Patong Beach
Patong Beach

Sekitar pukul 11 siang ferry yang kami naiki dari Phi Phi merapat di Rassada Pier. Kemudian kami segera mencari transportasi menuju destinasi kami selanjutnya, yaitu Patong Beach. Di dalam Rassada Pier terdapat counter yang melayani penumpang yang memerlukan transportasi ke tujuan selanjutnya. Kami memilih untuk naik minivan menuju Patong dengan tarif 150 Baht per orang. Perjalanan dari Rassada Pier ke Patong hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit.

DSC01800Patong beach yang terletak di pantai barat Phuket adalah pantai yang paling populer di Phuket, jadi pantai ini sangat ramai dipadati turis. Patong beach memiliki pasir yang putih dan lembut. Di pantai disediakan sunbeds dan umbrella untuk berjemur dan bersantai. Sunbeds dan umbrella ini disewakan untuk turis, saya tidak tahu harga sewanya, tapi menurut keterangan di salah satu web harga sewanya adalah 200 Baht per hari. Kami sendiri tidak menyewa sunbeds n umbrella tersebut karena tidak ada waktu untuk bersantai di pantai (apalagi berjemur, amit-amit deh….). Patong juga memiliki kehidupan malam yang luar biasa ramainya, banyak sekali cafe, beer bars, Go Go bars, nightclubs, dan pubs disini. Pusat nightlife di Patong terletak di Bangla Road. Bangla road baru ramai pada saat matahari terbenam, pada saat itu Bangla road ditutup untuk traffic dan digunakan untuk tempat party.

Time Out Hotel
Time Out Hotel

Di Patong, kami sudah memiliki reservasi hotel di Time Out Hotel. Hotel ini terletak persis di depan Patong Beach dan bangunannya berada di atas restoran Subway. Jadi tinggal nyebrang jalan kita udah bisa main-main di pantai. Kami akan menginap selama dua malam disini, dengan tarif per malam Rp430.000,00. Kamar kami terletak di lantai 4 dan hotel ini tidak memiliki fasilitas lift, jadi ngos-ngosan deh naiknya. Untungnya staf hotel dengan baik hati langsung mengangkat ransel kami dan mengantarnya ke kamar.

Setelah meletakkan ransel di kamar, kami segera mencari makan siang di sekitar hotel dan untuk amannya kami memilih makan di Mc Donalds saja. Sambil makan siang, saya dan Kena mendiskusikan tujuan wisata kami selanjutnya. Objek wisata yang ingin kami kunjungi adalah Big Budha, Phromthep Cape, dan James Bond Island. Sebenarnya kami juga tertarik untuk melihat pertunjukan Phuket Fantasea, tapi kami batalkan karena harganya terlalu mahal. Setelah selesai makan kami langsung mencari tour agent yang menjual paket tour ke objek wisata yang kami inginkan tadi. Untuk menuju Big Budha dan Phromteph Cape kami ditawari untuk menyewa taxi dengan tarif 1200 Baht, kami menyetujuinya dan akan dijemput di hotel pukul 4 sore. Kemudian kami juga membeli paket tour ke James Bond Island seharga 1000 Baht per orang untuk keesokan harinya.

Karena masih ada waktu luang sebelum taxi menjemput, maka kami berjalan-jalan dulu di area Patong sambil mencari souvenir untuk oleh-oleh. Di seberang Hard Rock Cafe kami menemukan central penjualan souvenir. Disana terdapat kios-kios yang berjajar menjual berbagai macam souvenir dan kaos. Sebenarnya saya mencari kaos yang bertuliskan Patong Beach, tapi kok ga nemu-nemu yaa. Akhirnya saya membeli beberapa gantungan kunci yang lucu berbentuk gajah, dompet kecil manik-manik bergambar gajah dan pembatas buku bergambar gajah. Ya pokoknya semua serba gajah deh…. Gantungan kunci gajah satu packnya (isi 5 buah) berharga 100 Baht. Begitu pula dengan dompet kecil manik-manik. Sedangkan pembatas buku harganya 50 Baht per buah. Ketika saya protes ke penjualnya kenapa harga pembatas buku lebih mahal, dia bilang gini, “This keychains is for your cheap friend, and this bookmarks is for your close friend”. Hhmmm bisa ajaa… Tapi sumpah lho friend…., kalian yang kuoleh-olehin gantungan kunci n dompet bukan my cheap friend. Ini cuma masalah Baht di dompet yang sudah menipis aja. Lagian keychain-nya lucu kok.

Hotel kami dilihat dari pantai. Tinggal nyebrang kan....
Hotel kami dilihat dari pantai. Tinggal nyebrang kan….
Patong di pagi hari. Masih sepiii...
Patong di pagi hari. Masih sepiii…
Petunjuk Rute Evakuasi Tsunami
Petunjuk Rute Evakuasi Tsunami. Alhamdulillah waktu kami disana aman-aman saja
Ke New York masih jauuuhhh
Ke New York masih jauuuhhh