Behai Park
Behai Park

Setelah mengelilingi Forbidden City, tujuan kami selanjutnya adalah Behai Park. Untuk menuju Behai Park, kami naik bus nomor 109 dari depan pintu keluar Forbidden City ke arah kiri dan turun di satu pemberhentian berikutnya. Kami masuk ke dalam Behai Park melalui South Gate, tiket masuknya adalah CNY 10 per orang (dan tentu saja rendra gratis). Taman ini buka mulai pukul 06.30 s.d. 21.00 di bulan April, Mei, September, dan Oktober. Sedangkan pada musim dingin hanya buka sampai dengan pukul 20.00. Behai Park adalah sebuah taman yang sangat luas dan indah. Di dalam taman tersebut ada danau luas dengan pulau di tengahnya yang bernama Jade Islet. Di atas Jade Islet berdiri White Dagoba yang dibangun pada tahun 1651 pada masa kekuasaan Kaisar Shunzhi, Kaisar pertama dari Dinasti Qing. Kaisar Shunzhi setuju untuk membangun Dagoba khas Tibet untuk menunjukkan kepercayannya pada agama Budha dan keinginannya untuk penyatuan kelompok etnis China yang beragam.

South Gate of Behai Park
South Gate of Behai Park
Suka bgt sama jembatan ini

Suasana di Behai Park ini sangat tenang dan sepi, berbeda sekali dengan Forbidden City yang penuh dengan turis. Rasanya relax sekali disini. Saya sangat menyukai taman ini, terutama jembatan putih khas China yang cantik sekali. Jembatan ini menghubungkan kita ke Jade Islet. Selain itu, yang membuat taman ini terlihat indah adalah pohon-pohon willow yang tumbuh mengelilingi danau, daun-daunnya menjuntai sampai mengenai air danau. Ga tau kenapa saya suka banget sama taman ini, jadi membayangkan kalo musim gugur pasti akan terlihat lebih indah. Pada saat kami sampai disini, rendra sudah tertidur di gendongan papanya, jadi kami tidak bisa mengelilingi seluruh sudut taman ini. Lagian udah capek banget rasanya kaki ini. Kami hanya duduk di bawah pohon sambil memandang jembatan putih yang cantik tadi. Tidak jauh dari tempat kami duduk, ada seorang kakek yang melukis kaligrafi tulisan China di lantai, beberapa orang mengerumuninya. Disini juga ada electric bus yang bisa kita naiki untuk mengelilingi taman yang sangat luas ini. Tapi tarif untuk per orangnya CNY 20, cukup mahal ya, jadi kami tidak menaikinya (lagian rendra juga masih tidur). Sambil menunggu rendra bangun kami membeli mie instant (sejenis pop mie) di kios makanan. Harganya CNY 8, porsinya sangat besar, kami makan semangkuk berdua.

image
at The Bridge

Tidak lama kemudian rendra terbangun, kami pun mengajaknya berjalan melewati jembatan menuju Jade Islet. Di pinggir pulau ini ada sekelompok orang yang bermain musik, suara musik ini pun semakin menambah keindahan taman.

dsc_0356
Melewati jembatan menuju Jade Islet
image
Naik perahu tradisional

Di pinggir danau ada perahu-perahu tradisional China yang bisa kita naiki untuk mengelilingi danau. Tarif untuk naik perahu ini adalah CNY 30 per orang (rendra tetep gratis) untuk mengelilingi seperempat danau. Jika mau keliling lebih jauh lagi tarifnya lebih mahal.

dsc_0386
Kesayanganku

Setelah naik perahu, hari sudah menjelang malam, kami pun kembali ke hostel dengan menaiki bus nomor 109 lagi dan turun di bus stop depan Dongsi Station. Hari ini kami sangat lelah karena tadi malam hanya tidur sambil duduk di bangku airport, badan rasanya sakit semua. Sebenarnya saya merencanakan untuk jalan-jalan ke Wangfujing malam ini, tapi rasanya sudah benar-benar tidak sanggup lagi. Jadi akhirnya setelah mandi kami makan malam di warung muslim sebelah hostel kemudian setelahnya langsung istirahat dengan nyenyak. Selamat malam Beijing….. ^_^

dsc_0354
Behai Park
Seorang kakek yang menulis kaligrafi tulisan Cina
Seorang kakek yang menulis kaligrafi tulisan Cina
Sekelompok orang bermain musik di pinggir danau
Sekelompok orang bermain musik di pinggir danau