Tabo Cottages
Tabo Cottages, Tuk Tuk

Sebenernya ini cerita lama, saya travelling ke Danau Toba bulan November tahun lalu, tapi baru sempat nulis sekarang (sok sibuk bgt siiih). Saya dan seorang sahabat yang bernama Aya berkesempatan untuk mengikuti diklat di Medan bulan November tahun lalu. Wuuiihh senangnya bukan kepalang, karena diklat ke Medan itu jarang-jarang bisa diperoleh secara Balai Diklatnya tidak mencakup wilayah kantor saya yang di Jawa Timur. Diklat berlangsung selama tiga hari mulai hari Rabu sampai dengan Jumat, kemudian pada saat weekend kami jadwalkan untuk berwisata ke Danau Toba.

Hari Sabtu pagi kami berangkat dengan menyewa mobil travel ke Parapat. Sebelumnya kami sempat bingung mau naik apa karena waktu yang terbatas disana. Kami harus berangkat sabtu pagi-pagi sekali karena minggu pagi kami harus segera kembali ke Medan. Tidak ada mobil travel yang berangkat pagi-pagi sekali. Paling pagi sekitar jam 8 atau 9. Wah bisa kesorean sampe Samosir nantinya karena perjalanan dari Medan ke Parapat menghabiskan waktu sekitar lima jam. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa travel saja secara pribadi dengan menggunakan jasa Bagus Travel (no telpnya 061-91141010 dan 081361218903). Mobil travel mau berangkat dengan penumpang minimal empat orang. Oleh karena itu kami berdua membayar harga empat orang jadi total Rp300 ribu (per orang @ Rp75 ribu).

Mampir beli Roti Ganda dulu
Mampir beli Roti Ganda dulu

Kami berangkat pukul 5.30 pagi dari Medan ke Parapat. Setelah hampir tiga jam perjalanan kami mampir dulu di Pematang Siantar untuk mencicipi kuliner yang sangat terkenal disini yaitu Roti Ganda. Toko Roti Ganda terletak di Jl. Sutomo No. 89 Pematang Siantar. Roti Ganda ada yang berukuran besar dan kecil. Untuk isi rotinya ada dua macam yaitu selai dan meises. Selai Ganda ini juga sangat terkenal, sampai-sampai beberapa teman kantor menitip untuk dibelikan (hhmmm… berat-beratin aja ya…). Harga selai yang ukuran kecil adalah Rp21 ribu, sedangkan yang besar adalah Rp42 ribu. Selain membeli selai, disana kami juga membeli dua roti ukuran kecil untuk dimakan di jalan. Satu isi selai dan satu isi meises, harganya Rp2.500 per bijinya. Hhhmm enak….

Roti Ganda yang diisi selai dan meises
Roti Ganda yang diisi selai dan meises

Tidak lama kemudian kami sampai di Parapat dan langsung menuju Pelabuhan Tigaraja untuk naik ferry ke Pulau Samosir, tepatnya di Tuk Tuk. Ada dua pelabuhan ferry menuju Pulau Samosir. Jika tujuan kita adalah Tomok maka kita harus menyeberang melalui Pelabuhan Ajibata. Tapi jika tujuannya ke Tuk Tuk seperti kami maka menyeberangnya melalui Pelabuhan Tigaraja. Kami memilih untuk menginap di Tuk Tuk karena menurut referensi yang saya baca disana pemandangannya indah dan suasananya tenang. Hotel tempat kami bermalam bernama Tabo Cottages. Ferry menuju Tuk Tuk beroperasi tiap satu jam mulai pukul 08.30 s.d. 19.00. Karena kami sampai di pelabuhan hampir pukul 11 siang, oleh karena itu kami harus menunggu ferry yang berangkat pukul 11.30. Tarif ferry ini adalah Rp10 ribu per orang. Kami memilih duduk di bagian atas kapal selama perjalanan agar bisa menikmati pemandangan dan puas berfoto-foto.

Naik ferry menuju Tuk Tuk
Naik ferry menuju Tuk Tuk
Dermaga Tabo Cottages dilihat dari danau
Dermaga Tabo Cottages dilihat dari danau

Di Tuk Tuk banyak terdapat hotel yang masing-masing memiliki dermaga di danau. Jadi kapal ferry mengantar penumpang ke masing-masing dermaga hotel tersebut. Kita tinggal bilang saja mau menginap di hotel mana. Sesampainya di Tabo kami langsung menuju resepsionis dan mencari persewaan motor. Harga kamar yang kami tempati di Tabo sekitar Rp300 ribuan (saya udah lupa harga persisnya). Setelah menaruh barang di kamar kami langsung cap cuss ke Tomok.

Cottages-cottages di Tabo
Cottages-cottages di Tabo
Kamar kami di Tabo Cottages
Kamar kami di Tabo Cottages
Kamar mandinya
Kamar mandinya