Victoria Peak
Victoria Peak

Yeeeaaayyy…. hari kedua ini kami awali dengan BANGUN TELAAATTT……..

Jam 8 lebih kami baru bangun. Ya ini gara-gara kemarin kecapekan jalan seharian. Jadwal hari ini adalah muterin Hong Kong Island dan mengunjungi The Peak yang juga berada di Hong Kong Island.

Naik Ferry

Star Ferry
Star Ferry

Sebelum berangkat kami sarapan noodle cup dulu hasil dari belanja kemarin malam di Sevel. Akhirnya kami baru keluar dari hostel pukul 10.00. Kami berjalan menuju dermaga ferry untuk menyeberang ke Hong Kong Island. Sebenarnya bisa saja naik MTR ke Hong Kong Island, tapi kami sengaja naik ferry agar bisa menikmati scenic view Hong Kong Island dari atas ferry. Keluar dari hostel saya langsung saja belok kanan, tapi setelah berjalan lumayan jauh kok ga kelihatan juga tanda-tanda tempat yang akan kami tuju. Setelah buka peta, ternyata kami memang salah arah. Harusnya tadi belok kiri. Hehehe….. Maaf ya Re….. Ga boleh marah yaaa…..

Setelah balik arah dan berjalan lagi akhirnya kami sampai di Kowloon Point Ferry Piers at Salisbury Road. Ferry yang bernama Star Ferry ini sudah menjadi tumpuan hidup warga Hong Kong sejak 100 tahun lalu, tidak pernah berhenti beroperasi kecuali lagi ada topan. Untuk menyeberangi lautan dari Kowloon ke Hong Kong Island, ferry adalah alat transportasi yang paling murah (lebih murah daripada MTR). Ada dua jenis tempat duduk di ferry ini, yaitu upper deck dan lower deck. Tarif untuk upper deck adalah HKD 2,5, sedangkan untuk lower deck HKD 2. Pilihlah tempat duduk upper deck agar bisa melihat pemandangan dengan leluasa. Pintu masuk di dermaga dibedakan untuk upper deck dan lower deck, jangan salah masuk, perhatikan petunjuk arahnya. Interval keberangkatan ferry ini cukup cepat yaitu antara 10 – 20 menit. Waktu tempuhnya dari dermaga Kowloon ke Central sekitar 15 menit. Tiket ferry bisa dibayar menggunakan Octopus Card.

di atas ferry
di atas ferry

Di atas ferry kami menikmati pemandangan Hong Kong Island yang dipenuhi gedung-gedung pencakar langit. Jika ke Hong Kong kalian harus mencoba naik ferry ini. Ada sensasi tersendiri naik ferry ini, mengingat ferry telah digunakan masyarakat Hong Kong sejak masa lampau. Ferry ini memang terlihat sudah kuno, akan tetapi tetap terawat dan bersih.

Naik Tram

Tram
Tram
Jembatan penghubung
Jembatan penghubung

Salah satu tujuan kami ke Hong Kong Island adalah untuk naik tram. Tram hanya ada di Hong Kong Island mulai dari Northpoint di sisi Timur hingga Kennedy Town di sisi paling Barat. Setelah keluar dari Central Pier kami berjalan melewati jembatan panjang menuju halte tram terdekat. Awalnya kami bingung karena jembatan ini sangat panjang dan bercabang ke gedung-gedung di kanan kirinya. Yang menarik dari kawasan Cenral sebagai pusat bisnis Hong Kong adalah gedung-gedung bertingkat yang saling sambung-menyambung. Jadi jika ingin mencapai suatu gedung yang berjarak beberapa gedung dari tempat kita berada, dapat melewati jembatan penghubung yang tersedia tanpa harus turun lagi ke jalan raya. Kami lalu bertanya pada seorang petugas, petugas itu menjelaskan bahwa kami lurus saja kemudian di ujung turun ke bawah. Akhirnya ketemu juga sama tram yang kita cari-cari. They are so cute…..

Mejeng di halte stasiun tram
Mejeng di halte tram

Berhubung di Indonesia waktu saya lahir udah ga ada tram lagi, saya jadi agak-agak norak waktu menaikinya. Abis lucu banget sih bentuknya. Udah gitu karena tram dijadikan sebagai media untuk iklan, tram-tram ini dicat dengan berbagai warna sesuai dengan produk yang mensponsori, jadi makin cantik penampakannya. Tram ini sudah berusia lebih dari 100 tahun dan merupakan peninggalan zaman kolonial Inggris. Cara naik tram ini adalah naiknya dari pintu belakang, kemudian keluar dan bayarnya di pintu depan. Tram bisa dibayar menggunakan Octopus Card. Sungguh kartu yang serba guna.

Kami naik tram menuju Victoria Park di daerah Causeway Bay. Sebelum naik tram perhatikan dulu peta tram yang terpampang di setiap halte. Kemudian pastikan dimana kita nanti akan turun. Tram berhenti di setiap halte yang dilewati. Nama halte tertulis di setiap halte baik di bawah atau di atas. Jadi meski kita duduk di atas tetap bisa melihat nama halte yang kita lewati.

Victoria Park

Victoria Park
Victoria Park

Kami turun tepat di depan Victoria Park. Victoria Park adalah sebuah taman luas yang di dalamnya terdapat fasilitas olah raga, yaitu antara lain lapangan basket dan futsal. Taman ini diberi nama sesuai dengan nama Ratu Inggris yaitu Queen Victoria mengingat Hong Kong merupakan bagian dari negara persemakmuran Inggris sebelum tahun 1997. Victoria Park menjadi tempat berkumpulnya pahlawan devisa dari Indonesia pada hari Minggu, hari libur mereka. Kami ke taman ini pada hari Selasa, jadi taman ini sepi sekali. Di pintu masuk taman terdapat patung Queen Victoria yang sedang duduk di singgasana. Karena pada saat itu daerah di sekitar Victoria Park sedang sepi maka kami menggunakan kesempatan ini untuk berfoto-foto dengan latar belakang tram yang lewat di belakang kami. Tiap ada tram yang beda warna kami selalu berfoto di depannya.

Warna-warni tram di Hong Kong
Warna-warni tram di Hong Kong

Times Square

Times Square
Times Square

Agenda berikutnya adalah jalan-jalan di daerah Causeway Bay. Tempat yang kami tuju adalah Times Square, sebuah shopping mall yang sering mengadakan bazaar. Kami naik tram kembali ke arah Central dan turun di Canal Road, Causeway Bay. Pada saat itu di Times Square sedang ada bazaar yang digelar di lantai 18. Kami pun mendatanginya, siapa tau dapat barang bagus ber-merk dengan harga murah. Setelah muter-muter ga ada barang yang membuat kami tertarik. Lagian harganya juga masih mahal. Sayang kalo buat beli barang-barang branded gitu, mending dipake buat beli souvenir khas Hong Kong aja.

salah satu jalan di Hong Kong Island
salah satu jalan di Hong Kong Island

Lan Kwai Fong

Lan Kwai Fong
Lan Kwai Fong

Tujuan kami selanjutnya adalah Lan Kwai Fong. Lan Kwai Fong adalah tempat paling happening dan gaul se-Hong Kong. Di tempat ini berjajar cafe, bar, resto, club, dan lounge yang selalu dipenuhi oleh pekerja-pekerja yang nongkrong disana sepulang kantor. Tapi karena pada saat kami disana masih siang hari, maka jalan ini masih sepi pengunjumg. Tujuan kami ke Lan Kwai Fong bukanlah untuk nongkrong di salah satu cafe disana (kami kan ngiriiit). Kami kesana untuk membeli t-shirt Hard Rock Cafe titipan saudaranya Rere.

Penuh cafe di sepanjang jalan
Penuh cafe di sepanjang jalan

Lan Kwai Fong berada di daerah Central. Kami naik tram kembali ke Central dan turun di halte Pedder Street. Setelah baca peta dan baca petunjuk nama jalan sampailah kami di Lan Kwai Fong. Lan Kwai Fong ini jalannya sempit satu arah dan menanjak, di kanan kirinya berjajar cafe, bar, resto, club, dan lounge. Setelah berjalan menanjak akhirnya ketemu Hard Rock Cafe-nya. Disitu Rere membeli t-shirt hitam dan tentunya saya ga beli apa-apa. Hehehe….

Numpang foto di Hard Rock Cafe
Numpang foto di Hard Rock Cafe

Peak Tram

DSC_0721
Lower Peak Tram Terminus
Peak Tram
Peak Tram

Setelah dapat barang titipan, sekarang tiba saatnya menuju The Peak. Kami berjalan menuju Lower Peak Tram Terminus yang berlokasi di Garden Road, Central. Lumayan jauh juga jalannya, nanjak lagi. Untungnya cuaca mendung saat itu jadi ga kepanasan. Sesampainya disana kami langsung masuk dan mengantri. Hari itu tidak terlalu ramai pengunjung, jadi antrian untuk naik tram cukup pendek. Peak Tram adalah tram khusus yang berjalan di jalur menanjak hingga 50 derajat kemiringan. Tram ini akan mengantarkan kami menuju Victoria Peak. Jalur tram ini sudah dipakai sejak 1888 secara eksklusif oleh orang-orang pemerintahan Inggris dan penduduk yang tinggal di The Peak. Akan tetapi sekarang semua orang bisa menikmatinya sebagai jalur trem tercuram di dunia.

Peak tram beroperasi setiap hari mulai jam 7 pagi sampai tengah malam. Interval keberangkatan tram ini adalah setiap 10 sampai 15 menit. Waktu tempuh menuju The Peak adalah sekitar 7 menit. Perjalanan cukup seru dan mendebarkan karena tram ini berjalan menanjak dengan kemiringan hampir 50 derajat. Tiket satu paket naik Peak Tram + Museum Madam Tussaud + Sky Terrace adalah HKD 220 per orang.

Terminal tram di The Peak langsung menyambung dengan Peak Tower, gedung yang berisi toko-toko penjual souvenir, pakaian, sepatu, restoran, cafe, Museum Madame Tussauds, dan Sky Terrace. Karena lapar kami makan siang dulu di Burger King.  Saya makan ayam + kentang seharga HKD 57. Setelah makan kami langsung menuju Madame Tussaud Museum.

Madame Tussauds Museum

Foto bareng yang punya Hong Kong
Foto bareng yang punya Hong Kong

Madame Tussauds adalah sebuah museum lilin terkenal di London, Inggris, dengan cabang-cabang di beberapa kota besar di dunia, termasuk di Hong Kong. Museum ini pertama kali didirikan oleh pematung lilin Marie Tussaud. Patung-patung lilin Madame Tussauds terdiri atas tokoh-tokoh sejarah, keluarga kerajaan, bintang film, atlet tenar dan tokoh-tokoh kriminal yang tenar.

DSC_0779
with Mr President, Barrack Obama
DSC_0771
my favorite

Begitu masuk ke dalam museum kami disambut oleh patung lilin Jackie Chan, sebagai tuan rumah Hong Kong. Tapi sayangnya, khusus untuk Jackie Chan, kita tidak bisa memotret dengan kamera sendiri. Ada fotografer yang sudah siap memotret kami berdua. Masuk ke dalam lagi ada 10 area tematik disini yaitu Hong Kong Glamour, Royal Family, Historical and National Heroes, TV Studio, World Premiere, SCREAM, The Champions, Authentic History, Music Icons, dan Fantasy Kingdom. Museum ini memiliki koleksi lebih dari 100 patung lilin. Bagi saya yang paling menarik adalah patung lilin Mantan Presiden RI Soekarno yang berada di satu ruangan bersama pemimpin-pemimpin dunia lain. Disini kami bisa puas-puasin foto narsis dengan seleb-seleb dan tokoh-tokoh terkenal dunia.

DSC_0810
peluk Mr Deep ^_^

Setelah keluar dari museum kami mengambil hasil foto kami bersama Jackie Chan tadi. Kami memilih untuk membeli file digital saja supaya lebih hemat dengan harga HKD 50.

Sky Terrace

DSC_0943

I love The Peak
I love The Peak

Hari sudah sore, tujuan kami selanjutnya adalah naik ke Sky Terrace. Sky Terrace adalah tempat tertinggi untuk melihat kemegahan gedung-gedung pencakar langit Hong Kong dari atas The Peak. Dengan ketinggian 428 mdpl, Sky Terrace adalah tempat tertinggi dan terbaik dimana kita bisa melihat Hong Kong dari ketinggian yang menakjubkan dengan daya pandang seluas 360′. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Sky Terrace adalah mulai sore sampai malam. Jadi kita bisa melihat pemandangan dengan dua waktu yang berbeda. Pada malam hari pemandangan Hong Kong dari The Peak semakin terlihat indah karena lampu-lampu dari gedung-gedung tinggi menyala. Melihat pemandangan ini sungguh membuat saya terpesona. Benar-benar indah………

Yang bikin ga enak dari Sky Terrace ini adalah tempatnya yang sempit dan pengunjung yang banyak sekali. Jadi untuk mengabadikan pemandangan kami harus berdesak-desakan bergantian dengan pengunjung lain. Apalagi kalo kita mau foto dengan latar belakang pemandangan, sudah pasti tidak bisa, karena pengunjung berdesakan di pinggir pagar. Satu-satunya cara adalah difoto oleh fotografer resmi The Peak, karena mereka punya space khusus untuk foto yang tidak boleh dimasuki pengunjung lain. Jika ada pengunjung yang tidak sengaja masuk kesana pasti akan langsung diusir. Kami pun berfoto disana untuk kenang-kenangan. Foto ini bisa diambil di pintu keluar. Untuk menghemat kami hanya membeli file digitalnya seharga HKD 100.

Foto yang mihil
Foto yang mihil

Peak Market

Sekarang tiba waktunya belanja. Disini ada beberapa toko souvenir yang cukup lengkap. Harganya fix price, tidak bisa ditawar, tapi cukup wajar kok. Saya membeli oleh-oleh yang belum sempat saya beli di Ladies Market kemarin yaitu kaos seharga HKD 110 untuk tiga buah, dompet etnik China seharga HKD 130 (isi lima buah), dan gantungan kunci (dengan box) seharga HKD 12, dan bolpoin lucu dengan hiasan boneka anak berbaju khas China seharga HKD 39.

Dompet etnik
Dompet etnik
Bolpoin lucu
Bolpoin lucu

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, kami langsung buru-buru menuju ke Peak Tram Terminal. Sampai disana antrian sudah mengular, panjang sekali. Ngantri disana lebih dari setengah jam, capek berdiri. Saya udah kuatir aja MTR yang akan kami naiki nanti sudah berhenti beropeasi. Trus kami balik ke hostel naik apa dong. Hiks…. Setelah turun dari Peak Tram kami bergegas menuju stasiun MTR Central. Jalannya lumayan jauh juga. Untungnya MTR masih beroperasi…. Alhamdulillah….. Akhirnya kami pulang dengan badan yang sangat lelah tapi hati bahagiaaaa…….