Terminal 2 Beijing Capital International Airport
Terminal 2 Beijing Capital International Airport

Hari Rabu tanggal 11 September 2013 pukul 00.30 dini hari kami mendarat di Beijing Capital International Airport. Wahh… Senangnya…. Dini hari itu kami akan bermalam di airport saja karena airport express train ke tengah kota baru akan beroperasi pukul 06.30. Sedangkan jika menggunakan taxi pasti akan mahal biayanya dan kemungkinan kami akan kesulitan untuk berkomunikasi dengan sopir taxi (tau sendiri kan kalo di China jarang banget yang bisa Bahasa Inggris). Kami pun mencari tempat duduk di dekat pintu keluar airport. Untungnya rendra bisa tidur dengan pulas di kursi airport itu. Saya pun juga bisa tertidur (setelah minum obat tidur), walaupun kadang-kadang terbangun karena mengkhawatirkan barang bawaan kami.

Rendra tertidur pulas di airport
Rendra tertidur pulas di airport
Airport Express
Airport Express

Pukul 06.30 kami turun menuju airport express train station. Stasiun airport express ini berada di bawah bandara, kita bisa menggunakan lift untuk menuju kesana dan papan petunjuknya sangat jelas. Tarif airport express train adalah CNY 25 per orang. Seharusnya rendra tidak perlu membayar untuk naik kereta ini, tapi saya sudah terlanjur membelikan tiketnya. jadi rugi 25 Yuan deh. Oya, semua barang bawaan kita harus discan dulu sebelum masuk ke dalam kereta, begitu pula ketika naik subway. Sekitar 30 menit kemudian kami turun di Dongzhimen Station. Dari sana kami naik subway ke Dongsi Station tempat hostel kami berada. Sesampainya di Dongsi St kami bingung keluar dari exit yang mana karena di petunjuk yang diberikan hostelbookers hanya turun di Dongsi Station saja, tidak disebutkan exit yang mana dan berjalan ke arah mana. Setelah bertanya ke beberapa orang dengan susah payah (bener-bener lost in translation deh disini.. Phiuufff….), kami mendapat informasi untuk keluar di Exit C. Setelah keluar dari Exit C kami kembali bingung mau berjalan ke arah mana. Saya pun mencoba bertanya kepada seorang perempuan yang berpenampilan keren (menurut asumsi saya, kalo penampilannya keren berarti bisa bahasa Inggris). Alhamdulillah dia bisa berbahasa Inggris, dan dia pun menunjukkan arah kepada kami. Tapi dia bilang dia tidak terlalu yakin apakah petunjuknya itu benar. Dia hanya tau nama jalan Dong Si Nan Da Jie yang tertera di kertas reservasi hostel kami. Petunjuknya adalah begitu keluar dari Exit C belok kiri kemudian belok kiri lagi. Kami pun berjalan ke arah sana, setelah jalan sekitar 3 menit saya melihat plang Li Shi Hutong, ini adalah gang tempat hostel kami berada. Yippeee akhirnya ketemu juga.

161 Hostel
161 Hostel

Dari mulut gang itu sudah terlihat hostel kami, 161 Hostel. Hostel ini terletak dekat sekali dari mulut gang. Kami pun segera check in dan 30 menit kemudian kami sudah boleh masuk kamar. Oya, kamar kami juga di-upgrade dari budget double room menjadi family room (1 double bed dan 1 single bed). Asyiiiikkk…. Saya membooking kamar di 161 Hostel dari hostelbookers dengan tarif USD 41.52 per malam.  Jadi untuk 3 malam saya membayar USD 124.56. Hostel ini terletak di Li Shi Hutong, Dong Si Nan Da Jie, Dong Cheng Qu, Beijing. Hostel ini sangat bagus dan bersih. Penataan public roomnya pun sangat cantik dan menarik. Lokasinya juga cukup strategis, bisa ditempuh dengan jalan kaki dari stasiun subway. Ini sangat penting karena bisa menekan biaya.

Public Room di Hostel 161
Public Room di Hostel 161

Sebelum masuk ke kamar, saya mampir dulu ke tour agent yang ada di dalam hostel. Saya menanyakan paket tour ke Great Wall Muntianyu. Petugasnya mengatakan kalo harga tour ke Muntianyu Great Wall tanpa jadwal belanja adalah CNY 280. Saya memang sengaja memilih tour yang tidak ada jadwal belanjanya karena saya memang tidak tertarik untuk belanja dan menurut saya itu akan menghabiskan waktu saja. Mending waktunya dipake untuk mengunjungi obyek wisata lainnya kan. Ingat, buying experience is more important than buying things. Harga paket tour yang tanpa belanja ini lebih mahal daripada yang pake belanja, tapi gapapa, waktu yang kami miliki disini jauh lebih berharga kok. Saya pun menawar paket tour itu menjadi CNY 250 dan disetujui. Besok pagi kami akan dijemput pukul 07.30 di lobi hostel. Saya memilih untuk mengunjungi Great Wall melalui Muntianyu dengan pertimbangan Muntianyu lebih sepi pengunjung daripada Badailing, walaupun jarak tempuh menuju Muntianyu lebih jauh daripada Badailing. Tapi ini pilihan yang tepat daripada nanti kita cuma bisa melihat lautan manusia, bukan temboknya. Selain membeli paket tour ke Great Wall, saya juga membeli tiket bullet train menuju Shanghai seharga CNY 553 per orang ditambah fee CNY 30 per orang di agen tour ini. Jika punya banyak waktu lebih baik beli sendiri ke Beijing South Railway Station, jadi bisa menghemat uang untuk fee nya. Tapi karena waktu kami sangat terbatas jadi saya memutuskan untuk membeli di agen tour ini saja.

Our room
Our room

Oya, dari petugas agen tour ini saya baru mengetahui jika di China anak-anak yang tingginya di bawah 120 cm gratis untuk naik apa saja dan masuk ke tempat wisata mana saja, asalkan satu orang tua hanya membawa satu anak saja. Sedangkan anak-anak dengan tinggi badan 120 cm s.d. 150 cm cukup membayar setengah harga saja. Woouuww menyenangkan bukan, jadi rendra gratis naik apa saja dan masuk kemana saja. Tidak salah keputusan kami untuk mengajak rendra, cuma bayarin tiket pesawat Rp1,5 juta aja pulang pergi. Jadi untuk paket tour ke Great Wall saya cukup membeli 2 pax saja, begitu juga tiket bullet train cukup beli dua saja. Sangat menghemat Yuan kami.

Rumah Makan Muslim - makan disini pasti halal ^_^
Rumah Makan Muslim – makan disini pasti halal ^_^

Setelah beristirahat sebentar untuk melemaskan otot-otot punggung, kami segera mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke obyek wisata pertama yang akan kami kunjungi yaitu Forbidden City. Tapi sebelumnya harus cari makan dulu dong, dari tadi pagi kan belum makan. Berita baiknya adalah…. di samping hostel kami ada rumah makan muslim. Horeee…. Saya juga baru mengetahuinya ketika jalan-jalan di sekitar hostel sambil menunggu kamar kami ready. Suami saya melihat tulisan arab halal di atas sebuah rumah makan berwarna hijau. Rumah makan ini hanya berjarak 10 meter dari hostel kami. Di dalam rumah makan ini dipajang sebuah kertas bertulisan China yang sepertinya adalah sertifikasi halal. Jadi untuk kalian yang muslim saya rekomendasikan untuk menginap di hostel ini karena sangat jarang ada makanan halal di China. Untuk berkomunikasi dengan masyarakatnya pun sangat sulit. Di rumah makan ini pun kami sulit untuk berkomunikasi dengan pegawainya. Di daftar menu hanya ada tulisan China, jadi tidak tahu itu makanan apa. Ketika kami tanya makanan apa itu, mereka sama sekali tidak bisa Bahasa Inggris. Tapi untungnya ada gambar makanan-makanan di daftar menu tersebut. Akhirnya kami tunjuk saja gambar makanan yang kelihatannya enak dan menarik. Toh sudah ada tulisan halal-nya, jadi pasti makanan itu halal kan. Saya dan suami memesan sate, sedangkan rendra kami pesankan mie kuah. Harga sate per tusuknya adalah CNY 2, sedangkan mie kuahnya seharga CNY 15. Setelah makanan yang kami pesan keluar, saya baru tau kalo sate yang saya pesan adalah sate kambing. Yummyyy… Rasanya enak sekali. Sate ini dibumbui dulu sebelum dibakar, kemudian dimakan dengan sambal yang berwarna hitam. Mie kuahnya juga enak rasanya, tapi porsinya besar sekali, mangkuknya segede baskom. Makanan di China memang porsinya besar, menurut saya satu porsi bisa dimakan dua orang. Harga makanan di rumah makan ini pun sangat terjangkau, jauh lebih murah daripada makanan fast food seperti KFC dan Mc D.

Beijing Spirit
Beijing Spirit