Empresses
Empresses

Setelah makan kami berjalan menuju Dongsi Station. Saya membeli dua tiket subway seharga CNY 2 (rendra gratis). Di Beijing, tiket subway harganya CNY 2 untuk tujuan kemana pun. Jauh dekat harganya sama. Untuk menuju Forbidden City kami naik subway line 5 kemudian transfer ke subway line 1 dan turun di Tian Anmen East Station. Setelah berfoto-foto di depan gerbang mulailah kita masuk ke dalam Forbidden City dengan membayar tiket masuk CNY 60 per orang (rendra gratis dong). Waktu buka obyek wisata ini adalah mulai pukul 8.30 s.d. 17.00, akan tetapi penjualan tiket ditutup pada pukul 16.00.

Pintu masuk menuju Forbidden City
Pintu masuk menuju Forbidden City

Forbidden City ditetapkan sebagai World Heritage Site pada tahun 1987 oleh UNESCO. Dinamakan Forbidden City (Kota Terlarang) karena kompleks istana ini tidak boleh dimasuki oleh orang luar tanpa ada izin khusus dari Kaisar. Forbidden City ini menjadi istana Kaisar Cina mulai dari Dinasti Ming sampai dengan akhir Dinasti Qing. Kompleks istana yang dibangun pada tahun 1406 s.d. 1420 ini menjadi tempat tinggal Kaisar Cina selama hampir 500 tahun. Kompleks istana ini berdiri di tanah seluas 720.000 m2 dan berisi 980 bangunan. Sangat luas yaa…

Di depan pintu masuk Forbidden City terdapat tempat penyewaan automatic guide dalam berbagai bahasa. Bahasa Indonesia pun ada lho, berarti banyak juga orang Indonesia yang berwisata kesini ya, Kalo tidak salah harga sewa automatic guide ini CNY 40. Karena ngirit saya tidak menyewanya. Di luar kompleks ini juga banyak pedagang yang menjual peta Forbidden City. Saya sudah mengeprint peta itu hasil download dari internet, jadi ga usah beli deh.

dsc_0198
Meridian Gate

Kami memasuki Forbidden City melalui Meridian Gate dan berjalan menyusuri kompleks kota terlarang ini melalui jalan poros tengah (central axis). Ramai sekali pengunjung disini, kebanyakan wisatawan lokal dari seluruh penjuru Cina. Cina itu luas kan, jadi banyak masyarakat Cina yang belum pernah berkunjung kesini seperti saya. Saking ramainya kalo mau foto jadi susah banget, apalagi kalo sudah ada rombongan tour datang. Menurut pengamatan saya kebanyakan wisatawan lokal yang berkunjung kesini adalah orang-orang tua.

image
Hall of Supreme Harmony

Forbidden City terbagi menjadi dua bagian, bagian selatan atau yang dinamakan Outer Court adalah tempat dimana Kaisar menjalankan kekuasaan atas pemerintahan kerajaan. Sedangkan bagian utara atau yang dinamakan Inner Court adalah tempat Kaisar tinggal bersama keluarga kerajaan. Untuk memasuki Forbidden City kita akan melewati Meridian Gate terlebih dahulu. Meridian Gate ini dinamakan Five Phoenix Tower karena diatasnya terdapat lima menara yang terlihat seperti flying phoenix. Setelah melewati Meridian Gate, bangunan yang kami lewati berikutnya adalah Gate of Supreme Harmony. Di depan Gate of Supreme Harmony ini terdapat dua patung singa perunggu yang berjaga. Bangunan-bangunan berikutnya yang kami kunjungi antara lain Hall of Supreme Harmony, Hall of Central Harmony, dan Hall of Preserved Harmony yang merupakan tiga bangunan utama di Outer Court.

Hall of Central Harmony
Hall of Central Harmony
Hall of Preserved Harmony
Hall of Preserved Harmony

Setelah melewati tiga bangunan utama tersebut, kita akan melihat Gate of Heavenly Purity yang merupakan gerbang yang membatasi antara Outer Court dan Inner Court. Di balik gerbang ini adalah tempat tinggal keluarga kerajaan. Inner Court terdiri dari tiga bagian, yaitu tiga bangunan utama di poros tengah serta Six Western Palaces dan Six Eastern Palaces. Bangunan pertama di poros tengah Inner Court adalah Palace of Heavenly Purity yang dulunya merupakan kamar tidur dan ruang kerja Kaisar. Kemudian di belakang bangunan ini terdapat bangunan yang lebih kecil yang dinamakan Hall of Celestial and Terrestrial Union yang merupakan tempat Permaisuri menerima salam dari selir-selir. Bangunan ketiga di poros tengah adalah Palace of Earthly Tranquility yang merupakan kamar tidur Permaisuri. Bagian lain dari Inner Court yaitu Six Western Palaces dan Six Eastern Palaces merupakan kompleks tempat tinggal selir-selir. Di sebelah utara dari Inner Court terdapat Imperial Garden yang meskipun ukurannya kecil tapi ditata dengan sangat indah. Di dalamnya terdapat menara, paviliun, bukit buatan, batu-batuan bunga-bunga, rerumputan, dan pohon-pohon tua.

Salah satu sudut Forbidden City
Salah satu sudut Forbidden City
Jadi Permaisuri di Forbidden City
Jadi Permaisuri di Forbidden City

Ketika kami berjalan-jalan, di salah satu pojokan istana kami menemukan sebuah counter yang menyewakan kostum ala Kaisar dan Permaisuri. Tentu saja kami tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto memakai kostum tersebut. Harga sewa kostum per buah adalah CNY 30. Kostum untuk anak juga ada, tapi sayangnya rendra ga mau dipakein kostum (sebel deh…). Counter ini hanya menyewakan kostum saja, untuk fotonya kita harus berfoto-foto sendiri. Untungnya kami bawa tripod, jadi ga masalah deh mau foto berdua (rendra ga diajak foto, abis dia ga mau pake kostum sih). Kami bebas berjalan-jalan di area istana untuk mencari background yang bagus untuk berfoto. Counter ini juga menawarkan pembuatan video dengan gaya terbang di atas forbidden city yang menurut kami sangatlah aneh, jadi kami sama sekali tidak tertarik.

Setelah mengelilingi kompleks istana yang sangat luas ini sampai gempor sampailah kami di pintu gerbang keluar di sebelah utara. Dari sini kami berencana menuju Behai Park yang letaknya tidak jauh dari Forbidden City.

Phoenix di atap Hall
Phoenix di atap
Forbidden City
Forbidden City