Rendra naik Maou Maou (koper yg sangat berguna)
Rendra naik Maow Maow(koper yg sangat berguna)

Hari yang dinanti-nanti akhirnya datang juga. Senin tanggal 9 September 2013 kami berangkat travelling ke China. Wuiihhh senangnya… Pesawat Air Asia yang kami naiki berangkat dari Surabaya menuju Jakarta pada pukul 5 sore. Sebelum ke China, kami akan transit dulu di Manila selama 14 jam. Pesawat Cebu Pacific Air menuju Manila akan berangkat pukul 00.30 dini hari dari Jakarta. Saya memperkirakan rentang waktu 6 jam akan cukup untuk transit, dengan mempertimbangkan resiko delay. Tapi kali ini pesawat kami tidak didelay, jadi kami punya waktu cukup banyak menunggu di airport. Tapi gapapalah lebih baik kecepetan daripada terlambat. Seperti pengalaman saya ke Phuket tahun lalu, pesawat Citilink yang kami naiki dari Surabaya ke Jakarta mengalami delay dua jam, untung saja waktu itu saya memberi rentang waktu 5 jam untuk transit.

Kami tiba di Manila pada hari Selasa 10 September pukul 5.30 pagi. Setelah melewati imigrasi dan mengambil bagasi kami segera keluar dari Ninoy Aquino International Airport (NAIA). Di pintu keluar banyak yang menawarkan taxi dengan tarif fixed rate, saya pun mencoba bertanya berapa tarif taxi menuju Makati. Ternyata harganya PHP 700, mahal banget ya. Jelas saja saya tidak mau dan kami keluar mencari pangkalan yellow taxi. Yellow taxi adalah taxi resmi bandara, harga buka pintunya PHP 70. Untuk mencari taxi ini sangatlah mudah, begitu keluar dari pintu berjalanlah ke arah kanan sampai mendekati ujung, disana ada taxi-taxi kuning yang berjajar.

Pada saat taxi kami keluar dari airport, jalanan di Manila sudah mulai ramai dengan aktivitas warga yang berangkat ke kantor atau sekolah. Jeepney-jeepney terlihat hilir mudik mengangkut penumpang. Nanti harus dicoba nih naik jeepney, karena kendaraan ini hanya ada di Philipina saja. Oya, di Manila sangat mudah untuk berkomunikasi dengan orang lokal karena Bahasa Inggris adalah bahasa kedua mereka. Jadi tidak ada kendala sama sekali untuk berkomunikasi selama kami disini.

Makati Appartelle
Makati Appartelle

Akhirnya kami sampai di Makati Appartelle yang terletak di Montojo Street Makati. Saya membooking hotel ini dari hostelbookers dengan tarif USD26.30 per malam. Karena ada kamar kosong yang tersedia pagi itu, maka kami diperbolehkan untuk langsung check in. Alhamdulillah.. Kami pun beristirahat dulu di kamar dan baru bangun pukul 11 siang. Saya membooking kamar disini memang hanya untuk istirahat di siang hari, karena kasian rendra kalo ga istirahat (dan kasian saya juga sih). Kamar di makati appartele ini terdiri dari beberapa ruangan, yaitu: ruang tamu, ruang makan, dapur, ruang tidur, dan kamar mandi. Di dapur ada tempat cuci piring,   alat untuk memasak air, dan kulkas. Sedangkan TV satelit ada di kamar tidur. Sangat worth it untuk harga segitu kan…

Public Room di Makati Appartelle
Public Room di Makati Appartelle

Hari ini kami hanya berencana untuk pergi ke salah satu mall saja untuk mencari makan siang dan jalan-jalan. Kami memutuskan untuk pergi ke Greenbelt Mall dengan menggunakan jeepney. Di hotel ini disediakan petunjuk arah untuk menuju berbagai tempat di Manila. Jadi begitu kami menanyakan cara menuju Greenbelt, petugas hotel langsung menyerahkan selembar kertas yang berisi petunjuk arah dan transportasi menuju kesana, beserta peta daerah sekitar hotel. Di kertas itu juga tertera bagaimana cara pulang dari Greenbelt ke hotel.

The Jeepney
The Jeepney

Berbekal peta dan petunjuk transportasi, kami pun berjalan menuju terminal Jeepney yang letaknya dua blok dari hotel. Ga jauh kok jalannya, ga sampe 5 menit sudah sampai. Di terminal jeepney kita cari jeepney jurusan Landmark dan nanti kita harus turun di Landmark. Sebelum jeepney berangkat saya memberitahu sopir agar kami diturunkan di Landmark. Tarif jeepney adalah PHP 8 per orang, murah meriah yaa. Jeepney adalah kendaraan perang bekas Perang Dunia. Kendaraan ini sangat kokoh dan bentuknya kuno. Jeepney ini di cat warna warni sehingga sangat unik penampilannya. Rendra pun sangat senang menaikinya, dia tertawa-tawa sepanjang perjalanan.

Naik Jeepneey
Naik Jeepney

Kami turun di Landmark dan masuk ke dalam Greenbelt Mall. Kami langsung mencari tempat makan karena sudah sangat lapar, katanya sih tempat makan ada di Greenbelt 1. Akhirnya nemu Jolibee dan kami makan disana. Spaghetti dan ayamnya lumayan enak dan harganya juga murah. Setelah kenyang, kami berjalan-jalan mengitari Greenbelt. Ada Greenbelt 1 sampai 5 disini, yang kelimanya mengitari taman yang besar di tengahnya. Di tengah taman ini terdapat sebuah Chapel tempat beribadah umat Kristiani. Tamannya sangat teduh dan bersih dan juga ada kolam berisi ikan dan penyu. Rendra senang sekali melihat ikan-ikan dan penyu itu.

Jalan-jalan di Greenbelt Mall
Jalan-jalan di Greenbelt Mall
Antrian buat naik jeepney
Antrian buat naik jeepney

Setelah puas melihat-lihat kami kembali ke hotel dengan jeepney lagi. Sesuai petunjuk dari hotel, kami harus menaiki jeepney jurusan Makati Loop yang ngetem di depan Landmark Mall. Disana saya melihat antrian yang panjang, ternyata itu adalah antrian untuk naik jeepney. Wah tertib sekali mereka ya. Tidak seperti di Indonesia yang naik angkotnya berebutan. Sesampainya di hotel kami langsung mandi dan bersiap-siap untuk check out. Pesawat kami akan terbang pukul 19.30. Sialnya, kami tidak mendapat taxi untuk ke airport. Line telepon taxi sibuk terus, tidak bisa tersambung, mungkin karena saat itu adalah jam pulang kantor dan hujan pula. Akhirnya petugas hotel mencarikan tricycle untuk kami agar kami diantar menuju pangkalan taxi terdekat. Dengam membayar PHP 20 kami diantar ke pangkalan taxi. Cuma ada satu taxi dan dia meminta PHP 300 untuk mengantar ke airport, tidak mau pake argo. Karena waktunya sudah mendesak, tidak ada waktu lagi untuk mencari taxi ber-argo. Saya pun mencoba menawar PHP 200. Akhirnya kami setuju di harga PHP 250 plus PHP 20 untuk tarif masuk skyway.

Sesampainya di airport kami langsung menuju check in counter. Saya selalu melakukan web check in terlebih dahulu untuk semua penerbangan kami, jadi jika ada kendala menuju airport kami tidak akan terlalu panik. Di check in counter kami menaruh koper-koper untuk dimasukkan ke bagasi. Oya, untuk semua penerbangan dengan Cebu saya telah membeli bagasi sebelumnya karena bagasi belum include di harga tiket, Ini juga penting karena Cebu Pacific Air sangat ketat mengenai peraturan bagasi, setiap penumpang hanya boleh membawa satu tas atau koper dengan berat maksimal 7 kg ke dalam pesawat.  Petugas akan mengecek boarding pass kita sebelum masuk ke imigrasi. Pada saat boarding pass kami dicek, mereka membiarkan kami masuk tanpa menimbang tas kami. Tapi disitu kami melihat mereka melakukan penimbangan pada barang bawaan beberapa penumpang lain. Mungkin karena di boarding saya sudah ada bukti bagasi maka mereka tidak menimbang tas kami lagi.

Pesawat kami berangkat tepat waktu menuju Beijing. Sampai disini cerita transit kami di Manila untuk yang pertama. Transit yang kedua akan kami isi dengan mengunjungi Intramuros.

Jeepney-nya warna warni
Jeepney-nya warna warni
Our room in Makati Appartelle
Our room in Makati Appartelle