadi saya beli satu dan rere beli satu. Rere memilih kaos bergambar panda lagi balapan.

Setelah dari Macau Tower kami langsung pulang ke hotel. Tapi mampir dulu di Sevel buat beli noodle cup untuk makan malam. Udah eneg banget kalo harus makan Mc D lagi. Hihihi……

Ini pendayung gondola yang guanteeng
Ini pendayung gondola yang guanteeng
Zoro???
Zoro???