Ruins of St Paul
Ruins of St Paul
Egg Tart
Egg Tart

Pagi ini kami keluar dari hotel dan berjalan menuju Senado Square untuk membeli sarapan. Meskipun judulnya hotel, tapi saya memesan kamar tidak include breakfast supaya harganya ga makin mahal. Tujuan kami adalah ke toko Pastelaria Koi Kei untuk membeli Portuguese Egg Tart. Harga egg tart ini MOP 9 per buah. Rasanya enak dan ukurannya cukup lah untuk mengisi perut sebelum beraktivitas. Toko Pastelaria Koi Kei  ini toko penganan paling terkenal se-Macau. Cabangnya ada beberapa yaitu di Senado Square, di jalan menuju Ruins of Saint Paul. Kebanyakan turis yang saya lihat selalu membawa kantong belanjaan dari Pastelaria Koi Kei.

Senado Square di siang hari
Senado Square di siang hari
Kawasan Senado Square
Kawasan Senado Square

Kami menikmati sarapan minimalis ini di bawah pohon di Senado Square sambil memperhatikan gedung-gedung kuno yang indah dan sangat terawat. Memang anda harus berkunjung ke Senado Square pada siang hari dan malam hari agar mendapatkan pengalaman suasana yang berbeda. Senado Square telah menjadi pusat dari Macau sejak dahulu kala. Tempat ini menjadi tuan rumah untuk berbagai public events dan festival-festival. Gedung-gedung yang mengelilingi square ini dibangun sejak abad ke-19 dan ke-20. Pada tahun 1993, lantainya dipaving menggunakan batu berwarna hitam dan putih dengan pola gelombang. Hal ini membantu memunculkan warna cerah dari gedung-gedung disekelilingnya dan menambah atmosfir Mediterania. Di Senado Square juga terdapat tourism office. Kami masuk lagi ke tourism office untuk menanyakan cara menuju lokasi obyek wisata yang kemarin belum sempat kami tanyakan.

Tujuan kami berikutnya adalah Ruins of St Paul. Di jalan menuju Ruins of St Paul kami melewati St Dominic’s Church, gereja yang dibangun oleh pendeta-pendeta Dominika pada tahun 1587. Ini adalah gereja pertama yang dibangun di China. Jalan menuju Ruins of St Paul agak menanjak, di kanan kirinya terdapat toko-toko yang diantaranya adalah toko souvenir.

St Dominic's Church
St Dominic’s Church

Akhirnya sampailah kami di Ruins of St Paul. Tidak lengkap rasanya bila ke Macau tidak mengunjungi tempat ini. Ruins of St Paul merupakan landmark dari kota Macau. Gereja ini dibangun pada tahun 1602 di samping Jesuit College of St. Paul’s. Namun, pada tahun 1835, kebakaran terjadi dan melahap habis universitas dan bangunan gereja, akibatnya hanya menyisakan bangunan depan gereja (facade) seperti sekarang. Fasad depan gereja ini menampilkan ukiran yang berkaitan dengan kisah gereja Katolik di Asia lengkap dengan beberapa gambar naga dan kapal berlayar.Selain itu, ukiran-ukiran dan ornamen Ruins of St. Paul’s Church juga menunjukkan campur tangan budaya China dalam pembangunannya.

Foto berdua di Ruins of St Paul
Foto berdua di Ruins of St Paul

Pada tahun 2005, Ruins of St. Paul’s Church ditetapkan menjadi situs warisan dunia UNESCO, oleh karena itu bangunan tua ini benar-benar dipelihara oleh pemerintah Macau. Di bagian belakang reruntuhan, terdapat tiang penyangga dari beton dan baja yang digunakan untuk menopang bangunan. Tangga baja inilah yang memungkinkan wisatawan untuk naik ke reruntuhan gereja bagian atas dari belakang. Di dasar reruntuhan ini dibangun The Museum of Sacred Art and Crypt yang memiliki koleksi artefak-artefak keagamaan, patung, lukisan, pahatan dan benda-benda upacara dari gereja-gereja dan biara-biara. Museum ini dibuka untuk umum mulai pukul 09.00 s.d. 18.00 tanpa dipungut biaya masuk.

Jalan menuju Ruins of St Paul
Jalan menuju Ruins of St Paul

Karena cuaca makin panas di hari yang cerah ini maka kami segera mengakhiri kunjungan kami disini. Di jalan pulang kami mampir berbelanja di toko souvenir. Saya membeli pajangan fasad Ruins of St Paul seharga MOP 40, magnet kulkas seharga MOP 18 per buah, gantungan kunci seharga MOP 70 (isi 6 buah), dan pajangan snow ball Ruins of St Paul seharga MOP 58.

Kemudian kami membeli makan siang french fries dan chicken wings Mc Donalds (again…) untuk dibawa pulang ke hotel. Siang ini kami istirahat dulu di hotel sambil makan siang. Di Macau ini saya benar-benar ga punya ide lain selain makan di Mc D. Banyak sih restoran lain tapi kayaknya ga halal deh. Jadi ya udahlah yang penting perut terisi makanan. Dan saya sudah bener-bener kangen sama nasi karena hampir seminggu ga ketemu nasi. Hiks….

DSC_0898
Gedung kunonya semua bagus dan terawat