Hong Kong International Airport
Hong Kong International Airport

Tahun 2014 ini saya punya satu trip ke luar negeri pada bulan Juni ke Hong Kong dan Macau. Tiket kesana sudah saya beli setahun sebelumnya pada saat ada promo Air Asia. Tiket Surabaya – Hong Kong saya beli seharga Rp 596 ribu dan tiket Macau – Jakarta saya beli seharga MOP 659 (atau senilai Rp 988 ribu). Jadi tiket pulang pergi Surabaya-Hongkong dan Macau-Jakarta tidak sampai Rp 1,6 juta. Murahhh kaann…. Liburan saya kali ini ditemani oleh seorang teman kantor bernama Rere. Sebenermya saya ingin sekali mengajak rendra. Di Hongkong kan ada Disneyland, dia ingin sekali ke “rumah Mickey Mouse” itu. Tapi apa daya, papanya ga mau diajak. Saya sendiri ga mampu kalo harus bayarin tiketnya rendra dan ngurusin dia sendirian selama disana. Kalo minta gendong gimana coba. Tapi jangan kuatir rendra, mama janji suatu hari nanti pasti mama akan ajak kamu kesana (pada saat menulis tulisan ini saya sudah pegang tiket ke Hong Kong untuk tahun depan)

Akhirnya hari yang dinanti-nantikan tiba juga. Hari Minggu tanggal 8 Juni 2014 pukul 08.50 pesawat kami berangkat ke Hong Kong lewat Kuala Lumpur. Pukul 12.30 kami tiba di KLIA 2 kemudian lanjut penerbangan ke Hong Kong pada pukul 13.50. KLIA 2 ini bandaranya baru banget. Masih kinyis-kinyis, bandaranya luas, bagus, dan bersih. Untung aja pada saat keberangkatan kami ini KLIA 2 sudah resmi dibuka, jadi kami ga perlu merana transit di LCCT yang kata temen saya bandaranya gak banget itu.

KLIA 2
KLIA 2

Pukul 17.45 kami tiba di Hong Kong International Airport. Horeeee…… Welcome to Hong Kong….. Begitu turun dari pesawat kami disambut oleh…. seekor anjing. Huhh??? Anjing??? Iya anjing ini bertugas mengendus-endus para penumpang pesawat yang baru mendarat, nyari narkoba kali ya. Setelah melewati imigrasi kami berjalan menuju jalur Airport Express. Oya, tidak lupa kami membeli Octopus Card dulu. Octopus card ini adalah kartu serbaguna, selain bisa buat bayar Airport Express, MRT, bus, ferry, kartu ini juga bisa digunakan untuk belanja. Harga kartu ini adalah HKD 150, yang terdiri dari nilai yang bisa kita gunakan sebesar HKD 100 dan nilai deposit HKD 50. Nilai deposit ini akan kembali pada saat kita mengembalikan kartu ini. Supaya ga cepet habis isi Octopus card ini kami langsung top up HKD 100. Toh nanti juga sisa uangnya akan dikembalikan saat mengembalikan kartu. Jadi ga akan rugi.

Airport Express
Airport Express
Golden Crown Guesthouse
Golden Crown Guesthouse

Di Hong Kong kami menginap di Golden Crown Guesthouse yang terletak di daerah Tsim Sha Tsui. Untuk menuju hostel, kami naik airport express dan turun di Tsing Yi Station. Lalu pindah ke jalur MRT Tung Chung Line. Kemudian turun di Lai King Station dan pindah jalur Tsuen Wan Line. Setelah itu turun di Tsim Sha Tsui Station, keluar di exit D1 lalu belok kanan. Gedung Golden Crown terletak di antara Standard Chartered Bank dan City Bank. Saya memilih menginap di Golden Crown tentunya karena harganya yang agak miring dan lumayan recomended dibandingkan Mirador Mansion atau Chung King Mansion. Di Hong Kong ga ada penginapan murah, ini karena harga tanah disana sangat mahal. Harga kamar kami (renovated couple room) adalah HKD 420 per malam. Kamarnya sempit banget, tapi ada kamar mandi dalamnya. Ya memang beginilah penginapan murah di Hongkong, terima aja keadaan. Kami menginap empat malam disana sebelum nanti pindah ke Macau.

Di hostel ini kami juga membeli semua tiket obyek wisata yang akan kami kunjungi di Hong Kong karena harganya lebih murah daripada publish rate-nya. Tiket Disneyland HKD 410, The Peak+Madam Tussaud HKD 220, Cable Car Ngon Ping HKD 190 (crystal cabin), dan Sky 100 HKD 130. Total semuanya HKD 950 per orang.

Malamnya kami berencana untuk keluar cari makan dan shopping di Ladies Market, tapi ternyata di luar hujan deras dan kami ga ada yang bawa payung. Akhirnya kami tetep stay di hostel aja trus tidur deh.

Kamarnya sempiiiittt
Kamarnya sempiiiittt