Grand Lisboa
Grand Lisboa di malam hari

Pukul 13.00 ferry yang kami tumpangi berangkat menuju Macau. Perkiraan waktu untuk menyeberang dari Kowloon, Hong Kong ke Macau sekitar 1 jam. Sesampainya di Macau Maritime Ferry Terminal kami harus melewati imigrasi terlebih dahulu untuk memasuki negara ini. Kemudian kami makan siang di restoran Mc Donalds yang terletak di atas terminal ferry ini.

Di Macau Maritime Ferry Terminal terdapat tourism office yang menyediakan informasi lengkap mengenai Macau. Jadi sebelum meninggalkan terminal ini pastikan anda mengunjungi tourism office untuk mendapatkan peta gratis dan informasi yang lengkap. Petugas tourism office ini dengan ramah menjawab semua pertanyaan kami dan menunjukkan nomor bus yang harus kami naiki untuk menuju hotel dan obyek-obyek wisata. Di Macau tidak ada metro atau subway. Sarana transportasi utama disini adalah bus kota dengan rute yang banyak dan biaya yang lumayan murah. Tarif bus kota sekali naik adalah MOP 3,2 untuk rute di wilayah Macau Peninsula. Sedangkan untuk rute dari Macau Peninsula ke Taipa adalah MOP 4,2. Oya, mata uang Macau adalah MOP, tapi HKD juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran disini. Oleh karena itu saya tidak tukar uang MOP, cukup pake HKD aja.

Towns Well Hotel
Towns Well Hotel

Di Macau kami menginap di hotel beneran (ga pake huruf S di tengahnya). Tapi ini juga karena terpaksa, saya sudah browsing2 nyari alamat web hostel atau guesthouse di Macau ga ketemu. Ada sih nemu satu, tapi bangunannya tua, kamarnya gak ber-AC, dan kamar mandinya di luar. Akhirnya kami memilih Towns Well Hotel yang lokasinya di dekat Senado Square dan Ruins of Saint Paul, jalan sekitar lima menit saja. Harga kamar di hotel ini adalah 1 juta per malam. Kami menginap dua malam disini.

Di dalam peta Macau yang kami peroleh dari tourism office terdapat keterangan rute bus, cukup mudah untuk memahaminya. Pada saat menuju hotel kami bingung di halte mana kami harus turun, karena hotel kami ini letaknya tidak di jalan besar, masih harus masuk gang lagi. Petugas tourism office sudah memberi tahu ancer2nya, tapi tetep bingung lah ya secara ini pertama kali kami kesini. Untungnya ada seorang ibu baik hati yang meskipun ga bisa Bahasa Inggris tapi tetep ngotot membantu kami pake bahasa isyarat. Kami menunjukkan peta halte tempat kami harus turun sesuai instruksi petugas tourism office. Karena ibu ini bingung ga bisa baca peta, dia nanya ke penumpang lain. Akhirnya dengan bahasa isyarat dia menyuruh kami untuk ikut turun bersama dia. Ternyata kami turun di halte yang sama dengan dia. Nama halte tempat kami turun adalah Rua Do Campo. Xie xie mam….

Oya, kita tidak perlu takut untuk keliling Macau naik bus. Caranya hampir sama dengan di Hong Kong. Tapi kalo di Hong Kong transportasi utamanya adalah MTR, sedangkan di Macau adalah bus. Jadi kita benar-benar bergantung pada moda transportasi ini. Caranya bisa dibaca disini

Setelah turun dari bus kami tinggal mengikuti jalan yang ditunjukkan petugas di peta. Akhirnya ketemu deh hotelnya….

Macau Tower
Macau Tower

Tujuan kami yang pertama adalah Macau Tower. Menara ini merupakan salah satu landmark Macau yang harus kita kunjungi. Ketinggian dari menara ini adalah 338 meter. Macau Tower memiliki dua observation deck yaitu indoor dan outdoor. Yang tertinggi adalah outdoor observation deck di lantai 61 dengan ketinggian 223 meter. Sedangkan indoor observation lounge terletak di lantai 58. Tiket masuk Observation Deck ini adalah MOP 135 per orang.

Indoor Observation Deck
Indoor Observation Deck

Kami mengunjungi indoor observation lounge terlebih dahulu. Disini terdapat lantai kaca sehingga kita bisa langsung lihat jalan di bawah. Kemudian kami naik ke lantai 61 menuju outdoor observation deck. Disini terdapat operator bungy jumping yang sangat terkenal yaitu AJ Hackett. Selain bungy jumping, aktivitas yang bisa dilakukan di Macau Tower antara lain adalah sky jump, sky walk, dan tower climb. Semua aktivitas ini memerlukan nyali, dan tentunya kami tidak mencobanya. Hahaha… karena selain kami ga punya nyali kami juga ga punya duit, harganya mihil bingits booo.

Outdoor Observation Deck
Outdoor Observation Deck

Tujuan kami selanjutnya adalah ke Hotel Grand Lisboa. Kami cuma mau foto-foto aja di depannya karena Hotel Grand Lisboa ini adalah salah satu landmark Macau. Desain hotel ini sangat unik, bentuknya menyerupai bunga lotus. Pada malam hari hotel ini semakin terlihat menarik karena lampu warna warni menyala menghiasi seluruh bagian bangunan hotel. Di dekat hotel Grand Lisboa juga ada Wynn Hotel yang juga dipenuhi cahaya lampu.

Grand Lisboa di siang hari
Grand Lisboa di siang hari
Wynn Hotel
Wynn Hotel

Setelah itu kami berjalan menuju Senado Square melewati Avenida Do Infante D Henrique, kemudian menyambung ke Avenida de Almeida Ribeiro. Nama jalan di Macau menggunakan bahasa Portugis dengan awalan Rua untuk jalan standar dan Avenida untuk jalan yang lebih dari dua lajur, misalkan Rua da Felicidade dan Avenida de Almeida Ribeiro.

Baca peta dulu, bener ga arahnya
Baca peta dulu, bener ga arahnya

Senado Square adalah alun-alun yang menjadi landmark Macau. Belum lengkap ke Macau jika belum mengunjungi tempat ini. Alun-alun ini didesain dengan gaya Portugis dan dikelilingi gedung-gedung klasik model Spanyol, lantainya menggunakan batu lantai / pavement yang disusun dengan indah. Gedung-gedung kuno yang masih terawat dengan baik dan lampu-lampu yang temaram membuat suasana di Senado Square ini jadi romantis. Di tengahnya juga terdapat air mancur yang menambah indah suasana.

Senado Square
Senado Square

Kami menutup hari ini dengan makan malam di restoran Mc Donalds yang berada di Senado Square. Saya memesan cream soup dan chicken wings seharga MOP 22. Enak nih malam-malam makan yang hangat-hangat gini. Setelah makan kami berjalan pulang menuju hotel.

salah satu gedung kuno di Senado Square
salah satu gedung kuno di Senado Square
DSC01549
at Avenida Do Infante D Henrique